Kurban di Tanah Timor: Hadirkan Harapan untuk Mualaf Minoritas di NTT

KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR — Semburat cahaya oranye menyingsing di ufuk timur dengan kehangatan yang lembut. Takbir menggema, merambat pelan dari pengeras suara masjid ke sudut-sudut kampung, menyatu dengan suasana haru dan sukacita perayaan Iduladha 1446 H.

Setiap Iduladha, Dompet Dhuafa terus menebar kebaikan melalui program Tebar Hewan Kurban (THK). Berlokasi di Kampung Tatelek, Desa Manusak, Kabupaten Kupang, NTT, Dompet Dhuafa tak sekadar menyalurkan hewan kurban ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), tetapi juga menjangkau wilayah-wilayah minoritas.

Baca juga: Bahagia Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Terima Bantuan Daging Kurban

Momen anak Desa Manusak bermain dengan sapi kurban Dompet Dhuafa
Kebersamaan warga dan anak anak saat mencacah daging kurban di Manusak

Desa Manusak sebagai salah satu titik pendistribusian karena di sanalah para pejuang kehidupan bertahan, mualaf yang hidup di tengah minoritas, serta para eks-transmigran Timor Timur, kini bernama Timor Leste yang terus berjuang membangun harapan di tanah baru.

Kehadiran kurban di tengah mereka bukan sekadar bantuan, melainkan sebuah dukungan yang menguatkan. Hingga kini, banyak dari mereka menetap dan membangun kehidupan baru salah satunya di Kupang, NTT.

Tim Dompet Dhuafa disambut hangat warga dengan pengalungan kain adat

Pada Jumat (6/6/2025), Dompet Dhuafa menyembelih delapan ekor sapi untuk dibagikan kepada masyarakat di Desa Manusak dan sekitarnya. Setibanya di lokasi, tim Dompet Dhuafa disambut hangat oleh warga setempat. Sambutan itu terasa begitu istimewa ketika masyarakat mengalungkan kain sebagai tanda penerimaan dan rasa terima kasih sebuah wujud kearifan lokal yang mempererat tali silaturahmi.

Tak lama setelah tim tiba, masyarakat segera bersiap, membawa alat masing-masing untuk membantu proses penyembelihan hewan kurban. Warga bahu-membahu tanpa sekat, menyambut setiap tahapan kurban dengan wajah sumringah.

Baca juga: dDari Patungan Online hingga Pelukan Haru di Pelosok Flores Timur

Sapi kurban Dompet Dhuafa siap disalurkan ke warga pelosok NTT

Di balik peluh yang menetes, terpancar rasa syukur yang mendalam. Bagi mereka, kehadiran daging kurban bukan sekadar pemenuhan kebutuhan, melainkan anugerah yang menghadirkan kebahagiaan dan menguatkan harapan di Desa Manusak.

Dompet Dhuafa juga menyalurkan hewan kurban ke berbagai wilayah lainnya, termasuk Timor Timur Utara (TTU), Kota dan Kabupaten Kupang, Rote, Flores Timur, Belu, Bajawa, Ende, Sikka, juga Manggarai. Melalui cabang Nusa Tenggara Timur, sebanyak 128 ekor sapi dan 50 ekor kambing disembelih dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Senyum anak anak Manusak saat menerima daging kurban Iduladha
Proses pencacahan daging kurban di Desa Manusak Nusa Tenggara Timur
Kebahagiaan terpancar dari Pak Tamsir penerima daging kurban

Bagi Pak Tamsir, salah satu penerima daging kurban, momen ini begitu membahagiakan. Senyum tulusnya menyiratkan rasa syukur yang dalam.

“Kita ini dapat daging kurban, kita harus senang,” kata Tamsir. Sebuah kebahagiaan sederhana yang menjadi bukti nyata bahwa kebaikan yang dibagikan, betapapun jauhnya, tetap mampu mengetuk hati dan menguatkan jiwa.

Baca juga: Memasak Ketupat Pulut hingga Pawai, Ini Aktivitas Warga Deli Serdang Jelang Iduladha 1446 H

Warga Manusak memasak daging kurban bersama
Daging kurban yang telah dipotong dan dipilah siap didistribusikan ke warga Desa Manusak

Muhammad Tohir, tokoh masyarakat di Desa Manusak, menjelaskan bahwa mayoritas warga di desanya merupakan eks-transmigran Timor Timur yang telah menetap sejak tahun 1999 hingga kini. Ia menyampaikan rasa syukurnya atas pendistribusian daging kurban yang dilakukan Dompet Dhuafa, karena keberkahan itu benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Bagi mereka, kurban ini juga bentuk kepedulian dan perhatian yang sangat berarti di tengah perjuangan hidup mereka.

“Alhamdulillah atas rasa syukur dan bahagia kami dengan kehadiran Bapak Ibu dari Dompet Dhuafa telah berkunjung sebagai bentuk kepedulian kepada kami umat Islam di Kampung Tatelek Pedalaman, Desa Manusak, Kabupaten Kupang. Ini sangat berarti bagi kami,” ujar Tohir.

Senyum ceria anak anak Desa Manusak usai menerima daging kurban
Senyuman tulus penerima manfaat kurban Dompet Dhuafa

Iduladha 1446 H di Desa Manusak dan berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur menjadi saksi nyata bagaimana semangat kurban menembus batas geografis, keyakinan, dan identitas. Melalui program THK Dompet Dhuafa hadir di tengah keterbatasan dan keberagaman, masyarakat saling menguatkan, saling membantu, tanpa memandang perbedaan. Kisah-kisah di Manusak, tempat para eks-transmigran Timor Timur menetap menjadi pengingat bahwa kurban sejatinya adalah tentang berbagi, menumbuhkan harapan bagi sesama. (Dompet Dhuafa)

Teks dan Foto : Anndini Dwi Putri
Penyunting : Dhika