Bakar Semangat Siswa SMART Ekselensia, Sensei Sugimoto: Ayo Berdakwah Hingga Mancanegara dan Berani Lihat Indonesia dari Luar

Group of young men and women standing in a semicircle outdoors, listening to a man in a cap who seems to be teaching.

BOGOR — Ada momen unik saat Sensei Sugimoto mengunjungi Aula Latihan Silat Kampung Djampang di kawasan terpadu Zona Madina Dompet Dhuafa di Bogor, Jumat (26/06/2026). Nilai-nilai bela diri yang kental di sana langsung mengingatkannya pada budaya tradisional Jepang.

“Luar biasa, silat pun menjadi jalur dakwah di sini. Silat ini seperti Dojo di Jepang,” kenangnya tersenyum.

Suasana makin hangat saat ia melangkah ke Sekolah SMART Ekselensia Indonesia. Para siswa menyambutnya dengan penampilan luar biasa dari Trashic, sebuah grup musik etnik yang seluruh alat musiknya memanfaatkan bahan daur ulang dari sampah. Kreativitas ini menuai apresiasi dari sang Dai asal Negeri Sakura itu.

Group of people standing in a shaded walkway, some greeting guests, with a child wearing a blue backpack in the foreground.
Group of people gathered under a flowering trellis in a shaded courtyard, with a man crouching by a small bucket while others watch.

Tak kalah mengejutkan, salah satu siswa SMART turut berkomunikasi langsung menggunakan bahasa Jepang yang fasih saat Sensei Sugimoto mengunjungi perpustakaan SMART Ekselensia. Di sana, Sensei Sugimoto dan istri juga memberikan motivasi yang membakar semangat para siswa. Ia berpesan agar generasi muda Indonesia berani melangkah keluar, melihat Tanah Air mereka dari perspektif global, dan berdakwah hingga mancanegara.

“Rajin semangat belajar sehingga semoga kelak kalian harus melihat Indonesia dari luar, agar kelak saat kembali, kalian tahu persis manfaat apa yang bisa kalian berikan untuk bangsa ini. Dan jangan lupa, Jepang juga membutuhkan sentuhan dakwah dari pemuda-pemuda hebat seperti kalian,” tutur Sensei Sugimoto memotivasi.

Baca juga: Perkuat Syiar Islam, Dompet Dhuafa Dukung Pembangunan Masjid Al Muttaqin sebagai Islamic Culture Center di Chiba, Jepang

Group of students and a faculty member pose outside a campus building, giving thumbs up on a sunny day.
A man in a gray shirt speaks into a microphone in a library, with several men standing nearby and listening. A group of men attend a talk inside a library, shelves to the left and a mural in the background.

Safari Dakwah Sensei Sugimoto ke Indonesia bukan sekadar kunjungan biasa. Ini adalah sebuah misi besar untuk mengampanyekan pentingnya menjaga dan membangun nilai-nilai keislaman di tengah lingkungan minoritas. Bagi generasi muda Muslim di Jepang, mempertahankan akidah di tengah pusaran modernitas adalah sebuah “perjuangan yang sunyi”.

Untuk menjembatani kebutuhan ruang dakwah dan pembinaan mualaf di sana, Dompet Dhuafa melalui Cabang bersama mitra di Jepang tengah bergerak mendirikan Masjid Al-Muttaqin di Chiba, Jepang. Masjid ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai Mualaf & Islamic Cultural Center.

Two women in hijabs exchange a document with a man in a dark cap inside a library, while another man watches in the background.
Two men wearing traditional hats converse in a bright, teal-carpeted lobby while others stand in line in the background.

Baca juga:Cerita Dai Ambassador: Islam, Ajaran dan Kasih Sayang, Kisah Mualaf Pekerja Migran di Jepang

Ayo ambil bagian menghadirkan rumah Allah di Jepang. Klik Hadirkan Masjid Permanen untuk Muslim di Chiba Jepang sekarang. Jadilah bagian dari hadirnya masjid untuk Muslim Jepang! (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil