LIBYA — Delegasi Indonesia dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) jalur darat dilaporkan masih bertahan di wilayah Libya setelah konvoi dihentikan sementara akibat situasi keamanan di jalur perlintasan yang belum kondusif, Senin (19/05/2026). Posisi rombongan saat ini berada di area perlintasan antara wilayah Libya bagian barat dan jalur menuju Libya timur, sambil menunggu perkembangan negosiasi dan keputusan lanjutan dari panitia internasional.
Kondisi tersebut membuat para delegasi untuk sementara menahan pergerakan sambil menunggu perkembangan situasi di lapangan. Di tengah keterbatasan akses komunikasi dan logistik, para delegasi tetap berupaya memberikan kabar kepada keluarga, masyarakat, serta perwakilan diplomatik Indonesia.
Delegasi Indonesia dalam rombongan GSF Land Convoy dari Dompet Dhuafa, Imam Al Faruk, yang berada dalam armada Khan Younes Bus, menyampaikan bahwa situasi di lapangan masih dinamis dan seluruh delegasi diminta mengikuti arahan keamanan selama berada di wilayah tersebut. Konvoi juga disebut masih menunggu hasil koordinasi lanjutan terkait kemungkinan pergerakan berikutnya.
Baca juga: Delegasi Global Sumud Flotilla Muat Bantuan Logistik untuk Masyarakat Gaza
Dalam laporan yang diterima dari delegasi di lapangan, situasi keamanan disebut semakin dinamis setelah aparat pengawal dari wilayah Libya Barat tidak lagi mendampingi rombongan konvoi. Sementara itu, akses menuju jalur berikutnya disebut masih dibatasi sehingga rombongan diminta menahan pergerakan sambil menunggu hasil komunikasi dan negosiasi yang dilakukan panitia GSF dengan otoritas setempat.
Delegasi juga menyampaikan adanya kekhawatiran terhadap kondisi keamanan di sejumlah titik perlintasan menuju Sirte. Berdasarkan informasi yang diterima di lapangan, terdapat potensi hambatan keamanan apabila rombongan memaksakan perjalanan menuju wilayah berikutnya. Selain itu, situasi keamanan di beberapa area disebut belum sepenuhnya stabil karena adanya kelompok-kelompok bersenjata di sekitar jalur perlintasan.

Namun demikian, berbagai informasi terkait situasi tersebut masih terus diverifikasi mengingat keterbatasan akses komunikasi dan perkembangan kondisi lapangan yang berubah cepat.
Sementara itu, berdasarkan hasil koordinasi bersama Steering Committee (SC) Global Overland Relief Convoy, panitia internasional masih memantau perkembangan situasi dan mempertimbangkan langkah strategis dalam menentukan keputusan perjalanan selanjutnya. Sejumlah pihak juga mengingatkan adanya potensi risiko keamanan apabila perjalanan tetap dilanjutkan dalam kondisi saat ini. Maka seluruh langkah yang diambil disebut mengedepankan aspek keselamatan seluruh delegasi internasional yang terlibat dalam konvoi kemanusiaan tersebut.
Di tengah kondisi yang serba terbatas, para delegasi dari berbagai negara dilaporkan dalam keadaan sehat. Rombongan jalur darat GSF terdiri dari berbagai unsur relawan kemanusiaan lintas profesi, seperti dokter, perawat, guru, juru masak, hingga insinyur yang membawa bantuan dan dukungan solidaritas bagi masyarakat Gaza, Palestina.
Baca juga: Dompet Dhuafa Kirim Delegasi dalam Misi Kemanusiaan ke Brussel, Dorong Kemerdekaan Palestina
GSF juga menegaskan bahwa misi ini merupakan gerakan kemanusiaan internasional yang melibatkan berbagai negara dan organisasi sipil dunia untuk menyerukan dibukanya akses kemanusiaan bagi Gaza. Dalam salah satu pesan internal yang beredar di kalangan delegasi, disebutkan bahwa perhatian dunia internasional terhadap situasi blokade Gaza perlu terus dijaga.
“Jika pada akhirnya mereka menolak tawaran kita dan memindahkan bantuan ke kapal menuju Mesir, maka dunia harus memahami bahwa Libya Timur dan Mesir menolak untuk membuka blokade. Kita harus melakukan sesuatu agar dunia memperhatikan situasi ini.”
Para delegasi juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menyuarakan dukungan kemanusiaan bagi Palestina dan mendoakan keselamatan seluruh delegasi yang sedang menjalankan misi. Sebagai wujud kepedulian tersebut, donasi kemanusiaan dapat disalurkan melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/jagapalestina untuk mendukung keberlanjutan bantuan bagi rakyat Palestina. (Dompet Dhuafa)
Teks: Nurul
Penyunting: Dhika

