Amalan malam Lailatul Qadar menjadi hal yang banyak dicari oleh umat Islam saat Ramadan memasuki sepuluh malam terakhir. Malam istimewa ini memiliki keutamaan yang luar biasa, lebih baik dari seribu bulan. Allah Swt. secara khusus menyebutkan keagungannya dalam Al-Qur’an, menjadikannya momen terbaik untuk meningkatkan ibadah dan memohon ampunan. Tapi, amalan apa saja yang dianjurkan agar kita benar-benar meraih keberkahan malam Lailatul Qadar? Yuk, kita bahas lebih dalam!
Keistimewaan Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an dan Hadis
Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Sebagaimana yang telah difirmankan Allah Swt. dalam Al-Qur’an Surat Al-Qadr ayat 1-3, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
Ayat tersebut menegaskan bahwa ibadah di malam lailatur qadar memiliki nilai yang jauh lebih besar dibanding ibadah selama bertahun-tahun. Rasulullah saw. juga sangat menganjurkan umatnya untuk bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir Ramadan. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda, “Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan. (HR. Bukhari No. 2017, Muslim No. 1169)”
Hadis ini menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar tidak memiliki tanggal pasti. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir agar tidak melewatkan malam penuh keberkahan ini.
Baca Juga: Khatam Al-Quran di Bulan Ramadan, Apa Untungnya?
Waktu Terjadinya Lailatul Qadar
Para ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi di antara sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama di malam-malam ganjil. Rasulullah juga menerangkan dalam sabdanya yang berbunyi, “Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan” (HR. Bukhari No. 2017).
Pendapat ini juga dikuatkan oleh banyak ulama, termasuk Imam As-Syafi’i dalam kitab Al-Umm, yang menyebutkan bahwa mayoritas ulama sepakat bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan. Namun, di dalam buku 10 Malam Akhir Ramadan karya Shabri Shaleh Anwar, Imam Ahmad meyakini bahwa malam Lailatul Qadar terjadi di malam ke-27, menjadi malam yang paling kuat indikasinya terjadi Lailatur Qadar.
Karena ketidakpastian ini, Rasulullah saw. menganjurkan agar kita tidak hanya fokus beribadah pada satu malam, tetapi berusaha maksimal di seluruh sepuluh malam terakhir. Dengan begitu, kita tidak akan melewatkan kesempatan emas untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.

Amalan Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan
Malam Lailatul Qadar bukan hanya tentang menunggu keberkahan, tetapi tentang bagaimana kita mengisinya dengan ibadah yang maksimal. Rasulullah saw. memberikan beberapa tuntunan tentang amalan malam Lailatur Qadar yang dapat kita tunaikan.
Shalat Menjadi Amalan Malam Lailatul Qadar untuk Memperoleh Ampunan
Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah shalat malam atau Qiyamul Lail. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari No. 1901, Muslim No. 760).
Shalat malam di Lailatul Qadar memiliki keutamaan luar biasa. Tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengampunan dosa. Kita bisa melaksanakan shalat tahajud, witir, atau shalat hajat pada sepuluh malam terakhir.
Baca Juga: Niat Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah, Lengkap dengan Doanya
Panjatkan Doa Sebagai Amalan Malam Lailatul Qadar
Selain shalat malam, memperbanyak doa juga sangat dianjurkan. Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang doa terbaik yang dapat dibaca pada malam Lailatul Qadar. Rasulullah menjawab dengan doa berikut:
“اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني”
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
(HR. Tirmidzi No. 3513, Ibnu Majah No. 3850)
Doa ini menjadi salah satu amalan yang paling dianjurkan di malam Lailatul Qadar. Dengan membacanya, kita memohon ampunan dari Allah Swt. dan berharap agar dosa-dosa kita dihapuskan.
Membaca Al-Qur’an Serta Memahami Artinya
Selain doa, membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan malam Lailatur Qadar yang utama, yang sebaiknya kita perbanyak pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Lailatul Qadar adalah malam ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan, sehingga menghidupkannya dengan membaca dan memahami makna kitab suci menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Rasulullah saw. Bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari No. 5027).
Membaca Al-Qur’an merupakan amalan malam Lailatul Qadar yang dapat menjadi sarana untuk mendapatkan keberkahan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jika memungkinkan, kita juga bisa membaca tafsirnya untuk lebih memahami pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an.
Amalan Malam Lailatul Qadar dengan Bersedekah
Amalan lain yang tidak kalah penting adalah bersedekah dan berbagi kepada sesama. Rasulullah saw. adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat saat Ramadan, terutama pada sepuluh malam terakhir (HR. Bukhari No. 1902, Muslim No. 2308). Bersedekah di malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan luar biasa, karena setiap amal ibadah di malam ini dilipatgandakan lebih baik dari seribu bulan.
Baca Juga: Nuzulul Quran 2025: Refleksi Diri di Bulan Ramadan
Bagaimana Jika Tidak Bisa Beribadah Sepanjang Malam?
Tidak semua orang mampu melaksanakan ibadah sepanjang malam. Ada yang harus bekerja, mengurus keluarga, atau memiliki keterbatasan kesehatan. Tapi, bukan berarti kita kehilangan kesempatan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar. Hal yang penting adalah niat dan usaha maksimal sesuai kemampuan.
Jika tidak bisa shalat tahajud semalaman, cukup lakukan beberapa rakaat dengan khusyuk. Ketika tidak bisa membaca banyak halaman Al-Qur’an, cukup baca beberapa ayat dengan penuh pemahaman. Saat tidak bisa bersedekah dalam jumlah besar, cukup dengan berbagi sesuai kemampuan. Allah Swt. melihat kesungguhan dan keikhlasan hamba-Nya, bukan seberapa banyak ibadah yang dilakukan.
Tunaikan Amalan Malam Lailatul Qadar bersama Dompet Dhuafa
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan dan lebih baik dari seribu bulan. Untuk meraih keutamaannya, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan bersedekah.
Karena waktu pastinya tidak diketahui, kita disarankan untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah yang maksimal. Tidak perlu khawatir jika tidak bisa beribadah semalaman, karena setiap usaha yang dilakukan dengan ikhlas tetap bernilai di sisi Allah. Semoga kita semua diberi kesempatan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar dan mendapatkan pengampunan dari Allah Swt. Sahabat juga dapat mengejar amalan malam Lailatur Qadar dengan menunaikan sedekah di Dompet Dhuafa. Semoga, kita semua dapat memperoleh keberkahan dari malam Lailatul Qadar. Aamiin yaa Rabbal alamin.


