Asa Pendidikan di Seberang Sungai: Ketika Perjalanan Sekolah adalah Pertaruhan Nyawa

SUKABUMI, JAWA BARAT – Setiap pagi, di Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, perjalanan menuju pencarian ilmu adalah sebuah perjuangan. Bagi para siswa Sekolah Dasar Negeri Ciloma dan SMPN 4 Cibitung, menyeberangi Sungai Cikaso bukanlah sekadar rutinitas, melainkan sebuah pertaruhan. Perahu-perahu lama yang mereka gunakan, peninggalan tahun 2019, sudah cukup uzur. Dindingnya bocor, kayunya keropos dimakan usia, namun tak ada pilihan lain.

Moda transportasi seadanya ini menjadi satu-satunya jembatan penghubung antara rumah dan bangku sekolah. Tanpa perahu, perjalanan mereka memutar lebih jauh dan lebih lama. Tak hanya siswa, para guru dan masyarakat umum pun bergantung pada perahu rapuh ini untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari pergi ke ladang, bekerja, hingga mengakses layanan kesehatan di puskesmas.

Baca juga: DMC Dompet Dhuafa Sigap Respon Bencana Banjir di Kendari: Evakuasi Hingga Layanan Kesehatan

Kondisi inilah yang menjadi pemicu keprihatinan mendalam. Keselamatan para penerus bangsa, serta mobilitas warga di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) ini, berada di ujung tanduk. Sebuah kebutuhan mendesak akan sarana transportasi yang aman dan layak begitu terasa, tak hanya untuk menunjang pendidikan, tetapi juga sebagai jalur evakuasi penting saat bencana alam melanda.

Baca juga: Srikandi DMC Ceritakan Rentetan Proses Evakuasi Penyintas Banjir di Bekasi

Melihat kenyataan pahit ini, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) hadir membawa harapan. Pada Kamis (17/07/2025), DMC Dompet Dhuafa mendonasikan dua unit perahu mesin baru bagi SDN Ciloma. Perahu-perahu berukuran panjang 9 meter, lebar 2 meter, dan ketebalan 3 cm ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol kepedulian dan investasi pada masa depan.

Tak hanya perahu, Dompet Dhuafa juga menyerahkan 46 pelampung (terdiri dari jenis anak-anak dan dewasa) serta dua ring buoy, untuk keselamatan. DMC Dompet Dhuafa turut membantu peremajaan dermaga perahu, melengkapinya dengan plang tanda yang jelas, memastikan akses yang lebih aman dan terstruktur.

Penyerahan simbolis ini dilakukan kepada Kepala SDN Ciloma, disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan; Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi, Deden Sumpena; serta tokoh masyarakat, dan wali murid setempat.

Baca juga: DMC Bantu Redakan Karhutla di Kalimantan Barat

Shofa Qudus, Kepala DMC Dompet Dhuafa, menegaskan bahwa bantuan ini adalah buah kolaborasi kebaikan yang mengedepankan kemaslahatan masyarakat. “Melihat kondisi di sini sesuai hasil asesmen, kami melihat kebutuhan perahu tambahan sangat penting. Selain guna untuk sarana transportasi siswa-siswi, guru atau masyarakat umum untuk aktivitas pendidikan maupun sehari-hari juga berguna untuk sarana evakuasi warga sekitar saat ada kejadian bencana alam,” ujarnya.

Deden Sumpena, Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, menyambut baik kolaborasi ini, menekankan pentingnya peran Dompet Dhuafa dalam siklus mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. “Kami juga mengajak kepada potensi relawan khususnya Dompet Dhuafa untuk tetap membantu concern terhadap wilayah Ciloma ini,” tambahnya.

Bagi Kepala SDN Ciloma, Mumus, bantuan ini adalah napas baru. “Apa yang telah Bapak/Ibu berikan, bukan hanya sekedar bentuk materi, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian, kasih sayang, dan semangat gotong royong yang sangat kami rasakan,” ucap Mumus dengan haru.

Dengan perahu yang baru, siswa-siswi kini dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman dan semangat. Warga pun dapat menggunakan perahu ini untuk berbagai keperluan umum, memastikan roda kehidupan di Desa Cibitung terus berputar. Semoga bantuan ini menjadi ikhtiar kebaikan para donatur dalam memberikan keamanan dan keselamatan hidup bagi warga, serta mewujudkan asa pendidikan yang tak lagi terhalang. (Dompet Dhuafa)

Teks dan Foto : Arifian Fajar, DMC
Penyunting : Dhika