Bayangin Kalau Tunjangan Rumah Anggota DPR Jadi Rumah Sehat Gratis

JAKARTA – Dilansir dari BBC News Indonesia, hingar-bingar informasi yang kita dengar soal gaji dan tunjangan anggota DPR, salah satu yang bikin ‘geleng-geleng kepala’ adalah tunjangan rumah Rp 50 juta per orang setiap bulan. Kalau kita hitung bersama, dengan jumlah anggota DPR sekarang ada 580 orang, artinya negara keluar duit Rp 29 miliar tiap bulan. Dalam setahun? Ya sekitar Rp 348 miliar. Itu cuma untuk tunjangan rumah aja, belum yang lain-lain.

Yuk, coba kita main imajinasi dikit. Gimana kalau duit segitu dialihkan buat bangun atau ngembangin rumah sakit gratis buat kaum dhuafa seperti Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa yang sudah berdiri di Kawasan Zona Madina, Bogor?

Buat yang belum tahu, RST itu semua biaya ditanggung dari dana ZISWAF (zakat, infaq, wakaf, dan sedekah. Di sana ada fasilitas lengkap: IGD 24 jam, ICU, ruang operasi, poli spesialis, sampai hemodialisa. Singkatnya, fasilitas modern tapi buat orang yang kesulitan biaya.

Dulu tahun 2012, waktu resmi berdiri pertama kali, biaya RST sekitar Rp 30 miliar. Sekarang dengan peralatan canggih dan gedung yang makin gede, investasi yang sudah masuk ke RST nilainya mungkin tembus sekitar Rp 100 miliar.

Baca juga: RS Rumah Sehat Terpadu Raih Penghargaan, BPJS Cibinong: RST Rumah Sakit Paling Berkomitmen

Kalau Rp 348 miliar (tunjangan rumah anggota DPR setahun) dipakai buat bangun RST, kira-kira hasilnya bisa bangun 3-4 RST baru dengan fasilitas lengkap di berbagai daerah. Bayangin, dengan tambahan tiga rumah sakit gratis, berapa banyak warga dhuafa yang bisa dapat layanan kesehatan layak tanpa pusing mikirin biaya.

Kalau uang tunjangan rumah ini beneran dialihkan, manfaatnya bisa langsung terasa. Pasien dhuafa bisa berobat tanpa harus milih “bayar sekolah anak atau beli obat”, daerah terpencil yang minim fasilitas kesehatan bisa dapet akses lebih baik, dan tenaga medis juga punya ruang gerak lebih luas untuk melayani, tanpa terbentur masalah administrasi.

Baca juga: RS RST Perkuat Upaya Pengentasan TBC bersama Para Kapus Kabupaten Bogor

Intinya, dana Rp 348 miliar bisa jadi investasi kesehatan jangka panjang buat rakyat. Bandingin sama tunjangan rumah yang habisnya ya pada gaya hidup segelintir orang. Nggak ada yang salah punya tunjangan rumah. Tapi kalau ditanya, lebih penting rumah mewah pejabat yang dananya dari rakyat, atau rumah sakit gratis buat rakyat? Jawabannya mungkin sudah jelas di kepala kita masing-masing.

Kadang, buat bikin Indonesia lebih sehat dan adil, bisa dengan mindahin anggaran ke hal-hal yang lebih berdampak luas. Tapi tenang aja, kita semua tetap bisa kok bikin anggaran berdampak luas seperti di RST, klik aja: Wakaf Inkubator untuk Bayi Kritis di NICU, insha Allah bermanfaat luas. (Dompet Dhuafa)

Teks dan Ilustrasi : Dhika
Penyunting : Dedi Fadlil