Sebelum era modern, bersedekah mungkin identik dengan kotak amal yang berkeliling atau kunjungan langsung ke panti asuhan. Namun, zaman mengalami banyak perkembangan dan perubahan. Hari ini, di balik layar ponsel pintar yang selalu ada dalam genggaman, sebuah revolusi filantropi sedang berlangsung. Di garda terdepan perubahan ini, Generasi Z tampil sebagai motor penggerak utamanya dan menghadirkan istilah sedekah digital.
Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dengan 86,7% penduduknya beragama Islam, memiliki potensi filantropi yang sangat besar. Tren ini diperkuat dengan peningkatan penggunaan donasi digital yang signifikan, yakni sebesar 72%. Generasi Z memegang peran kunci dalam lonjakan ini; tingkat partisipasi mereka dalam berdonasi digital meningkat tajam dari 35% menjadi 51%, bahkan melampaui partisipasi generasi milenial yang berada di angka 40%.
Bagi mereka, ponsel bukan sekadar alat hiburan, melainkan jembatan empati. Ketika sebuah aplikasi menampilkan kisah anak yatim yang membutuhkan bantuan biaya sekolah atau pangan, teknologi memberikan akses instan bagi Gen Z untuk berbagi. Ini adalah bentuk digital empathy sebuah koneksi batin yang muncul meski tanpa harus bertemu langsung.
Generasi Z adalah generasi yang sangat data-driven atau kritis terhadap informasi. Sebelum menyisihkan hartanya, mereka memastikan tiga hal, yaitu transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan. Mereka menaruh kepercayaan pada platform yang bisa dipertanggungjawabkan. Bagi mereka, donasi bukan lagi tentang memberi “asal sampai”, tapi memastikan bantuan tersebut benar-benar tersalurkan kepada pihak yang membutuhkan. Selain itu, pengaruh rekomendasi dari teman atau tokoh yang mereka ikuti di media sosial membuat gerakan kebaikan ini menular dengan sangat cepat secara organik.
Lebih dari sekadar tren, bersedekah memiliki keutamaan yang luar biasa, yakni sebagai penolak bala.
Rasulullah Saw bersabda:
“Bersegeralah untuk bersedekah. Karena musibah dan bencana tidak bisa mendahuluinya”
(HR Muslim)
Keyakinan bahwa sedekah dapat menutup 70 pintu keburukan sebagaimana hadis riwayat At-Thabrani menjadi motivasi mendalam bagi Generasi Z untuk menjadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup mereka.
Sedekah digital di kalangan Generasi Z membuktikan bahwa teknologi tidak mematikan kedermawanan, justru memperluas jangkauannya. Ketika seorang pemuda menyisihkan uang sakunya melalui aplikasi di tengah aktivitasnya, ia sedang menanamkan nilai bahwa di balik kecanggihan gawai, ada tanggung jawab sosial yang harus dipenuhi.
Mari salurkan kebaikan dengan cara yang lebih mudah dan bermakna. Dunia mungkin bergerak cepat, namun langkah nyata Anda dapat mengubah hidup seseorang. Salurkan sedekah digital terbaik Anda sekarang juga melalui Dompet Dhuafa dan jadilah bagian dari perubahan hari ini. (Dompet Dhuafa)
Penulis: Roseta
Penyunting: Dhika

