Cerita Dai Ambassador: Jejak Cahaya Islam dari Golden Mosque Filipina (Bagian 2, Habis)

Suasana jamaah salat di Golden Mosque Manila, Filipina.

MANILA, FILIPINA — Sebagai seorang dai yang mendapat amanah dari Dompet Dhuafa, Salman Al Farisi menyaksikan langsung bagaimana Islam di Filipina tumbuh dalam kesederhanaan, namun penuh keteguhan. Baginya, di tengah keterbatasan fasilitas dan tantangan sosial, semangat belajar dan berdakwah tidak pernah padam.

Anak-anak kecil berlarian di halaman masjid dengan wajah ceria. Para ibu duduk melingkar dalam majelis taklim. Para ayah berbincang tentang masa depan pendidikan generasi mereka. Semua itu mengingatkan bahwa dakwah bukan hanya tentang ceramah di mimbar, tetapi tentang merawat harapan.

Sebagai pendakwah di negeri minoritas, Salman melihat Golden Mosque berdiri sebagai simbol bahwa Islam tetap hidup, meski menjadi minoritas. Ia mengajarkan bahwa jumlah bukanlah ukuran kekuatan. Keteguhan iman dan persaudaraanlah yang menjadi fondasi.

Suasana jamaah salat di Golden Mosque Manila, Filipina.
Suasana jamaah salat di Golden Mosque Manila Filipina

Baca Juga: Cerita Dai Ambassador: Jejak Cahaya Islam dari Golden Mosque Filipina (Bagian 1)

Menguatkan Ukhuwah Asia Tenggara

Sejarah Islam di Filipina juga tak bisa dilepaskan dari keterkaitannya dengan Indonesia dan Malaysia. Jaringan ulama dan pedagang dahulu telah menghubungkan Mindanao dengan Sulawesi dan Kalimantan. Hubungan itu kini menemukan bentuk barunya melalui kerja sama dakwah, pendidikan, dan kemanusiaan.

“Kunjungan saya ke Golden Mosque menjadi pengingat bahwa tugas dakwah lintas negara bukan sekadar misi organisasi. Tetapi setelah saya tarik lebih dalam, ini adalah panggilan sejarah. Kita diikat oleh akidah yang sama, oleh kalimat tauhid yang sama,” papar Salman Al Farisi kepada tim Dompet Dhuafa pada Minggu (22/2/2026) malam.

Suasana di Golden Mosque Manila, Filipina.
Suasana di Golden Mosque Manila Filipina

Ia menambahkan, di pelataran masjid itu, Salman menengadahkan doa: semoga Allah menjaga umat Islam Filipina. Menguatkan para dai dan guru mereka, serta menjadikan setiap langkah kecil dakwah yang ia emban sebagai bagian dari mozaik besar kebangkitan Islam di Asia Tenggara.

“Golden Mosque bukan hanya bangunan berwarna emas. Masjid itu adalah cahaya. Dan, cahaya itu, insyaAllah, akan terus bersinar,” pungkasnya.

 

Teks dan Foto: Salman Al Farisi (Dai Ambassador Dompet Dhuafa 2026)

Editor: Taufan YN