LONDON, INGGRIS — Hembusan angin dingin langsung menyapa begitu kaki melangkah keluar dari Bandara Heathrow. Februari di London memang masih setia dengan suhu yang menusuk tulang, namun hatiku justru terasa hangat. Sebuah petualangan baru dimulai. Sebagai Da’i Ambassador yang dikirim Dompet Dhuafa ke Inggris, Bahrul Ulum tak hanya membawa misi dakwah. Tetapi juga rasa penasaran yang besar: bagaimana sesungguhnya wajah Islam di negeri Ratu Elizabeth ini? Itu menjadi pertanyaan besar baginya.

Bahrul Ulum mengisahkan, perjalanan menuju pusat kota London di dalam kendaraan Kedutaan Besar Republik Indonesia yang mewah menjadi pengantar sempurna. Di sepanjang jalan, mataku dimanjakan oleh pemandangan khas Inggris yang selama ini hanya kulihat di layar kaca. Deretan rumah-rumah bergaya Victoria dengan susunan bata merah yang rapi, jendela-jendela kecil dengan ambang jendela berwarna putih, dan sesekali terlihat pub tradisional dengan papan nama yang bergoyang tertiup angin. Sungguh kontras dengan hiruk-pikuk Jakarta yang ia tinggalkan sementara waktu.

Baca Juga: Cerita Dai Ambassador: Menjaga Aqidah dan Identitas Anak Muslim Di Bremen, Jerman
“Yang paling menarik perhatianku bukan sekadar arsitektur bangunannya. Di beberapa sudut jalan, saya mulai melihat pemandangan yang tak terduga. Ada wanita dengan hijab modern memakai jaket musim dingin berjalan santai sambil mendorong kereta bayi. Kemudian ada juga restoran halal yang berjejer di sepanjang jalan. Bahkan terdapat distrik-distrik yang masyarakatnya berasal dari Arab, atau distrik Pakistan,” cerita Bahrul Ulum kepada tim Dompet Dhuafa, pada Selasa (24/2/2025) malam.

Ia Kembali mengisahkan, ada hal yang sangat membagakan baginya, yaitu Rumah Makan Madura yang pelanggannya orang bule dengan menu khas Madura dan Indonesia. Selintas terlontar kata “Subhanallah,” di dalam hati. Seolah London ingin segera memperkenalkan diri sebagai kota yang ramah muslim. Bahkan juga terpatri budaya dan kuliner Indonesia di salah satu sudutnya.
Teks dan Foto: Bahrul Ulum, Dai Ambassador Dompet Dhuafa penugasan Inggris
Penyunting: Taufan YN

