LAMPUNG — Adalah Yuliani (57), warga Desa Sentra Tahu, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, seorang perempuan yang bertahan dan bangkit lewat usaha peternakan. Ibu dua anak ini berupaya sekeras mungkin untuk bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang kuliah dengan usaha seorang diri. Sang anak pun kini telah berhasil menjadi sarjana Manajemen Kehutanan dengan Kompetensi Jaminan Mutu Pangan. Yuli berharap, anaknya bisa meneruskan profesi dirinya sebagai peternak.
Perjalanan hidup Yuliani tidak sederhana. Pada 2001–2010, ia bekerja sebagai pengepul rongsokan. Usahanya berhenti ketika ia harus merawat suami yang sakit hingga kondisi ekonomi keluarga menurun. Demi memastikan anak-anaknya tetap bisa sekolah hingga perguruan tinggi, Yuliani memutuskan bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan selama enam tahun.
Sepulang dari negeri seberang, ia memulai usaha peternakan dengan 20 ekor kambing. Ia memilih untuk tinggal di kawasan kandangnya seorang diri, demi menikmati suasana yang tenang dan asri. Dunia ternak bukan hal baru baginya. Sejak kecil, ia terbiasa melihat orang tuanya bertani dan beternak. Menurutnya, pekerjaan yang paling bisa bertahan dalam kondisi apa pun adalah peternakan dan pertanian.


Baca juga: Ekonomi Tengah Sulit, Kurban ke Pelosok Makin Dibutuhkan
Dalam perjalanannya, Yuliani pernah menghadapi masa sulit saat ternaknya terserang penyakit parasit darah. Ia juga sempat diragukan oleh lingkungan sekitar. Namun, Yuli tetap bertahan, belajar, dan memperbaiki cara merawat ternaknya. Hasilnya, usaha yang dirintis perlahan menjadi sumber penghasilan yang stabil bagi keluarganya.
“Mungkin ini anugerah. Apa yang bisa saya lakukan, ya saya lakukan. Saya sudah tidak melihat umur. Saya optimis saja menjalaninya,” ujarnya.
Yuliani berharap, anak-anaknya kelak bisa meneruskan usaha yang telah ia bangun. Ia juga ingin berbagi ilmu peternakan kepada masyarakat sekitar agar makin banyak warga yang bisa mandiri secara ekonomi.
Sejak bergabung dan bermitra dengan Dompet Dhuafa Cabang Lampung pada 2024, usaha peternakan Yuli pun makin berkembang. Pendapatan yang lebih stabil membuatnya bisa memenuhi kebutuhan keluarga dengan lebih tenang. Di sisi lain, ia merasa bangga karena hewan ternak yang dirawatnya bisa menjadi hewan kurban yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.
Rios, pendamping program DD Farm yang juga fokus pada Program Tebar Hewan Kurban (THK), menjelaskan bahwa setiap tahun harus memastikan mitra peternak yang dipilih benar-benar jujur, kompeten, amanah, dan memiliki pengaruh baik di masyarakat. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kualitas hewan kurban, karena Dompet Dhuafa memiliki standar Quality Control (QC) yang ketat sebelum hewan dinyatakan layak distribusi.


Yuliani awalnya hanya bermitra sebagai penyuplai pakan ternak. Namun, melihat konsistensi, ketekunan, dan cara Yuliani merawat ternaknya, Dompet Dhuafa Lampung kemudian memberikan kepercayaan lebih besar.
“Bu Yuli itu awalnya hanya bantu suplai pakan. Tapi kami melihat langsung bagaimana cara beliau merawat ternak, kedisiplinannya, dan komitmennya. Dari situ kami percaya, dan sekarang beliau ikut terlibat dalam pengelolaan Tebar Hewan Kurban bersama kami,” jelas Rios.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan Yuliani tidak hanya berdampak pada keluarganya, tetapi juga memberi manfaat lebih luas melalui program kemanusiaan yang dijalankan Dompet Dhuafa Lampung. Dan ia bisa membuktikan bahwa perempuan juga bisa melakukan apa yang ia mau.
“Perempuan tidak cukup hanya bergantung. Kita tidak tahu sampai kapan bisa bergantung pada suami. Perempuan harus bisa berdaya, bisa mencari nafkah tanpa mengabaikan keluarga,” kata Yuliani.
Baca juga: Menghidupkan Kemanusiaan Melalui Kurban: Dari Filosofi hingga Aksi Nyata ke Pelosok Negeri

Bagi Yuliani, setiap hewan yang dirawat bukan hanya soal usaha, tetapi juga tentang manfaat yang bisa sampai kepada mereka yang membutuhkan. Bagi banyak perempuan di sekitarnya, Yuliani bukan hanya peternak, tetapi sosok inspiratif yang membuktikan bahwa perempuan bisa tetap mengurus keluarga sekaligus berdiri mandiri secara ekonomi.
Inilah sebuah siklus kebermanfaatan. Kurban Anda tidak berhenti di satu tempat, ia mengalir, memberdayakan, dan menghidupkan. Mari berkolaborasi lagi tahun ini. Sempurnakan ibadahmu, luaskan manfaatmu. Setiap pekurban yang berkurban melalui digital.dompetdhuafa.org/kurban di Dompet Dhuafa telah ikut berkontribusi memberdayakan para peternak kecil. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Ayu Nadia, Aryo Prasojo
Penyunting: Dhika

