ACEH — Di sebuah rumah sederhana di Banda Aceh, kehangatan sudah terasa sejak langkah pertama tiba di pintunya. Bukan karena megahnya bangunan, tapi karena ketulusan yang ada dan tumbuh di dalamnya. Ialah Shelter Sehati, rumah singgah Dompet Dhuafa Aceh, tempat beristirahat para keluarga pasien dari pelosok daerah yang sedang berjuang menemani anggota keluarganya untuk sembuh. Terbatasnya biaya dan jauhnya jarak dari tempat berobat dengan rumah membuat mereka singgah di Shelter Sehati Dompet Dhuafa.
Selama dua tahun berjalan, Shelter Sehati menjadi harapan bagi banyak keluarga. Salah satunya bagi Rosnaini (45) dan keluarga. Sudah sekitar tujuh bulan Rosnaini menggantungkan harapan hidup dirinya dan keluarganya di rumah singgah ini.
Rosnaini berkisah, suaminya, Harmaini, sudah 15 tahun menahan sakit patah kaki akibat kecelakaan saat menjadi kuli bangunan di Malaysia. Sembilan tahun terakhir, ia juga hidup dengan stroke akibat pecah pembuluh darah.
“Obatnya tidak boleh putus. Tapi kalau harus bolak-balik dari kampung, perjalanannya enam jam. Biayanya kami tidak sanggup,” tutur Rosnaini.

Di Shelter Sehati, Rosnaini datang bersama suami dan dua anaknya. Anak sulungnya kini berjuang menyelesaikan semester akhir kuliah sambil menghadapi penyakit saraf. Anak keduanya, seorang mahasiswi, juga harus bolak-balik berobat. Satu anaknya lagi tinggal di kampung, menunda kuliah karena keadaan ekonomi keluarga. Di sinilah perjuangan Rosnaini dimulai setiap hari. Merawat suami, menguatkan anak-anak, dan mencari cara bertahan di tengah keterbatasan.
Sejak sang suami tak bisa mencari nafkah, Rosnaini mengandalkan usaha kecilnya di rumah. Ia membuat kue seperti donat, risol, martabak, dan kue lapis, lalu menitipkannya ke warung-warung. Namun, bisnis kecil itu harus ia tinggalkan karena kini seluruh waktunya tercurah untuk menemani suaminya berobat di Banda Aceh.
Rosnaini kini berjuang menemani sang suami tanpa pekerjaan, tanpa kendaraan, juga tanpa kemampuan membayar tempat tinggal. Itulah mengapa Shelter Sehati jadi sangat berarti bagi Rosnaini. Sebab, di sinilah ia bisa tinggal dengan cuma-cuma dan menaruh harapan agar hidup keluarganya tetap bisa berjalan.
“Kalau tidak ada Shelter Sehati, entah kami tidur di mana. Shelter ini sangat membantu keluarga yang tidak punya apa-apa,” ucapnya menahan tangis.


Baca juga: Rihlah Ceria, Dukungan Dompet Dhuafa Bagi Pasien dan Pendamping Shelter Sehati
Berdiri sejak Januari 2023, Shelter Sehati Aceh telah menjadi saksi bagi puluhan keluarga yang datang dari berbagai daerah di Aceh untuk berjuang sembuh. Dengan empat kamar tidur, termasuk satu kamar bagi pengurus, setiap minggunya tim Dompet Dhuafa Aceh mengantarkan kebutuhan dapur seperti beras, lauk-pauk, gas, hingga bahan pokok lainnya.
Shelter Sehati bukan hanya ruang beristirahat, tetapi juga simbol nyata bagaimana zakat bekerja untuk kemanusiaan. Di tempat ini, penerima manfaat tidak hanya mendapatkan atap dan makanan, tapi juga rasa tenang, dukungan moral, dan kesempatan untuk terus berjuang melawan sakit tanpa takut akan biaya.
“Harapan kami, Shelter Sehati terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pasien dari pelosok. Zakat yang ditunaikan para donatur benar-benar memberi dampak nyata di sini,” tutur Mulya, Manajer Program Dompet Dhuafa Aceh. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Surnawati
Penyunting: Ronna

