Dai Ambassador Obati Kerinduan Diaspora Prancis Terhadap Ilmu Agama

Ustaz Ahmad Zulfiqar bersama jemaah WNI dan diaspora Paris, Prancis.

PRANCIS — Pada Ramadan 1446 H, KBRI Paris bekerjsa sama dengan Perhimpunan Masyarakat Islam Indonesia di Prancis (PERMIIP) menggelar ragam kegiatan ibadah untuk menyemarakkan bulan suci bersama Warga Negara Indonesia di Prancis. Mulai dari kajian bakda Zuhur, kajian jelang buka, buka puasa bersama WNI juga diaspora muslim di Paris, salat Isya dan Tarawih berjemaah, dan sebagainya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini PERMIIP kembali bermitra dengan Dompet Dhuafa untuk mendukung kegiatan Ramadan di Prancis. Di mana Dompet Dhuafa mengirimkan dai terbaiknya melalui Program Dai Ambassador 2025. Tahun ini, Dompet Dhuafa mengirimkan Ustaz Ahmad Zulfiqar sebagai Dai Ambassador Prancis untuk mengemban amanah dakwah mulai 1 Ramadan 1446 H.

Dai Ambassador Dompet Dhuafa penugasan Prancis, Ustaz Ahmad Zulfiqar, tiba di KBRI Paris, Prancis.
Dai Ambassador Dompet Dhuafa penugasan Prancis Ustaz Ahmad Zulfiqar tiba di KBRI Paris Prancis

Diaspora Haus Ilmu Agama

Setibanya di Paris, Ustaz Ahmad Zulfiqar disambut oleh jajaran KBRI Paris yang menjelaskan secara singkat tentang kondisi WNI muslim juga diaspora di Paris. Koordinator Program Ramadan sekaligus perwakilan PERMIIP menyatakan bahwa banyak komunitas dan WNI sangat antusias menunggu jadwal kajian dan kegiatan selama Ramadan 1446 H. Kedatangan Dai Ambassador Dompet Dhuafa pun disambut baik dan penuh antusias oleh mereka.

Hampir setiap hari ada puluhan hingga ratusan diaspora maupun WNI yang semangat mengikuti kajian dan pelbagai program Dompet Dhuafa. Selain menyiarkan dakwah Ziswaf, Ustaz Ahmad Zulfiqar juga menjelaskan kajian aplikatif seperti fikih puasa, kajian hadis, fikih, dan sebagainya.

Baca juga: Belasan Dai Ambassador 2025 Siap Bawa Misi Dakwah Pemberdayaan di 11 Negara

Dai Ambassador Dompet Dhuafa penugasan Prancis, Ustaz Ahmad Zulfiqar, saat mengisi kajian jelang buka puasa di kompleks KBRI Paris.
Dai Ambassador Dompet Dhuafa penugasan Prancis Ustaz Ahmad Zulfiqar saat mengisi kajian jelang buka puasa di kompleks KBRI Paris

Ramadan Selalu Dinanti

Ramadan selalu dinanti oleh umat muslim sedunia, tak terkecuali bagi para WNI dan diaspora di Paris. Ramadan menjadi momentum yang paling ditunggu, karena di bulan ini para diaspora dapat kembali memperdalam ilmu agama sekaligus bersilaturahmi lewat kajian maupun agenda buka bersama yang digelar KBRI Paris.

Saking antusiasnya, komunitas muslim Indonesia yang tergabung dalam naungan PERMIIP pun berebut jadwal untuk mengadakan kajian di tempat komunitas masing-masing. Tentu, dengan mengundang Dai Ambassador Dompet Dhuafa.

Tak sedikit WNI dan diaspora yang menikah dengan Warga Negara Perancis. Mereka pun memilih untuk memeluk agama Islam. Ramadan ini menjadi momen bagi mereka para mualaf untuk memperdalam lagi pengetahuan tentang Islam.

Ustaz Ahmad Zulfiqar bersama jemaah WNI dan diaspora Paris, Prancis.
Ustaz Ahmad Zulfiqar bersama jemaah WNI dan diaspora Paris Prancis
Ustaz Ahmad Zulfiqar bersama jemaah WNI dan diaspora Paris, Prancis.
Ustaz Ahmad Zulfiqar bersama jemaah WNI dan diaspora Paris Prancis

Baca juga: Dai Ambassador Korsel Isi Khotbah Idulfitri di Podium Altar Gereja, Jemaah Luber hingga ke Rooftop

Kerinduan Terhadap Azan dan Bacaan Al-Qur’an

Satu hal yang menjadi kerinduan mendalam kaum muslimin di Paris, yaitu lantunan suara azan. Tidak seperti di Indonesia di mana suara azan dapat terdengar jelas bersahutan ketika memasuki waktu salat.

Di negara Prancis, tidak akan pernah terdengar lantunan azan karena memang mengumandangkan azan secara lantang tidak dibenarkan. Kaum muslimin di sana hanya bisa mendengar azan ketika mereka mendatangi masjid untuk menunaikan salat berjemaah.

Demikian halnya dengan bacaan Al-Qur’an atau murottal yang biasa dilantunkan sebelum memasuki waktu salat di Indonesia. Warga muslim Prancis tak pernah mendengarnya. Tak heran bila mereka begitu merindukan lantunan suara azan dan bacaan Al-Qur’an. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dai Ambassador penugasan Prancis, Ustaz Ahmad Zulfiqar
Penyunting: Ronna