Dapur Umum yang Mengepul jadi Semangat Warga untuk Berkumpul

TAMIANG, ACEH — Asap tipis mengepul dari Pos Dapur Umum Dompet Dhuafa di Kampung Menang Gini, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Di belakang panci-panci besar yang terus diaduk, tampak sosok Zainab (55) bersama beberapa relawan lainnya sibuk menyiapkan makanan. Menu hari itu, Sabtu (13/12/2025) sore, sederhana, terdiri dari nasi, tempe, dan sarden. Namun jumlahnya tak sedikit. Sekitar 500 porsi disiapkan untuk dibagikan kepada para penyintas banjir bandang dan longsor di Tamiang.

Di belakang dapur umum, sebuah gedung difungsikan sebagai tempat pengungsian. Ada sekitar 60 warga Kampung Menang Gini bertahan di sana. Mereka menunggu air surut sambil sedikit demi sedikit mulai membersihkan rumah dari dampak tebalnya lumpur.

Dapur umum ini bukan hanya untuk para pengungsi yang berada di sana. Menurut Zainab, siapa pun yang melintas, baik penyintas, relawan, maupun warga sekitar, dipersilakan singgah dan menikmati makanan. Bahkan jika harus menambah porsi pun diperkenankan.

Suasana Dapur Umum Dompet Dhuafa di Kampung Menang Gini, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Suasana Dapur Umum Dompet Dhuafa di Kampung Menang Gini Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang
Suasana Dapur Umum Dompet Dhuafa di Kampung Menang Gini, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Suasana Dapur Umum Dompet Dhuafa di Kampung Menang Gini Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang

Sudah enam hari, Dapur Umum Dompet Dhuafa berdiri dan menjadi denyut kehidupan warga Menang Gini. Setiap harinya, makanan disiapkan dua hingga tiga kali, masing-masing sekitar 500 porsi. Menunya mungkin sederhana, namun keberadaannya menjadi penopang utama warga yang kehilangan rumah, dapur, bahan makanan, bahkan semangat akibat banjir bandang.

Sebelum dapur umum ini berdiri, Zainab dan warga sempat memasak secara seadanya. Kayu-kayu sisa banjir digunakan sebagai tungku darurat. Sebelumnya lagi, saat akses jalan masih belum terbuka, warga bertahan hidup dari makanan-makanan yang telah hanyut.

Baca juga: Dompet Dhuafa dan PARFI 56 Hadirkan Kehangatan Lewat Dapur Umum dan Layanan Kemanusiaan untuk Penyintas Banjir Aceh

Dapur Umum Dompet Dhuafa selain sebagai tempat untuk memasak, juga menjadi ruang berkumpul, berbagi cerita, dan menguatkan satu sama lain. Selama dapur ini masih mengepul, warga akan terus semangat untuk berkumpul, serta saling menguatkan.

“Enak lah ada dapur umum gini. Jadi senang, ramai, canda-canda bersama di sini. Biarpun makan seadanya, tapi ramai-ramai jadi senang. Suntuk-suntuk pun tak ada lagi,” ujar Zainab sambil tersenyum.

Relawan Dompet Dhuafa menurunkan bahan-bahan makanan pokok untuk Dapur Umum Dompet Dhuafa di Kampung Menang Gini, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Relawan Dompet Dhuafa menurunkan bahan bahan makanan pokok untuk Dapur Umum Dompet Dhuafa di Kampung Menang Gini Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang
Ibu Zainab di Dapur Umum Dompet Dhuafa, Kampung Menang Gini, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Zainab di Dapur Umum Dompet Dhuafa Kampung Menang Gini Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang

Menurutnya, dapur umum hampir tak pernah sepi. Bahkan hingga malam hari, warga masih berkumpul, bercanda, dan saling menguatkan. Selama ada makanan, selama ada kebersamaan, beban terasa lebih ringan.

Hal yang tak banyak orang tahu, Zainab sendiri merupakan korban banjir. Rumahnya memang tidak roboh sepenuhnya. Namun, bagian belakang rusak parah. Lumpur menggenangi seisi rumah. Hingga kini pun belum dibersihkan. Ia tinggal sendirian, tanpa cukup tenaga untuk membereskan rumah. Ia pun bingung ke mana tempat membuang lumpur.

Alih-alih larut dalam kesedihan, Zainab memilih jalan lain. Ia menetap di pengungsian dan mengabdikan diri sebagai relawan juru masak di Dapur Umum Dompet Dhuafa. Ia selalu semangat untuk memasak, sejak pagi hari hingga malam, lalu bermalam di pengungsian.

“Biar saja rumah seperti itu dulu. Yang penting kita makan. Karena itu lebih penting agar kita masih tetap hidup,” tuturnya lirih.

Para relawan Dompet Dhuafa bersama Ibu Zainab di Dapur Umum Dompet Dhuafa, Kampung Menang Gini, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Para relawan Dompet Dhuafa bersama Zainab di Dapur Umum Dompet Dhuafa Kampung Menang Gini Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang
Relawan Dapur Umum Dompet Dhuafa, Kampung Menang Gini, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Relawan Dapur Umum Dompet Dhuafa Kampung Menang Gini Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang

Ia mengaku stres jika harus terus memikirkan kondisi rumahnya. Di dapur umum, ia menemukan pelarian sekaligus kekuatan. Sebab dapur umum selalu saja ramai, banyak tawa dan rasa yang berguna bagi orang lain.

“Kalau di dapur umum gini kan enak, ramai. Bercanda bersama warga di sini,” tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Fikri Rozan, relawan Dompet Dhuafa Volunteer Riau, setiap hari bertugas mengantarkan bahan pangan ke dapur umum Kampung Menang Gini. Ia menjelaskan bahwa kawasan ini menjadi salah satu titik perhatian utama Dompet Dhuafa karena dampak banjir bandang yang sangat parah.

Hampir seluruh pemukiman warga Kampung Menang Gini terancam digilas gelondongan kayu besar yang terbawa arus dari hulu sungai. Luapan air membawa lumpur dan material kayu dengan daya hantam yang luar biasa.

Baca juga: Bantuan Air Bersih, Dapur Umum, hingga Pos Kesehatan untuk Penyintas Banjir Bali

Relawan Dompet Dhuafa meninjau kondisi salah satu lokasi di Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, yang menjadi salah satu titik terparah yang terdampak banjir bandang di Aceh.
Relawan Dompet Dhuafa meninjau kondisi salah satu lokasi di Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang yang menjadi salah satu titik terparah yang terdampak banjir bandang di Aceh
Kondisi salah satu lokasi di Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, yang menjadi salah satu titik terparah yang terdampak banjir bandang di Aceh.
Kondisi salah satu lokasi di Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang yang menjadi salah satu titik terparah yang terdampak banjir bandang di Aceh

Namun, sebuah gedung pesantren di sekitar lokasi menjadi penahannya. Sehingga sebagian besar kayu besar tertahan dan tidak sepenuhnya menghantam rumah warga. Meski begitu, kerusakan tetap tak terhindarkan. Banyak rumah warga rusak parah akibat hantaman kayu dan air.

Di tengah kehancuran itu, Dapur Umum Dompet Dhuafa hadir menyajikan makanan. Di samping itu, kehadiran para relawan Dompet Dhuafa yang datang dari berbagai daerah menjadi penyulut harapan, bahwa ada banyak kepedulian yang datang menyatukan.

Sahabat! Kita semua bisa ikut mengambil peran. Uluran tangan kita sangat berarti untuk memastikan dapur umum tetap menyala, bantuan pangan terus tersedia, dan para penyintas bisa bertahan hingga pulih kembali. Mari salurkan donasi terbaik kita melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/bangkitsumatera. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika