Dari Panggung Yatim Got Talent: Kisah Safa dan Amelia Ubah Keterbatasan Jadi Kekuatan

BOGOR — Senja di Pondok Kapilih, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, terasa lebih hangat oleh letupan semangat dari ratusan anak yatim. Mereka berkumpul dalam perhelatan Youth Expression Festival 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa, pada Selasa-Rabu (28-29/10/25). Festival ini menjadi panggung bagi 110 peserta untuk menampilkan bakat dan cerita, membuktikan bahwa status yatim bukanlah akhir dari mimpi.

Dua sosok yang paling menyita perhatian adalah Safa Fitria Oktaviani dan Amelia Imelda, remaja yatim yang berhasil mengubah kegugupan dan keterbatasan menjadi prestasi dan inspirasi.

Safa Fitria Oktaviani, tampil pertama kali dengan langkah gugup di panggung Yatim Got Talent. Di bawah sorot lampu, suara gamblangnya yang berbicara dalam bahasa Inggris langsung menyita perhatian penonton. Penampilannya itu terjadi secara mendadak.

“Aku sebenarnya gugup banget, soalnya aku jadi peserta Yatim Got Talent itu mendadak. Harusnya temanku yang jadi peserta, tapi dia bilang puisinya belum hafal jadi dia nggak PD buat maju. Terus aku ditunjuk buat speech menggantikan temanku,” ungkap Safa.

Meskipun dadakan dan penuh deg-degan, ia senang bisa menampilkan yang terbaik.

Baca juga:Youth Expression Festival 2025: 110 Anak Yatim Unjuk Bakat & Kreativitas

Keesokan harinya, Safa kembali memancarkan bakatnya dalam lomba Storytelling. Kali ini, kisahnya lebih personal dan menyentuh. Dengan isak haru, ia menceritakan bagaimana kepulangan sang ayah justru menjadi “kehadiran yang tidak pernah luput” dalam hatinya. Hamzah Ziyan, seorang Content Creator yang bertindak sebagai juri pun memuji penampilan Safa.

“Safa, you’re such a good storyteller. Kamu sudah keren banget, bakat kamu sangat luar biasa,” katanya.

Bagi Safa, cerita pribadinya itu adalah misi.

“Dengan berdasarkan kisah hidupku sendiri, aku ingin dari storytelling yang aku sampaikan bisa menginspirasi teman-teman lainnya bahwa yatim itu nggak semenyedihkan itu. Yatim itu bisa bangkit, bahkan jauh lebih baik dari yang lainnya,” ujar Safa penuh semangat sekaligus haru.

Baca juga: Syukur dan Semangat Anak-Anak Yatim Duafa dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah Baru

Di sudut perlombaan yang berbeda, ketegangan menyelimuti sesi Kuis Ranking Satu. Di antara puluhan peserta, tampak raut wajah serius Amelia Imelda. Tidak ingin sedikit pun lengah mendengarkan setiap soal, kepandaiannya terbukti dengan keberhasilannya menumbangkan 21 peserta lain dan menyabet Juara Pertama.

“Alhamdulillah aku berhasil memenangkan lomba Ranking Satu. Aku senang banget! Aku memang suka ikut lomba seperti ini. Sebelumnya pun aku sudah pernah ikut lomba seperti ini dan menang juga Juara Satu,” ucap Amelia dengan senyum bangga.

Remaja yang kini menempuh pendidikan di SMK Farmasi ini bercerita bahwa kegemarannya belajar didorong oleh mimpi besar: bekerja di rumah sakit dan membantu banyak orang.

“Nantinya aku pengin nerusin kuliah di farmasi atau keperawatan,” ujarnya.

Mimpi Amelia itu rupanya berakar dari kisah yang mengharukan. Sudut matanya mulai berkaca-kaca saat ia perlahan mengungkapkan motivasi terbesarnya: kondisi ibu dan kakaknya yang kini sedang berjuang melawan TBC dan Kanker Payudara.

Fahrul Bahri, pengurus Yayasan Bangun Anak Jakarta, tempat Amelia dibina, menyatakan bangga.

“Amelia merupakan salah satu anak yatim hebat yang bisa membuktikan potensi dan bakatnya di tengah keterbatasannya,” tutupnya.

Youth Expression Festival 2025 menjadi bukti nyata bahwa pendampingan dan dukungan yang diberikan Dompet Dhuafa, tidak hanya memberi bantuan materi, tetapi juga wadah bagi anak-anak yatim untuk berani mengekspresikan diri, meraih prestasi, dan menginspirasi. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Afriza, LPM
Penyunting: Dhika