Doa setelah shalat adalah amalan sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Setelah menunaikan kewajiban shalat lima waktu, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa sebagai penyempurna ibadahnya. Landasan amalan ini terdapat dalam berbagai hadits shahih. Bahwa Rasulullah saw. senantiasa tidak langsung beranjak pergi setelah shalat Fardhu. Dengan mengamalkan doa setelah shalat fardhu, sahabat dapat mempererat hubungan dengan Allah saw. sekaligus meraih limpahan keberkahan dalam kehidupan.
Baca Juga: Doa Agar Terhindar dari Orang Jahat, Mudah Dibaca Setiap Hari
Keistimewaan doa setelah shalat
Keistimewaan doa setelah shalat adalah salah satu momen mustajab untuk berdoa. Sehingga, sangat disayangkan jika Sahabat melewatkan momen berdoa begitu saja. Bila kita membiasakan menjalani sunnah ini dapat memperkuat iman, menenangkan jiwa. Serta menjadi jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebagaimana sunnah dari perilaku Rasulullah saw. dalam hadis dari Tsauban tentang konteks doa dan istigfar setelah salam:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila selesai dari shalatnya (setelah salam), beliau beristighfar tiga kali, dan berkata: ‘Ya Allah Engkau adalah As-Salam, dan dari-Mu keselamatan. Maha Berkat Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.’” Hadits ini termaktub dalam Shahih Muslim, no. 591.
Serta dari Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari, no. 870 dalam Sahih Bukhari, “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau selesai memberi salam, para wanita segera berdiri untuk pergi. Sedangkan beliau tetap di tempatnya sebentar sebelum beliau berdiri untuk beranjak.”
Dua hadis sahih tentang amalan Rasulullah saw. untuk doa setelah shalat fardhu memberikan pelajaran istimewa bagi umat Islam. Dalam Shahih Muslim no. 591 disebutkan bahwa Nabi saw. senantiasa beristighfar tiga kali lalu membaca doa memuji Allah Swt. Hal ini menunjukkan doa sesudah shalat adalah penyempurna ibadah. Supaya hati tetap rendah dan bergantung pada-Nya.
Sementara itu, dalam Shahih Bukhari no. 870 dijelaskan bahwa setelah salam, Nabi saw. tidak langsung beranjak. Nabi saw. berdiam sejenak di tempat shalat, memberi waktu untuk berdzikir. Sekaligus menjaga adab sosial dengan membiarkan jamaah perempuan keluar terlebih dahulu. Dari kedua hadis ini dapat dipahami bahwa doa setelah shalat mendidik disiplin dan mencerminkan adab sosial yang luhur. Sehingga menjadi kebiasaan yang sangat bernilai bagi seorang muslim. Oleh karena itu, beberapa ulama menganggap berdoa dan zikir setelah shalat adalah sunnah.
Baca Juga: Bacaan Doa Mimpi Buruk Sebagai Ikhtiar Menghindari Mimpi yang Menakutkan
Dzikir dan Doa Setelah Shalat
Adapun beberapa Dzikir dan doa yang sahabat bisa amalkan setelah shalat adalah sebagai berikut:
Rasulullah saw. mengajarkan bacaan dzikir ringan setelah salam:
- Istighfar 3 kali
اَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ
Astaghfirullāh (Aku memohon ampun kepada Allah). - Dzikir Tauhid, Tahmid, Takbir
- Subhānallāh (33 kali) – سُبْحَانَ اللّٰهِ
- Alhamdulillāh (33 kali) – اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ
- Allāhu Akbar (34 kali) – اَللّٰهُ أَكْبَرُ
“Barangsiapa yang mengamalkan zikir berikut setelah shalat wajib: “Tasbih 33x, Tahmid 33x, Takbir 33x, dan untuk penyempurna seratus adalah membaca: ‘Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir‘” akan diampuni dosa-dosanya sebanyak buih di lautan” (Hadits riwayat Muslim no. 597).
Setelah dzikir, kita dianjurkan membaca doa setelah shalat dengan memohon kebaikan dunia dan akhirat, misalnya:
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allāhumma a‘inni ‘alā dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibādatik
Artinya: Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu (HR. Abu Dawud no. 1522).
Baca Juga: Bacaan Doa untuk Palestina Sebagai Solidaritas Saudara Muslim
Doa lain yang juga diajarkan:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana ātinā fid-dunyā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā ‘adhāban-nār
Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka (QS. Al-Baqarah ayat 201).
Regangan doa setelah shalat tersebut dapat sahabat manfaatkan untuk istiqomah berdoa dan berzikir setelah shalat. Dengan berdoa, seorang hamba menegaskan kehambaannya kepada Allah Swt. Segala urusan hidup tidak dapat berjalan tanpa pertolongan-Nya. Serta kita perlu mengingat dalam janji Allah dalam Al Quran :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Artinya:
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina” (QS. Ghafir [40]: 60).
Baca Juga: Sunnah Rawatib: Keutamaan dan Tata Caranya
Peroleh Ketenangan Batin dengan Doa dan Sedekah
Doa setelah shalat juga menjadi sunnah istimewa dalam memperkuat ketenangan batin. Shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan jalan untuk selalu dekat dengan Sang Pencipta. Hikmah lainnya adalah lahirnya rasa syukur, kesadaran diri, dan kerendahan hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kedisiplinan seorang muslim dalam menjaga doa setelah shalat adalah cermin kesungguhan dalam beribadah.
Sehingga, membaca doa setelah shalat termasuk amalan sunnah yang dijanjikan pahala besar. Rasulullah saw. mencontohkan zikir dan doa setelah salam sebagai bentuk ibadah tambahan yang memperberat timbangan kebaikan di akhirat. Dzikir seperti tasbih, tahmid, takbir, serta doa memohon kebaikan dunia dan akhirat. Semuanya memiliki ganjaran berlipat sebagai bekal amal kita.
Dengan konsisten berdzikir dan doa setiap setelah shalat fardhu, seorang muslim melatih dirinya untuk taat, sabar, dan selalu ingat kepada Allah Swt. Disiplin ini juga mendidik hati agar tidak lalai oleh urusan dunia. Lebih dari itu, kebiasaan baik ini sebaiknya diiringi dengan amalan berupa sedekah dan zakat. Dengan keduanya seorang hamba membersihkan hati, hartanya, dan menolong sesama. Serta memperluas keberkahan hidup yang Allah curahkan.


