Dompet Dhuafa dan Perguruan Diponegoro Ajak 120 Anak Yatim Belanja Bareng di Green Pramuka Square

Group of children and adults posing on a stage at Green Pramuka Square during a community event, with banners and decorative lights in the background.

JAKARTA — Suasana ceria menyelimuti Mall Green Pramuka Square pada Selasa (23/06/2026), saat sebanyak 120 anak yatim piatu dari 15 RW di Kelurahan Rawamangun berkumpul untuk mengikuti kegiatan Belanja Bareng Yatim. Kegiatan ini mengusung tema “Belanja Ceria, Tebar Bahagia” sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan marawis yang menyambut hangat para tamu undangan. Suasana kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Ihsan yang menambah kekhidmatan acara tersebut.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata kolaborasi antara Perguruan Diponegoro, Dompet Dhuafa, Pemerintah Kecamatan Pulogadung, Pemerintah Kelurahan Rawamangun, serta pihak manajemen Green Pramuka Square.

Dalam sambutannya, General Manager Penghimpunan Dompet Dhuafa, Ahmad Faqih Syarafaddin, menyampaikan kekagumannya atas inisiatif siswa-siswi Perguruan Diponegoro dalam menggerakkan kepedulian sosial. Menurutnya, program ini adalah cerminan dari pendidikan karakter yang komprehensif di lingkungan sekolah tersebut.

“Dan ini yang amazing bahwasanya program ini ternyata diinisiasi oleh siswa-siswi Diponegoro. Jadi ini menjadi bukti nyata bahwa di SMP, di SMA, SMK Diponegoro itu belajarnya bukan tentang ilmu pengetahuan doang, bukan belajar fisika saja, bukan belajar matematika saja tapi ada pelajaran budi pekerti, memupuk empati, menumbuhkan kepedulian, menguatkan rasa sosial terhadap sesama,” ungkap Ahmad Faqih.

Group of men in turquoise outfits and traditional hats perform on a stage at a charity event, with a large Belanja Bareng Yatim banner in Green Pramuka Square mall.

Group of four people on a stage holding a colorful banner at an event, smiling for the camera.

Lebih lanjut, Ketua Yayasan Al Hidayah sekaligus Direktur Perguruan Diponegoro, Ir. H. Imam Parikesit, M.Ars, menceritakan latar belakang kegiatan ini yang kini telah memasuki tahun kedua. Ia menjelaskan bagaimana awalnya kegiatan ini hanya berskala kecil hingga kini dikelola secara formal dan profesional.

“Tidak formal tapi kita kumpulkan kita bagikan. Terus, lama-lama kita benahi, akhirnya ini menjadi anggaran yang kita sisihkan setiap tahun dari anggaran BOP murid-murid resmi kita kumpulkan, ditambah lagi dengan donasi para guru karyawan. Jadilah pada hari ini akan kita beri santunan kepada anak-anak 120 anak yatim piatu,” jelas Imam.

Dukungan penuh juga datang dari pemerintah setempat. Camat Pulogadung, Syafrudin Chandra, AP, MPA, menekankan pentingnya sinergi antara yayasan pendidikan dengan pemerintah wilayah demi kesejahteraan masyarakat.

“Hal ini salah satu bentuk dukungan dari kami, apa yang bisa kami berikan kepada seluruh masyarakat di lingkungan Kecamatan Pulogadung, khususnya di Kelurahan Rawamangun dalam hal ini Perguruan Diponegoro, sebisa kami, semampu kami, sesuai dengan kewenangan kami, pasti akan kami berikan dukungan kepada Bapak, Ibu semua yang hadir pada kesempatan hari ini”, jelas Syafrudin.

Baca juga: Kebahagiaan Habibi dalam Belanja Bareng Yatim: Senang Punya Baju dan Sandal Baru Buat Lebaran

Large group of people seated in the atrium of a shopping mall, many wearing white robes, with a photographer on a tripod visible in the center.

Sebagai tuan rumah, Direktur Mall Green Pramuka Square, Liza Monalisa, menyatakan rasa bangga karena dapat menjadi bagian dari agenda sosial yang menyentuh hati ini. Ia berharap kehadiran anak-anak di lingkungan mal dapat memberikan kesan positif dan kebahagiaan tersendiri bagi mereka.

“Kami rasa bahagia, kami dapat terhormat bisa menjadi bagian dari kegiatan yang mulia ini yang tidak hanya memberikan materi tetapi juga memberikan kebahagiaan, memberikan kenangan indah bagi anak-anak dalam kegiatan siang ini,” ujar Liza.

Rangkaian kegiatan dilengkapi dengan sesi talkshow inspiratif yang menghadirkan Ahmad Faqih Syarafaddin, Ir. H. Imam Parikesit, M.Ars, serta Liza Monalisa. Dalam Diskusi santai ini, ketiganya memaparkan visi dibalik kolaborasi kemanusiaan yang terjalin, sekaligus mengapresiasi semangat para siswa dan dukungan semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan program “Belanja BAreng Yatim” tahun ini.

Kemeriahan suasana kemudian bertambah saat Kak Adi hadir di tengah-tengah anak-anak untuk membawakan dongeng yang penuh pesan moral. Penampilan Kak Adi yang interaktif berhasil memikat perhatian, membuat ratusan anak yatim tersebut tertawa lepas dan mendengarkan dengan antusias sebelum akhirnya mereka bersiap menuju sesi belanja.

Two adults and a child with a green shopping cart browse snack shelves in a brightly lit supermarket aisle.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi belanja bersama di Lotte Mart yang menjadi puncak perhelatan paling dinanti oleh para peserta. Salah satu anak yatim penerima manfaat mengungkapkan kegembiraannya saat dapat memilih sendiri kebutuhan yang diinginkannya.

“Senang banget hari ini, aku bisa beli sosis sama mie untuk dimakan di rumah bareng keluarga. Semoga tahun depan bisa ikutan lagi,” ujarnya dengan ceria.

Peran siswa Perguruan Diponegoro dalam kegiatan ini adalah sebagai pendamping bagi anak-anak yatim, di mana setiap anak didampingi langsung oleh kakak-kakak pengurus OSIS. Naufal Haris, salah satu siswa SMK yang bertugas sebagai pendamping, mengaku mendapatkan pelajaran berharga tentang makna berbagi.

Two boys in white outfits hold shopping baskets in a supermarket; one waves at the camera, the other shows a peace sign.
Group of women wearing hijabs in a bright indoor space discuss and share books, with a woman in a blue uniform holding a water bottle at the center.

Large group of people, many children in white clothing, posing for a group photo in a shopping mall atrium.

Baca juga: Belanja Bareng Anak-Anak Hebat, Dompet Dhuafa dan Supermal Karawaci Penuhi Kebutuhan Lebaran

“Untuk saat ini, saya merasa senang dapat membantu adik-adik yang membutuhkan. Saya merasa tugas saya sudah terpenuhi dengan apa yang saya lakukan. Insyaallah, anak-anak yatim ini akan bahagia dan kelak menjadi anak yang sukses,” ungkapnya dengan penuh harapan.

Setiap anak yatim menerima total manfaat senilai Rp450.000, yang terdiri dari paket sembako senilai Rp200.000, uang saku sebesar Rp150.000, serta fasilitas belanja langsung sebesar Rp100.000.

Program Belanja Bareng Yatim ini membuktikan bahwa kepedulian kita sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Mari terus tebar manfaat dan hadirkan senyum bagi lebih banyak anak-anak yatim di luar sana. Mari bergabung dalam gerakan kebaikan ini melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/bestianyatim dan jadilah bagian dari perubahan positif bagi sesama. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Roseta
Penyunting: Dhika