PEMALANG — Dompet Dhuafa melalui jejaring respons kebencanaan merespons cepat bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Respons ini dilakukan melalui sinergi Dompet Dhuafa Cabang Jawa Tengah dan Disaster Management Center (DMC) dengan mengerahkan tim SAR serta layanan medis mobile guna membantu masyarakat terdampak.
Banjir bandang terjadi pada Jumat (23/01/2026) sore hingga Sabtu (24/01/2026) dini hari akibat hujan dengan intensitas tinggi. Berdasarkan laporan situasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, banjir bandang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga, antara lain Desa Gunungsari, Penakir, Jurangmangu, Batursari, Clekatakan, Karangsari, Nyalambeng, dan Desa Sima.
Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada rumah warga dan infrastruktur desa, serta menimbulkan korban jiwa. Di Desa Penakir, tercatat sebanyak 252 kepala keluarga atau 911 jiwa terdampak. Tujuh rumah dilaporkan hanyut, enam rumah rusak berat, dan satu warga meninggal dunia. Sementara itu, di Desa Sima, Kecamatan Moga, 1 rumah hanyut, 12 rumah rusak berat, dan sekitar 7 warga mengalami luka ringan.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini, menyampaikan bahwa Dompet Dhuafa Jawa Tengah telah mengerahkan tim SAR untuk membantu proses evakuasi, khususnya bagi kelompok rentan yang masih terisolasi.
“Dompet Dhuafa Jawa Tengah mengerahkan tim SAR untuk membantu evakuasi warga, terutama kelompok rentan yang masih terisolasi. Hingga Sabtu malam, proses evakuasi masih terus berlangsung,” ujar Zaini dalam laporan tertulis, Sabtu (24/01/2026).
Baca juga: Dompet Dhuafa Evakuasi & Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Jakarta
Selain evakuasi, Dompet Dhuafa juga membuka layanan medis mobile di Kecamatan Moga serta menyiagakan tenaga kesehatan di salah satu titik pengungsian di Kecamatan Pulosari. Langkah ini dilakukan menyusul keterbatasan fasilitas kesehatan dan tenaga medis di wilayah terdampak, sementara puskesmas setempat memfokuskan layanan 24 jam bagi pasien berisiko tinggi, termasuk ibu hamil.

Data sementara mencatat sedikitnya 1.240 jiwa mengungsi dan tersebar di beberapa titik, yakni Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung PC NU, dan SDN 02 Penakir. Seluruh titik pengungsian tersebut telah dilengkapi dapur umum dan terus menerima bantuan logistik.
Di Desa Sima, tercatat lima siswa kelas IX kehilangan perlengkapan sekolah akibat rumah mereka rusak, sementara dalam waktu dekat akan menghadapi ujian TKA. Kondisi ini menjadi perhatian dalam asesmen kebutuhan lanjutan bagi penyintas terdampak banjir bandang.
Hasil asesmen lapangan mencatat bahwa kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik permakanan, family kit, perlengkapan bayi, selimut, hygiene kit, matras tambahan, obat-obatan, serta perlengkapan penghangat tubuh karena cuaca dingin dan hujan masih masih terjadi.
Baca juga: Pelaksanaan dan Hukum Salat saat Tertimpa Bencana Banjir
Hingga Sabtu malam, hujan dengan intensitas ringan masih mengguyur wilayah Pulosari dan sekitarnya. Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pembersihan material banjir, pendataan kerusakan, serta koordinasi penanganan lanjutan.
Dompet Dhuafa akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi serta mendukung proses pemulihan pascabencana agar dapat berjalan optimal. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: DMC, Aji Pangestu
Penyunting: Dhika

