Dompet Dhuafa Tingkatkan Aspek Digital Tebar Hewan Kurban Lewat Sistem KIS, Ini 3 Keunggulannya

sistem KIS Dompet Dhuafa

JAKARTA — Dari tahun ke tahun, Dompet Dhuafa terus berupaya melakukan pengembangan sistem digital Program Tebar Hewan Kurban (THK). Sistem yang dipakai Dompet Dhuafa untuk menyukseskan program THK ini bertajuk Kurban Information System (KIS). Perangkat lunak ini mulai dipakai sejak tahun 2020 dan terus dilakukan pengembangan.

Hal ini menjadi komitmen Dompet Dhuafa, dalam hal memaksimalkan laporan kepada para donatur atau pekurban yang menitipkan kurbannya di Dompet Dhuafa. Harapannya, melalui sistem ini para pekurban dapat menerima laporan dengan secepat mungkin. Di antara kelebihan sistem ini adalah pemberitahuan yang aktual. Misalnya, pada saat dana diterima oleh Dompet Dhuafa, pekurban langsung mendapatkan pemberitahuan secara real time.

Senior Officer Data Center & IT Development Dompet Dhuafa, M Arya Kurniawan menjelaskan, sejatinya sistem distribusi kurban secara digital itu sudah ada, bahkan sudah berjalan, sejak tahun 2005. Namun, penyebutan namanya masih terus berganti sesuai dengan perkembangan teknologi yang digunakan. Terakhir, sistem digital kurban ini berganti nama menjadi KIS pada tahun 2020 lalu.

Baca juga: Mitra THK Apresiasi Sistem KIS Kurban Dompet Dhuafa: Sangat Memudahkan

“Sebenarnya, kami mendigitalisasi program THK itu sudah lama, bahkan mungkin sejak awal-awal digulirkannya program THK itu sendiri,” sebutnya pada Rabu (7/6/2023) di Jakarta.

sistem KIS Dompet Dhuafa

Di sisi lain, sejak tahun 2015 Dompet Dhuafa sudah mulai menyampaikan laporan THK secara digital yang berformat .pdf kepada para pekurban. Meski begitu, Dompet Dhuafa juga masih mengakomodir laporan berbentuk fisik/kertas bagi donatur/pekurban yang menginginkannya.

Keunggulan sistem KIS ini, yaitu Dompet Dhuafa dapat melakukan distribusi hewan kurban secara cepat. Di samping itu, mitra-mitra juga dapat melakukan update data secara aktual. Pun bagi pekurban, mereka akan mendapatkan notifikasi yang dapat diakses melalui ponsel genggamnya masing-masing.

“Dengan sistem ini, kurang-lebih dalam waktu satu jam kami dapat mendistribusikan sebaran hewan hingga 10.000 hewan kurban,” lanjut Arya.

Dari sisi digital lainnya, Dompet Dhuafa terus menguatkan mitra-mitra kolaborator digital seperti e-commerce, e-wallet, e-banking, dan lainnya.

Baca juga: Bersama DANA, Dompet Dhuafa Mudahkan Umat Tunaikan Kurban Lewat Kanal Digital

Sementara itu, kemudahan yang dirasakan oleh para mitra peternak yang ada di kampung, yakni mereka tidak perlu melakukan instalasi software, sebab sistem ini berbasis website. Untuk memudahkan para mitra-mitra peternak terpapar dengan sistem ini, Dompet Dhuafa melakukan edukasi dan pelatihan, terutama bagi mitra yang ditunjuk melakukan distribusi. Mereka dipilih dari kalangan anak muda atau yang cenderung familiar dengan dunia teknologi. Dompet Dhuafa dengan yakin memastikan bahwa penggunaan software ini sangat sederhana, bahkan orang awam pun dapat memahaminya dengan mudah.

Pada Rabu (17/5/2023), Dompet Dhuafa melakukan uji coba/simulasi penggunaan KIS. Bagi para donatur pekurban, layanan antar muka yang disediakan oleh Dompet Dhuafa selain melalui WhatsApp dan email, juga ada melalui layanan donatur yang terdapat di website www.dompetdhuafa.org di laman bagian atas.

“Dompet Dhuafa memastikan sistem KIS ini berjalan dengan laporan akurat, yaitu dengan melakukan edukasi terhadap mitra. Pelatihan kepada para mitra kami lakukan beberapa kali sejak dua bulan menjelang THK sampai dengan hari menjelang kurban. Kami terus melakukan pendampingan kepada para mitra ini satu per satu,” jelas Dian Mulyadi selaku General Manager Teknologi Informasi Dompet Dhuafa.

Dian secara tegas dan yakin mengatakan bahwa dari segi sistem, KIS sudah sangat user friendly dan sangat matang. Namun, hal ini peru didukung oleh sumber daya manusia yang mengoperasikannya, perlu terus dilakukan pendampingan secara optimal pada mereka.

sistem KIS Dompet Dhuafa

Secara urut, alur berkurban di Dompet Dhuafa melalui digital adalah sebagai berikut: Pekurban dapat melakukan transaksi di berbagai kanal yang di sediakan baik melalui konter, bank transfer, e-wallet, e-commerce atau yang lainnya. Pekurban akan secara otomatis mendapatkan notifikasi melalui WhatsApp dan email bahwa dana kurban telah diterima. Di situ pekurban dapat mengakses kuitansi digital berformat PDF.

Bagi pekurban yang ingin melakukan konfirmasi ulang terkait nama, dapat dilakukan dengan menghubungi layanan donatur maksimal H-7 pelaksanaan kurban.

“Kami menghimbau kepada para pekurban untuk mengkonfirmasi kesesuaian namanya setidaknya H-7. Karena setelah itu, data akan diserahkan ke mitra peternak di daerah-daerah, dan jika ada kesalahan penulisan nama sudah tidak dapat lagi diubah. Ini merupakan evaluasi dari tahun lalu. Bahwa tahun lalu pendistribusian data pekurban kepada para mitra THK dilakukan H-2. Dengan begitu proses akan berlangsung lebih cepat serta menghindari kemungkinan-kemungkinan kesalahan yang terjadi,” tegas Arya.

Baca juga: Jelang Iduladha, Dompet Dhuafa Lampung Lakukan Vaksinasi, Pastikan Hewan Kurban Sehat

Kemudian, saat lokasi pemotongan hewan kurban telah ditentukan, pekurban juga akan kembali mendapatkan notifikasi. Saat hewan kurban telah berhasil dipotong dan didistribusikan kepada para penerima manfaat, pekurban akan kembali mendapatkan notifikasi. Hingga laporan akhir atau Sevice Level Agreement (SLA) beserta sertifikat kurban akan dikirimkan kepada para pekurban secara digital melalui email pada hari ke-45 setelah pelaksanaan kurban.

Selain kecepatan sistem, keunggulan kedua dari KIS adalah sistem ini sudah dapat digunakan juga oleh mitra-mitra luar negeri, yakni dengan menyediakan multibahasa pada aplikasi, yaitu berbahasa Inggris. Keunggulan ketiga adalah sistem host to host antara Dompet Dhuafa dengan para mitranya, baik mitra kolaborasi kelembagaan maupun mitra peternak pelaksanaan kurban di pelosok-pelosok daerah. Tiga keunggulan tersebut menjadi poin peningkatan segi digital pada THK tahun ini dibanding dengan tahun sebelumnya. (Dompet Dhuafa/Muthohar)