JAKARTA — Di tengah keseruan belajar tentang strategi komunikasi berbasis data, ada satu momen yang membuat suasana Kelas Humas Muda (KHM) Vol. 4 terasa jauh lebih hangat: penyerahan donasi simbolis kepada Guru Honorer Pelosok Negeri melalui Dompet Dhuafa. Momen itu bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata bahwa kepedulian sosial bisa tumbuh dari ruang-ruang belajar kreatif dan profesional.
Penyelenggaraan KHM vol. 4 ini merupakan respons dari adanya perubahan cepat dunia komunikasi publik, kapasitas praktisi humas untuk mengolah dan memanfaatkan data dalam strategi komunikasi tepat sasaran, kini menjadi kebutuhan nyata. Relevansi ini membuat Kelas Humas Muda (KHM) Vol. 4: When PR Meets Data disambut hangat oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), hingga organisasi kehumasan nasional. Berlangsung di BART, Artotel Thamrin pada Sabtu (22/10), agenda rutin ini dipadati peserta dari berbagai latar belakang dan profesi.
Apresiasi dari Dirjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi akan penyelenggaraan Kelas Humas Muda, disampaikan melalui Andi Muslim selaku Ketua Tim Penyusunan Kebijakan Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan yang hadir pada kegiatan tersebut.
“Kelas ini merupakan wadah strategis untuk meningkatkan kapasitas insan humas muda, yang pada waktunya kelak diharapkan dapat ambil peran aktif dalam membangun komunikasi publik yang sehat,” ujar Andi.
Ia menegaskan, bahwa kecakapan mengolah dan menginterpretasi data menjadi kunci dalam merancang komunikasi publik yang inklusif, adaptif, dan berdampak positif. Karena itu, pihaknya mengajak segenap peserta untuk terus berinovasi dan berkolaborasi menciptakan ruang komunikasi publik yang sehat.
Baca juga: Dompet Dhuafa Apresiasi Aksi Kelas Humas Muda Dukung Kesejahteraan Guru Honorer di Pelosok

Namun dibalik pendekatan komunikasinya yang modern, kelas ini tetap memprioritaskan nilai kemanusiaan sebagai fondasi. Donasi ini telah menjadi kegiatan rutin sejak penyelenggaraan KHM sebelumnya, hal ini menjadi sebuah ciri khas yang menunjukkan bahwa kelas ini tidak hanya mendidik peserta menjadi praktisi PR yang mumpuni, tetapi juga pribadi yang peka terhadap isu kemanusiaan khususnya yang terkait dengan keadaan Guru Honorer yang belum mendapatkan pendapatan yang layak.
“Guru merupakan salah satu ujung tombak Pendidikan Indonesia, sudah sepantasnya para Guru mendapatkan hak yang layak. Hal ini sangat bertolak belakang dengan nasib banyaknya Guru Honorer di pelosok negeri yang masih mendapatkan upah yang belum layak. Apalagi kebanyakan dari mereka mengemban amanah mendidik hingga ke pelosok negeri,” ucap Dimas Muttakhin selaku Community Relation Dompet Dhuafa.
Dimas menambahkan, berdasarkan keadaan tersebut kami dari dompet dhuafa sangat senang dan mengapresiasi KHM yang terus mendukung perjuangan para guru honorer melalui kolaborasi dan donasi yang dilakukan.
Dengan hadirnya donasi melalui Dompet Dhuafa, para peserta seolah diajak memahami bahwa dibalik angka, grafik, dan perhitungan strategi, komunikasi sejatinya adalah tentang manusia—tentang bagaimana pesan bisa menghadirkan manfaat sosial yang nyata.
Inisiator Kelas Humas Muda, Reylando Eka Putra, menyampaikan bahwa KHM Vol. 5 berikutnya akan hadir kembali dengan topik tak kalah menarik pada Desember tahun ini.
“KHM akan terus menjadi ruang belajar dan kolaborasi bagi generasi muda, agar makin mampu menghadapi tantangan global, membangun komunikasi publik yang sehat, kredibel, dan berdampak,” tutupnya.

Baca juga: Perhumas Muda Indonesia Peduli Korban Banjir Bandang NTT
Keterlibatan komunitas kehumasan seperti PERHUMAS, ISKI, IPRAHUMAS, Public Affairs Forum Indonesia, dan lainnya juga menegaskan bahwa nilai solidaritas adalah bagian tak terpisahkan dari profesi kehumasan.
Kelas Humas Muda Vol. 4 membuktikan bahwa praktik kehumasan tidak hanya tentang membangun citra, tetapi juga tentang membangun nilai. Donasi yang disalurkan adalah simbol bahwa profesional komunikasi memiliki peran besar dalam menciptakan perubahan sosial. Karena pada akhirnya, kebaikan adalah pesan paling kuat yang bisa disampaikan oleh seorang humas. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Dimas
Penyunting: Dhika

