Dorong Kepercayaan Diri Disabilitas Mental, LPM Ajak Penyintas Terapi Rekreasi

BOGOR, JAWA BARAT — Pemberian stigma negatif terhadap penyintas disabilitas mental masih terus terjadi di masyarakat. Padahal, sama halnya dengan penderita penyakit lainnya, penyintas disabilitas mental juga bisa pulih dengan adanya dukungan dan pendampingan dari orang-orang di sekitarnya.

Bagi pasien rehabilitasi, dukungan dan pendampingan sangat penting untuk membantu mereka pulih, sehingga dapat kembali menjalankan fungsi sosialnya dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) mengadakan Terapi Rekreasi bagi penyintas disabilitas mental di Telaga Rusa Outbound, Ciseeng, Kabupaten Bogor, Senin (13/10/25).

Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta dari Yayasan Jiwa Layang dan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) ini merupakan bagian dari Program Pendampingan Disabilitas Mental LPM Dompet Dhuafa. Program ini hadir sebagai dukungan bagi penyintas disabilitas mental.

Baca juga: Bantuan Kursi Roda Sejahterakan Penyandang Disabilitas dan Lansia

“Sebagai bagian dari metode terapi disabilitas mental, melalui Terapi Rekreasi ini kami ingin memberikan suasana baru dalam kegiatan terapi mereka. Agar mereka juga bisa bertemu dan menjalin pertemanan dengan sesama mereka dari kelompok lain, sehingga mereka dapat lebih percaya diri untuk mengenal orang lain dan tidak lagi menutup diri,” kata Kamaludin, Kepala LPM Dompet Dhuafa.

Sementara itu, Salamiyah, pengurus Yayasan Jiwa Layang, menyebut bahwa Terapi Rekreasi ini sebagai salah satu metode terapi yang sangat dibutuhkan bagi penyintas.

“Berbagai kegiatan dalam terapi rekreasi bermanfaat untuk membantu melatih kognitif, psikomotor, dan afektif penyintas. Karena di sini mereka bertemu dengan teman baru, sehingga perlu mengingat nama temannya. Lalu, dari sisi psikomotornya, ini melatih mereka untuk kreatif dan inisiatif. Dari sisi afektifnya melatih emosi mereka dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Baca juga: Dukungan Dompet Dhuafa untuk Pahlawan Tangguh Caregiver Disabilitas

Di sisi lain, Yuda Aditya, salah satu penyintas disabilitas mental yang ikut serta dalam terapi rekreasi, tampak menunjukkan semangat dan raut bahagianya saat kegiatan berlangsung. Bagi Yuda, terapi rekreasi membuatnya bisa menjalin silaturahmi dengan teman baru dari kelompok lain dan melatih ia kerja sama dalam setiap kegiatan yang dilakukannya.

Kegiatan Terapi Rekreasi diawali dengan penampilan Psikodrama yang diperankan dari perwakilan Yayasan Jiwa Layang. Kemudian, kegiatan berlangsung dengan berbagai aktivitas menyenangkan seperti mengoper bola, tarik tambang, memanah, flying fox, hingga menangkap ikan.

Usai dilakukannya kegiatan ini, Kamaludin berharap agar para penyintas mampu lebih percaya diri dan mampu meningkatkan fungsi sosialnya sehingga bisa menepis stigma negatif akan diri mereka di masyarakat.

“Harapannya para penyintas disabilitas mental bisa kembali mendapat ruang di masyarakat dengan menunjukkan kemampuan mereka dalam menjalankan fungsi sosial mereka. Sehingga mereka tidak perlu lagi ditakuti atau sampai dikucilkan,” pungkasnya. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Shinta Fitrotun N, LPM
Penyunting: Dhika