JAKARTA — Dompet Dhuafa bersama Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mengajak anak-anak yatim dan duafa bermain dan belajar bersama. Mereka diajak untuk mengenal berbagai profesi, membuka ruang berekspresi, melatih kreativitas, serta meningkatkan motivasi belajar demi membangun masa depan yang cemerlang.
Kegiatan kolaborasi sosial ini merupakan Program Edutainment Anak Yatim dan Dhuafa yang berlangsung di KidZania Jakarta, Pacific Place Mall, Senayan, Sabtu (14/02/2026). Program ini dirancang sebagai kegiatan edukatif dan rekreatif yang menggabungkan unsur bermain dan belajar (learning by doing) untuk anak-anak.
“Alhamdulillah, hari ini telah terlaksana Program Edutainment yang merupakan buah kolaborasi kebaikan antara AASI dan Dompet Dhuafa. Alhamdulillah kita juga bisa mengajak seru-seruan adik-adik kita. Tidak hanya bersenang-senang dan senda gurau, di sini mereka juga bisa mendapat gambaran cita-cita ataupun profesi yang mungkin di masa depan akan mereka jalani,” ujar Miftahul Pakihupiddin, CSR Partnership Officer Dompet Dhuafa.



KidZania Jakarta merupakan taman bermain edukatif bertema kota anak yang menghadirkan lebih dari 100 simulasi profesi. Adapun, profesinya seperti dokter, pilot, polisi, juru masak, ilmuwan, dan lainnya. Lingkungan ini dirancang khusus untuk mendukung pembelajaran aktif, kemandirian, serta pengembangan karakter anak melalui pengalaman bermain dan belajar langsung.
Program tersebut juga menjadi wujud penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang amanah, tepat sasaran, dan berdampak di masyarakat luas. Kegiatan ini melibatkan 30 anak yatim dan duafa dari Panti Asuhan Yayasan Yatim Piatu Nurul Anwar, Kampung Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Pakih mengatakan bahwa ini kali pertama bagi anak-anak yatim dan duafa mengunjungi KidZania. Tidak semua, namun bagi kebanyakan dari mereka ini adalah pertama kali. Menurut Pakih, mereka antusias dan merasa bahagia saat mencoba berbagai wahana permainan di KidZania.
“Ada yang pertama mencoba balap mobil bom-bom car, ada yang pertama datang sebagai profesi damkar, dokter gigi, bahkan menjadi jurnalis. Karena memang di sini, para adik-adik diajak untuk mencoba berbagai profesi, yang mana itu bisa menjadi mind map atau gambaran masa depan mereka,” jelasnya.
Baca juga: Tarhib Ramadan di PTGL Sukabumi, Dompet Dhuafa Beri Santunan-Bingkisan ke 100 Anak Yatim



Dari terjalinnya kolaborasi sosial ini, Pakih mengucapkan terima kasih banyak untuk AASI yang sudah berniat baik, berkolaborasi, dan berinisiatif mengajak Dompet Dhuafa dalam gerakan kebaikan ini. Kegiatan ini, lanjutnya, tidak hanya bermanfaat untuk Dompet Dhuafa dan AASI, tetapi juga memberi dampak untuk anak-anak yatim dan duafa serta masyarakat luas.
Di sisi lain, Staf Hubungan Kelembagaan & Keanggotaan AASI, Muhammad Hafidz Azmi menyampaikan kolaborasi sosial ini diharapkan dapat membawa dampak dan kesan positif, khususnya kepada para anak yatim dan duafa Yayasan Yatim Piatu Nurul Anwar dalam meraih asa dan cita-citanya di masa depan mendatang.
“Nanti kita juga akan memberikan paket santunan bingkisan untuk mengisi Ramadan buat anak-anak seperti baju dan lainnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa atas kerja sama dan kolaborasinya. Semoga dimudahkan oleh Allah Swt dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” imbuhnya.
Selain mendapat pengalaman belajar yang kreatif dan edukatif, para anak yatim dan duafa yang masih duduk di bangku SD, juga diberikan bingkisan perlengkapan sekolah, peralatan untuk beribadah di bulan Ramadan, serta santunan pendidikan. Di KidZania, mereka juga berkesempatan untuk syuting langsung bersama artis Niky Putra dan Mario Caesar di program acara televisi Dubi Dubi Dam, RTV.



“Tadi aku ke studio RTV. Coba jadi host TV, keren banget bisa nyoba langsung. Iya tadi kaya syuting juga, terus diedit lagi buat tayang nanti. Pokoknya seru banget deh,” ujar Azka, salah satu anak asuh Yayasan Yatim Piatu Nurul Anwar.
“Cita-cita aku mau jadi TNI, tapi kalo misalnya ada disini latihannya pasti berat. Takut engga kuat aku hehe,” sambungnya menyeringai.
Selain syuting, para anak yatim dan duafa diajarkan untuk mandiri dan kreatif. Jika mereka ingin mencoba wahana permainan lainnya, maka mereka harus mencari pekerjaan dahulu untuk mendapatkan KidZos (mata uang resmi di KidZania), KidZos tersebut bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik.
Senada dengan Azka, Tiara juga mengungkapkan kebahagiaannya selepas bermain dan belajar di sana.
“Tadi aku dapat uang 200, tapi aku buat main jadi pemadam kebakaran sama bikin marshmallow. Senang aku bisa tau banyak hal disini,” ujarnya.
Baca juga: Youth Expression Festival 2025: 110 Anak Yatim Unjuk Bakat & Kreativitas


Program Edutainment Anak Yatim & Dhuafa merupakan wujud kepedulian sosial dalam menghadirkan kebahagiaan, pembelajaran, dan harapan baru bagi anak-anak yatim dan duafa. Melalui kolaborasi sosial ini, Dompet Dhuafa terus mengajak masyarakat untuk peduli dan berbagi bersama anak yatim dan kaum duafa melalui SEDEKAH YATIM. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Moh Reynaldi Risahondua
Penyunting: Dhika

