FOZ dan Aliansi Kemanusiaan Gelar Press Conference Krisis Misi GSF 2.0, Kecam Penahanan Aktivis oleh Israel

Panel of six men seated at a press conference with a dark banner behind reading 'PRESS CONFERENCE' and smaller text about a humanitarian mission; audience sits facing the panel in a bright room.

JAKARTA — Forum Zakat (FOZ) bersama lintas aliansi kemanusiaan menggelar Press Conference: Crisis Report on Humanitarian Mission GSF 2.0 di Jakarta Pusat, Rabu (20/05/2026). Konferensi pers ini menjadi ruang bersama bagi berbagai lembaga kemanusiaan dan filantropi Indonesia untuk menyuarakan kecaman atas tindakan Israel yang menahan dan menculik para aktivis kemanusiaan dalam misi pembukaan blokade Gaza melalui Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

Kegiatan tersebut dihadiri puluhan media nasional, perwakilan lembaga zakat, serta organisasi kemanusiaan lintas agama dan lintas iman. Press conference ini juga menjadi bentuk solidaritas bersama dalam mengawal keselamatan para relawan dan jurnalis yang hingga kini masih ditahan.

Presscon digelar bersama lintas Aliansi untuk Krisis Misi Kemanusiaan GSF 2.0, di antaranya Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Forum Zakat (FOZ), Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), Persatuan Organisasi Pengelola Zakat (Poroz), dan berbagai elemen kemanusiaan lainnya.

Hadir sebagai pembicara dalam konferensi pers tersebut antara lain:

  1. Ahmad Juwaini – Pengarah GPCI/Ketua Pengurus Dompet Dhuafa
  2. Irvan Nugraha – Pengarah GPCI/CEO Rumah Zakat
  3. Wildhan Dewayana – Ketua Umum FOZ/Direktur Utama IZI
  4. Rizal Algamar – Ketua Perhimpunan Filantropi Indonesia
  5. Tjaturadi – Sekretaris Umum Poroz
  6. Romi Ardhiansyah – Ketua Umum HFI
  7. Udhi Tri Kurniawan – Sekretaris Umum FOZ/Dompet Dhuafa
Ahmad Juwaini dalam Press Conference: Crisis Report on Humanitarian Mission GSF 2.0 di Jakarta Pusat, Rabu (20/05/2026).
Ahmad Juwaini dalam Press Conference Crisis Report on Humanitarian Mission GSF 20 di Jakarta Pusat Rabu 20052026
Irvan Nugraha dalam Press Conference: Crisis Report on Humanitarian Mission GSF 2.0 di Jakarta Pusat, Rabu (20/05/2026).
Irvan Nugraha dalam Press Conference Crisis Report on Humanitarian Mission GSF 20 di Jakarta Pusat Rabu 20052026

Baca juga: Siaga I, Media Crisis Center GPCI Kabarkan Situasi Terkini Pejuang Indonesia di Global Sumud Flotilla

Dalam konferensi pers tersebut, seluruh lembaga kemanusiaan menyatakan kecaman keras terhadap tindakan Israel yang dinilai melanggar hukum humaniter internasional dan hukum laut internasional karena menahan para aktivis kemanusiaan yang membawa bantuan logistik dan medis untuk masyarakat Gaza.

Pengarah GPCI, Irvan Nugraha, menjelaskan bahwa upaya masyarakat sipil dunia untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Palestina telah dilakukan sejak lama, namun berbagai pembatasan terus terjadi.

“Pembatasan bantuan selalu saja terjadi. Karena itu, pada 2025 dimulai GSF 1.0 hingga terbentuknya Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Kami sadar ada risiko, namun tetap terukur. Di samping itu, pengiriman bantuan melalui laut internasional adalah sah dan legal,” ujar Irvan.

Ia menjelaskan bahwa dalam GSF 2.0, misi kemanusiaan dibagi ke dalam tiga jalur utama, yakni jalur laut (sea convoy), jalur darat (land convoy), dan jalur diplomasi internasional. Ia juga memaparkan bahwa sea convoy melibatkan berbagai profesional seperti nahkoda kapal, jurnalis, tenaga medis, hingga tim eco building. Saat ini, seluruh kapal tengah dibajak dan para relawan di dalamnya diculik oleh Israel. Dalam misi jalur sea convoy terdapat 9 Warga Negara Indonesia, terdiri dari 5 aktivis kemanusiaan dan 4 jurnalis. Saat ini, seluruhnya dilaporkan ditahan oleh tentara Israel.

Pembacaan pernyataan sikap Forum Zakat (FOZ) dipimpin oleh Ketua Umum FOZ, Wildhan Dewayana, saat Press Conference: Crisis Report on Humanitarian Mission GSF 2.0, di Jakarta Pusat, pada Rabu (20/05/2026).
Pembacaan pernyataan sikap Forum Zakat FOZ dipimpin oleh Ketua Umum FOZ Wildhan Dewayana saat Press Conference Crisis Report on Humanitarian Mission GSF 20 di Jakarta Pusat pada Rabu 20052026
Tjaturadi dalam Press Conference: Crisis Report on Humanitarian Mission GSF 2.0 di Jakarta Pusat, Rabu (20/05/2026).
Tjaturadi dalam Press Conference Crisis Report on Humanitarian Mission GSF 20 di Jakarta Pusat Rabu 20052026

Sementara itu, land convoy hingga kini masih tertahan di Libya dan belum dapat melanjutkan perjalanan. Di sisi lain, jalur diplomasi internasional telah dilakukan melalui berbagai forum, khususnya Kongres Parlemen Global Solidarity Forum (GSF) 2026, atau yang dikenal sebagai Global Sumud Parliamentary Congress di Brussel pada 22 April 2026. Isinya adalah untuk mendesak komunitas internasional membuka blokade Gaza agar bantuan kemanusiaan dapat masuk.

Ketua Pengurus Dompet Dhuafa sekaligus Pengarah GPCI, Ahmad Juwaini, menyampaikan bahwa salah satu kendala utama dalam upaya pembebasan relawan Indonesia adalah tidak adanya hubungan diplomatik resmi antara Indonesia dan Israel.

“Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sehingga tidak bisa secara formal berkomunikasi langsung untuk meminta pembebasan warga negara kita,” kata Ahmad Juwaini.

Karena itu, lanjut Ahmad, pemerintah Indonesia kini berupaya menjalin komunikasi dengan negara-negara sekitar yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, khususnya Mesir dan Yordania. Selain jalur pemerintah, GPCI juga menjalin komunikasi dengan Turki untuk membantu memfasilitasi pembebasan para relawan Indonesia.

Tidak hanya itu, GPCI turut berkomunikasi dan menggandeng pengacara internasional, guna membantu memberikan tekanan hukum dan diplomatik kepada pemerintah Israel.

“Kami juga menyebarkan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat agar semakin banyak pihak yang ikut mendukung dan membantu upaya pembebasan warga Indonesia yang diculik,” tambah Ahmad.

Baca juga: 7 Delegasi Indonesia Dicegat dan Diculik, GPCI Kecam Tindakan Israel dan Desak Pembebasan Segera

Detik-detik kapal Zefiro yang di dalamnya ada Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto, delegasi GPCI dari Dompet Dhuafa diculik oleh Pasukan Zionis Israel pada Selasa (19/05) pukul 2 siang waktu setempat.
Detik detik kapal Zefiro yang di dalamnya ada Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto delegasi GPCI dari Dompet Dhuafa diculik oleh Pasukan Zionis Israel pada Selasa 1905 pukul 2 siang waktu setempat
Ronggo Wirasanu (kiri) dan Herman Budianto (kanan) saat ini tengah dalam penculikan oleh Pasukan Zionis Israel.
Ronggo Wirasanu kiri dan Herman Budianto kanan saat ini tengah dalam penculikan oleh Pasukan Zionis Israel

Ahmad menekankan bahwa seluruh upaya dilakukan untuk memastikan para relawan Indonesia terbebas dari berbagai ancaman dan kekhawatiran lanjutan. Menurutnya, dukungan dari 205 lembaga yang tergabung dalam GPCI menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat sipil Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Ketua PFI, Rizal Algamar, menambahkan bahwa gerakan solidaritas kemanusiaan harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga dan masyarakat.

“Mandat kami adalah membangun ekosistem filantropi. Kami bangga kepada para relawan dan lembaga yang aktif dalam gerakan kemanusiaan untuk kebebasan masyarakat Palestina dari penjajahan Israel,” ujarnya.

Rizal juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing dalam mendukung perjuangan kemanusiaan Palestina.

Sementara itu, Sekretaris Umum Poroz, Tjaturadi, menyampaikan keprihatinannya terhadap perlakuan yang diterima sembilan aktivis Indonesia.

“Kami mendorong pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah agar saudara-saudara kita dapat segera dibebaskan,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Umum Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Romi Ardhiansyah, turut menyoroti perlindungan terhadap jurnalis dan aktivis kemanusiaan dalam konflik.

Menurut Romi, tindakan Israel sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional, terlebih para jurnalis yang tergabung dalam misi tersebut seharusnya mendapatkan perlindungan dan independensi.

“Kami mengecam keras tindakan Zionis Israel karena ini jelas melanggar hukum laut internasional. Padahal agenda GSF sepenuhnya adalah misi kemanusiaan dengan membawa bantuan logistik dan medis,” tegas Romi.

Melalui konferensi pers ini, seluruh lembaga yang tergabung dalam aliansi kemanusiaan menyerukan solidaritas masyarakat Indonesia dan dunia internasional untuk terus mengawal keselamatan para relawan serta mendesak dibukanya akses bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza, Palestina. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika