Gempa Turkiye: 2 WNI Masih Hilang Kontak, Diketahui Tinggal di Apartemen yang Runtuh Total

gempa-turkiye-suriah

HATAY, TURKIYE — Dua hari usai gempa berkekuatan 7,8 magnitudo mengguncang Turkiye dan Suriah, Duta Besar RI untuk Turkiye, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan bahwa ada dua warga negara Indonesia (WNI) yang hilang kontak. Kedua WNI itu adalah pekerja spa therapist di Diyarbakir, Turkiye.

Hingga Kamis (16/2/2023), dua WNI itu pun masih belum diketahui keadaannya, lantaran masih belum dapat dihubungi. Untuk itu, Tim Perlindungan WNI KBRI Ankara dan Tim Charlie Basarnas bertolak menuju Diyarbakir pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 waktu setempat untuk mencari keberadaan dua WNI tersebut.

“Tim Perlindungan WNI KBRI Ankara dan Tim Charlie Basarnas bertolak menuju Provinsi Diyarbakir, sekitar 550 km dari Provinsi Hatay (16/2). Perjalanan Hatay ke Diyarbakir akan memakan waktu sekitar 8 jam perjalanan darat,” kata Iqbal Muhamad Lalu melalui keterangan tertulisnya.

Baca juga: Angan Mendekat, Harapan Berdekap: Dompet Dhuafa Distribusi Makanan Siap Santap untuk Korban Gempa Turkiye

gempa-turkiye-suriah

Di Diyarbakir, Tim KBRI Ankara akan melakukan upaya pencarian langsung terhadap dua WNI yang hingga kini masih berstatus tidak dapat dihubungi. Tindakan ini dilakukan guna memperkuat Tim SAR lain yang sudah lebih dulu memulai pencarian. Selain membawa sejumlah perlengkapan, Tim Charlie Basarnas juga membawa anjing pelacak untuk menemukan korban.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Judha Nugraha, memimpin langsung upaya pencarian tersebut.

“Kami memutuskan membawa Tim Charlie dengan 14 orang personil Basarnas untuk bergabung dengan Tim SAR lain yang beroperasi di Diyarbakir, guna mendapatkan kepastian mengenai kondisi dua WNI yang hingga saat ini belum bisa dihubungi,” ujar Judha Nugraha.

Baca juga: 105 Jam Terjebak Reruntuhan Gempa Turkiye hingga Alami Hipotermia, Anak 5 Tahun Ditemukan Selamat

gempa-turkiye-suriah

Menurut informasi yang didapat KBRI Ankara dari masyarakat Indonesia yang dekat dengan kedua WNI tersebut, saat gempa terjadi kedua WNI yang hilang kontak itu sedang berada di Apartemen Galleria. Sementara itu, diketahui bahwa Apartemen Galleria merupakan salah satu dari ratusan gedung bertingkat yang mengalami keruntuhan total.​

Sebelumnya, pada Kamis (9/2/2023), Lalu Muhamad Iqbal menyatakan bahwa terdapat dua WNI di Provinsi Diyarbakir yang tidak dapat dihubungi setelah peristiwa gempa terjadi.

“Di Diyarbakir ada dua pekerja spa therapist yang sampai saat ini juga belum bisa kami hubungi, bahkan di grup WhatsApp teman-teman pekerja spa therapist yang ada di Diyarbakir sama sekali juga belum memberikan respons,” terang Lalu Muhamad Iqbal dikutip dari tayangan CNN Indonesia, Kamis (9/2/2023).

Melansir Al-Jazeera, hingga Jumat (17/2/2023), hampir 44.000 dilaporkan meninggal dunia di Turkiye. Sementara itu, di Suriah ada sebanyak 5.800 jiwa yang dilaporkan meninggal dunia.

Kawan Baik Dompet Dhuafa, penyintas Gempa Turkiye-Suriah masih membutuhkan uluran tangan kebaikan kita semua. Mari rapatkan barisan dan perkuat solidaritas dalam membantu saudara-saudara kita di Turkiye-Suriah. Kawan Baik dapat mengirimkan bantuan dan doa dengan mengeklik link di bawah ini. Saatnya Dunia Berdaya Hadapi Bencana.

BANTU KORBAN GEMPA TURKIYE-SURIAH