ROTE NDAO, NUSA TENGGARA TIMUR – Seyogyanya, tidak ada pekerjaan di dunia ini yang tidak memiliki resiko, yang berbeda adalah besar atau kecilnya resiko tersebut. Seperti diberitakan oleh SINDO-NTT.ID seorang nelayan bernama Ismail (47) yang berasal dari Papela dilaporkan hilang pada tanggal 06 Agustus 2022 dan ditemukan tidak bernyawa pada 12 Agustus 2022, hal itu terjadi saat Ismail pergi melaut mencari ikan.
Selain itu diberitakan oleh tvrinews.com adanya Kapal ikan “Kuda Laut” milik nelayan asal Desa Hundihu, Kabupaten Rote Ndao, terseret arus dan tenggelam di perairan Australia pada 20 Maret 2022. Kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Hundihuk pada Kamis (17/3/2022) lalu dengan membawa 11 anak buah kapal (ABK). Tiga (3) ABK dilaporkan selamat, sementara 9 orang lainnya masih dinyatakan hilang terseret arus laut.
Baca juga: Arti Daging Kurban bagi Seorang Pencari Tanaman Legundi di Papela Rote Ndao

Sama halnya yang dialami oleh ibu Letia, anak perempuan satu-satunya yang ia punya, hampir tenggelam saat mencari nafkah, alhamdulillah ada nelayan yang sedang melewati daerah tersebut sehingga anak ibu Letia terselamatkan. Tapi kejadian tersebut tak membuat ibu Letia dan anaknya berhenti mencari ikan di laut.
Ibu Letia bersama sang anak, tinggal di Desa Oenggae, Rote Ndao yaitu daerah pesisir, di sana terdapat satu masjid, tempat salah satu kurban Dompet Dhuafa tersalurkan. Masyarakat disana rata-rata melaut untuk mencari ikan, rumput laut atau hasil bumi lainnya.
Baca juga: Nabila Ishma Bersama Followersnya Sampaikan Kurban Hingga Rote Ndao NTT


“Kadang melaut, kadang bertani ke desa sebelah. Jika dapat Ikan, ada yang kami dapat ditukar dengan beras, pendapatan kami cukup untuk makan. Biasanya makan nasi dengan lauk ikan saja, yang digoreng. Kami tidak takut melaut, walaupun anakku pernah hampir tenggelam,” tutur Ibu Letia.
Hidup berdua bersama sang anak di rumah yang sederhana sampai dapur tempat memasaknya tidak beratap dan menggunakan kayu, tidak membuat ibu Letia melupakan rasa syukur kepada Tuhan.
Baca juga: Refleksi Hidup Ocha Nugraha: Penuh Syukur dari Perjalanan THK ke Pulau Rote


Di Pulau Rote, Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa hadir dan melangsungkan penyembelihan sejak Iduladha 1446 Hijriah, Jum’at (06/06/2025). Ditemui di sela-sela aktivitas hariannya saat distribusi daging kurban, tim Dompet Dhuafa terharu dengan cerita perjuangan ibu Letia bersama sang anak. Saat menerima daging kurban berupa daging sapi, ibu Letia bahagia sambil tersenyum malu–malu.
“Saya senang mendapatkan kurban, dagingnya nanti mau dibakar atau digoreng. Karena kami makan daging sapi jika ada yang memberikan. Terima kasih Dompet Dhuafa yang memberikan daging kurban di desa kami,” tutur ibu Letia bahagia.

Ternyata memberikan kurban untuk saudara kita yang berhak menerimanya, se-ngaruh itu untuk membahagiakan mereka. Terimakasih untuk para pekurban dan mitra kebaikan. Sudah siap untuk kurban tahun depan? Bahagiakan lebih banyak lagi saudara kita sampai ke pelosok negeri. (Dompet Dhuafa)
Teks : Elfi Handayani
Foto : Elfi, Rizky
Penyunting : Dhika, Dedi Fadlil

