KHAN YOUNIS, GAZA — Solidaritas kemanusiaan untuk Palestina dari Indonesia terus bergulir. Alhamdulillah, program kemanusiaan dari sebuah kolaborasi Dompet Dhuafa dan Komunitas My Day and Jars Social Project (MDJSP) telah disalurkan bagi saudara kita di Gaza.
Sebanyak 500 pengungsi Palestina menerima bantuan makanan siap saji (hot meal) pada 14–15 Juni 2026. Bantuan tersebut disalurkan di tengah kondisi kemanusiaan yang masih membelit masyarakat Gaza akibat konflik yang berkepanjangan.
Di tengah hamparan tenda pengungsian yang berdiri di atas tanah berdebu, aroma masakan hangat perlahan menyebar. Dengan bantuan mitra internasional Dompet Dhuafa di lapangan, mereka membantu menyiapkan seluruh kebutuhan distribusi.
Bahan-bahan makanan dibeli, kemudian dimasak secara langsung sebelum akhirnya dikemas dan dibawa menuju titik-titik pengungsian. Sebanyak 500 paket siap saji diproduksi dan dibagikan kepada keluarga-keluarga yang tinggal di tenda-tenda darurat di wilayah Khan Younis.



Bantuan kemanusiaan ini berasal dari donasi yang dihimpun oleh Komunitas My Day and Jars Social Project (MDJSP). Komunitas yang beranggotakan para penggemar grup band Korea Selatan DAY6 dan solois eaJ atau Jae tersebut telah menggalang dana sebesar Rp50 juta untuk mendukung masyarakat Palestina.
Nunik Muhayani selaku Fandom Leader MDJSP menjelaskan bahwa komunitasnya secara konsisten menginisiasi berbagai proyek sosial. Namun, aksi galang dana untuk Palestina menjadi salah satu bentuk kepedulian yang sangat penting mengingat situasi yang terus memburuk.
“Kami mempercayakan penyaluran bantuan ini kepada Dompet Dhuafa karena memiliki jaringan kemanusiaan yang kuat di Palestina. Penyaluran hot meals ini menjadi wujud solidaritas kemanusiaan yang lahir dari kepedulian bersama. Kami berharap setiap makanan yang diterima dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus menguatkan semangat para penyintas di Gaza,” ujar Nunik.
Bagi pengungsi Gaza yang masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar setiap hari, bantuan makanan hangat tersebut mungkin hanya berlangsung sesaat. Namun, di tengah ketidakpastian yang mereka hadapi, kepedulian yang datang dari ribuan kilometer jauhnya menjadi pengingat bahwa mereka masih memiliki kekuatan untuk berdiri dan melangkah.




Salah seorang penerima bantuan menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang terus diberikan kepada pengungsi Gaza.
“Terima kasih banyak atas makanan yang diberikan, kepada lembaga-lembaga yang selalu memeriksa dan berkomunikasi dengan kami serta selalu bersama kami, lembaga dan orang-orang yang hadir untuk memudahkan hidup kami. Semoga dukungan Anda terus berlanjut, terima kasih, semoga Allah memberkati Anda dan membalas dengan segala kebaikan,” ujarnya.
Pengumpulan dana dilakukan melalui berbagai platform digital. Selain memanfaatkan layanan crowdfunding KitaBisa, MJDSP juga membuka donasi melalui Google Form dan pembayaran digital menggunakan QRIS. Kampanye kemanusiaan tersebut disebarluaskan melalui media sosial seperti X, Instagram, dan TikTok sehingga mampu menjangkau lebih banyak donatur.
Sebagai lembaga filantropi yang telah lama bergerak dalam isu kemanusiaan global, Dompet Dhuafa mengapresiasi keterlibatan komunitas-komunitas generasi muda dalam upaya membantu para pengungsi di Gaza, Palestina.


Community Relation Dompet Dhuafa, Dimas Muttakhin, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh My Day and Jars Social Project. Menurutnya, kecintaan terhadap karya dan musisi favorit tidak berhenti pada aktivitas fandom saja, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan.
“Alhamdulillah, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal batas. Kami sangat mengapresiasi langkah teman-teman My Day and Jars Social Project yang telah menginisiasi gerakan ini. Semoga sinergi seperti ini terus terjalin dan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas,” ujar Dimas.
Baca juga: Semangat Lagu ‘Dynamite’ Gerakkan BTS ARMY Berbagi Kebaikan Ramadan

Kolaborasi antara Dompet Dhuafa dan My Day and Jars Social Project menjadi bukti bahwa aksi kemanusiaan dapat lahir dari berbagai ruang, di tengah situasi yang masih penuh ketidakpastian di Gaza, kepedulian akan selalu menemukan jalannya melintasi batas. (Dompet Dhuafa)
Foto: Mitra Internasional Dompet Dhuafa
Penulis: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Dhika

