Imbas Larangan Distribusi Bantuan Kemanusiaan ke Gaza, 90 Ton Bahan Pokok dan Satu Unit Ambulans Masuk Lewat Yordania

YORDANIA — Komitmen Dompet Dhuafa untuk memberi dukungan kepada keluarga korban genosida Israel terus menggaung hingga hari ini. Di tengah imbas larangan distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza oleh pemerintahan Israel, terutama kebutuhan dasar seperti air, makanan, listrik, Dompet Dhuafa pun menyalurkannya melalui Yordania.

Pada Rabu (19/04/2025), bantuan kemanusiaan telah mendarat di kawasan tenda pengungsian Sukhna, Provinsi Zarqa dan Wehdad, Provinsi Amman, Yordania. Tenda pengungsian tersebut telah menjadi tempat tinggal aman sementara bagi para warga Gaza yang melarikan diri dari negara asalnya.

Pekan lalu, sebanyak 90 Ton gandum masuk di gudang penyimpanan bahan pokok untuk warga Gaza di Ismailiyah, Mesir.
Pekan lalu sebanyak 90 Ton gandum masuk di gudang penyimpanan bahan pokok untuk warga Gaza di Ismailiyah Mesir
Satu unit ambulans telah mendarat di Yordania guna mengakomodir pertolongan pertama untuk warga Gaza, Rabu (19/03/2025).
Satu unit ambulans telah mendarat di Yordania guna mengakomodir pertolongan pertama untuk warga Gaza Rabu 19032025
Paket Bantuan Kemanusiaan telah mendarat di kawasan pengungsian warga Gaza di Sukhna, Provinsi Zarqa dan Wehdad, Provinsi Amman, Yordania pada Rabu (19/03/2025).
Paket Bantuan Kemanusiaan telah mendarat di kawasan pengungsian warga Gaza di Sukhna Provinsi Zarqa dan Wehdad Provinsi Amman Yordania pada Rabu 19032025

Sebanyak 90 Ton gandum dan bahan pokok lainnya telah tersalurkan bagi para pengungsi Palestina di Yordania. Bantuan akan menjadi pondasi keberlanjutan hidup sehari-hari mereka di tanah pengungsian, terutama pada bulan Ramadan ini.

Selain itu, Dompet Dhuafa juga menyalurkan satu unit mobil ambulans untuk persiapan pertolongan pertama bagi para warga pengungsi dari Gaza.

Perwakilan Relawan Dompet Dhuafa, Herman Budianto berada di lokasi langsung untuk menyalurkan bantuan. Menurut pengamatannya, para warga Gaza yang tinggal di tenda pengungsian terbagi secara berkelompok dengan akses yang terbatas, khususnya hal primer seperti bahan makanan.

Baca juga: Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Kemanusiaan ‘Indonesia untuk Palestina’ dan Dai Ambassador ke 11 Negara

Salah satu penerima manfaat Dompet Dhuafa di Yordania, sekaligus korban pembantaian Israel di Jalur Gaza.
Salah satu penerima manfaat Dompet Dhuafa di Yordania sekaligus korban pembantaian Israel di Jalur Gaza
Salah satu penerima manfaat Dompet Dhuafa di Yordania, sekaligus korban yang selamat dari pembantaian Israel di Jalur Gaza.
Salah satu penerima manfaat Dompet Dhuafa di Yordania sekaligus korban yang selamat dari pembantaian Israel di Jalur Gaza

“Di sini mereka susah untuk punya pekerjaan yang layak. Hanya mengandalkan usaha-usaha kecil yang berdiri secara mandiri dan bantuan para donatur. InsyaAllah Dompet Dhuafa terus bergerak membantu saudara kita, masyarakat Palestina, khususnya di Gaza, Palestina. Juga di kawasan pengungsian Mesir, Yordania, Lebanon dan negara lainnya yang menjadi tempat tinggal sementara masyarakat Palestina,” tutur Herman

Terima kasih untuk para donatur dan para kolaborator kebaikan Dompet Dhuafa. Meskipun begitu, dalam keadaan yang carut marut, warga Gaza masih harus terus bertahan hidup di tengah penderitaan yang panjang.

Situasi terkini sejak serangan pemboman udara oleh Israel, pada Selasa (18/03/2025) di Jalur Gaza.
Situasi terkini sejak serangan pemboman udara oleh Israel pada Selasa 18032025 di Jalur Gaza
Rumah sakit di Jalur Gaza penuh dengan korban pembantaian Israel per 18 Maret 2025 lalu.
Rumah sakit di Jalur Gaza penuh dengan korban pembantaian Israel per 18 Maret 2025 lalu
Korban pembantaian Israel pada Selasa (18/03/2025) meliputi anak-anak dan perempuan.
Korban pembantaian Israel pada Selasa 18032025 meliputi anak anak dan perempuan

Baca juga: Warga Palestina Terima Bantuan Donatur Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan hingga Santapan Sahur dan Buka Puasa

Terlebih situasi Gaza kini kian memanas. Tepatnya sehari sebelum bantuan kemanusiaan Dompet Dhuafa mendarat di Yordania, pada Selasa (18/03/2025) terjadi pembantaian berkali-kali oleh tentara Israel di Jalur Gaza. Serangan berupa pemboman udara intensif terhadap kawasan penduduk sipil.

Serangan tersebut mengakibatkan 400 lebih penduduk Gaza tewas. Angka sementara menunjukkan sebanyak 174 anak-anak, 89 perempuan, 32 orang tua dan 109 orang lainnya tewas di Gaza Utara, Palestina.

Sahabat, masih banyak warga Gaza terdampak yang membutuhkan. Situasi mereka masih jauh dari penghidupan yang damai dan sejahtera. Mari dukung mereka dengan berdonasi melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/jagapalestina. (Dompet Dhuafa)

Teks: Hany Fatihah Ahmad
Foto: Dompet Dhuafa
Penyunting: Dhika