Insan Dompet Dhuafa Siap Menyambut Tugas Mulia di Ramadan 1447 H

BOGOR — Dalam rangka menyambut Ramadan 1447 H, Dompet Dhuafa menggelar Tarhib Ramadan untuk Insan-Insan Dompet Dhuafa yang tergabung dari Mitra Pengelola Program (MPP), Dompet Dhuafa Cabang, Dompet Dhuafa Net dan seluruh jaringan Keluarga Besar Dompet Dhuafa, sebagai bentuk penguatan nilai-nilai semangat dalam menjalankan program-program sepanjang bulan Ramadan 1447 H, pada Kamis (12/02/2026) di Kawasan Zona Madina, Bogor.

Pada kesempatan itu, Sulis Tiqomah selaku Ketua Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa, secara terbuka mengumumkan target penghimpunan donasi, target penerima manfaat beserta upaya Dompet Dhuafa untuk mencapainya melalui program-program ungguan yang telah disiapkan.

Tahun ini, Dompet Dhuafa mengusung tema “Berzakat Itu Kacer” hal tersebut didasari dengan sebuah fenomena di mana Indonesia yang sering dinobatkan menjadi negara yang paling dermawan, pada realitanya masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan- kebiasaan senang berbagi dan mmiliki DNA berbagi.

Selain itu pemilihan tema Berzakat Itu Kalcer, diambil dari kata culture atau dalam bahasa Indonesia adalah kultur menjadi kalcer dengan pemilihan kata yang dianggap terasa lebih dekat dengan generasi muda. Dompet Dhuafa ingin terus menumbuhkan semangat berbagi menjadi sebuah kebiasaan, dan menjadi sebuah budaya berbagi dengan senang hati sukarela tanpa paksaan, sehingga berbagi menjadi sebuah lifestyle yang dikembangkan untuk masyarakat Indonesia.

Ahmad Juwaini sebagai Ketua Pengurus Dompet Dhuafa menyampaikan, gelaran ini juga sebagai refleksi perjalanannya Dompet Dhuafa yang dari waktu ke waktu hingga di usianya mencapai 32 tahun ini terus diberi kesempatan hingga sampai di Ramadan 1447 H.

Baca juga: Tarhib Ramadan 1447 H di Zona Madina, Dompet Dhuafa Paparkan Program Unggulan Mudik Kalcer hingga Ber-OJOL

Ahmad juga mengajak seluruh Insan Dompet Dhuafa di kesempatan bulan Ramadan, senantiasa menyiapkan diri untuk diamanahi tugas mulia, yakni melayani masyarakat di bulan Ramadan dan meningkatkan kehambaan di hadapan Allah.

“Dua peran ini harus kita jalankan secara baik, kita lakukan secara kuat secara seimbang dengan sebaik-baiknya. Tugas kita sebagai amil juga kita persembahkan karena di bulan Ramadan ini ini menjadi istimewa semua umat Islam dalam konteks mencari rida Allah jadi kita harus melayani dengan sebaik baiknya,” ujar Ahmad.

Lebih lanjut menurut Ahmad, hal yang tak kalah penting di bulan Ramadan adalah menunjukkan kepada masyarakat bahwa Dompet Dhuafa memiliki pertanggungjawaban, akuntabilitas, dan komitmen kuat dalam mengelola dana. Dana tersebut tidak hanya dihimpun, tetapi juga disalurkan secara nyata melalui program-program yang sifatnya berkelanjutan atau memberdayakan.

Dompet Dhuafa juga menyoroti beberapa isu dalam program Ramadan yang telah disiapkan, diantaranya perhatian terhadap Palestina telah diwujudkan sejak sebulan terakhir melalui berbagai kegiatan. Selain itu, momentum Ramadan juga dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan bagi saudara-saudara di Sumatera yang terdampak banjir dan longsor, mengingat besarnya amanah yang dititipkan masyarakat untuk meringankan beban para penyintas banjir dan longsor Sumatra.

Dalam menyambut bulan suci yang dinantikan oleh seluruh umat Muslim, Dompet Dhuafa berperan sebagai penghubung antara para donatur (muzakki) dan penerima manfaat (mustahik) dalam menyalurkan dana ZISWAF. Melalui peran tersebut, dana yang disalurkan untuk membantu kelompok-kelompok, di tengah menghadapi tekanan ekonomi.

Sulis Tiqomah, Ketua Ramadan 1447 H, menyebutkan target yang akan dihimpun selama bulan Ramadan nanti sebesar Rp156,2 milyar, Dompet Dhuafa sudah memproyeksikan banyak program yang nantinya akan menjangkau 750ribu penerima manfaat.

Penguatan nilai dan semangat tersebut turut diikuti oleh jaringan cabang melalui pertemuan virtual. Pada kesempatan yang sama, pelaksanaan Tarhib Ramadan Nasional dilaksanakan serentak bersama cabang Dompet Dhuafa di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sejumlah perwakilan cabang menyampaikan rasa suka cita dalam menyambut Ramadan serta menyatakan kesiapan untuk menyukseskan program Ramadan 1447 H dan mencapai target bersama yang telah ditetapkan.

Baca juga: Semangat Tim B’Beres: Bersih-Bersih Makam Jelang Ramadan Sekaligus Terapi Pemulihan

Dengan energi yang sama, Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Yudi Latif menegaskan semangat menyemarakkan Ramadan adalah pekerjaan mulia, yang dapat dilakukan dengan adanya motivasi prinsip, bagaimana kita berbuat bagi kebahagiaan manusia.

“Jadi sumber kebahagiaan yang sifatnya sosial dan emosional seperti berbagi, memberi manfaat bagi orang lain itu yang menambah kebahagiaan. Karena dari materi bisa lagi mendongkrak satu-satunya jalan bagi kaum miskin kita memfasilitasi bagaimana mereka hidup memenuhi kecukupan kehidupan yang layak, tapi bagi orang kaya membuat dia memiliki ritual untuk meningkatkan peluang kebahagiaan jadi ini pekerjaan yang paling mulia,” jelas Yudi.

Selain itu, secara simbolis Dompet Dhuafa juga turut melepaskan 20 Dai Ambassador yang telah terpilih untuk melakukan dakwah di 20 negara. Rangkaian kegiatan ditutup dengan kajian yang disampaikan oleh Ahmad Wafiudin Sakkam, Dewan Pengawas Syariah Dompet Dhuafa sebagai penguatan nilai-nilai kebaikan untuk menyambut Ramadan 1447 H.

Sehingga, dengan berbagai program yang telah dicanangkan, Dompet Dhuafa mengajak seluruh lapisan masyarakat, menyongsong Ramadan 1447 H, yang bisa membuat Indonesia memiliki harapan bagi kebaikan dan kebahagiaan hidup mereka yang membutuhkan (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Anndini Dwi Putri, Moh Reynaldi
Penyunting: Dhika