JAKARTA — Di tengah kesibukan area Penjaringan, Jakarta Utara, semangat 100 pengrajin tahu dan tempe di wilayah Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, menerima uluran tangan kebaikan melalui penyaluran paket pangan dalam Program Hunger Relief. Bantuan ini merupakan buah dari kemitraan strategis yang berkelanjutan antara lembaga filantropi Dompet Dhuafa dengan perusahaan agribisnis global, PT ADM Indonesia Trading & Logistics.
Aksi kebaikan yang dipusatkan di Pejagalan ini hanyalah satu dari serangkaian penyaluran yang lebih besar. Secara keseluruhan, Dompet Dhuafa dan PT ADM mendistribusikan sebanyak 2.510 paket pangan yang tersebar di 22 kabupaten/kota di Indonesia lainnya dalam waktu yang berbeda.
Pagi itu, wajah-wajah para pengrajin tahu-tempe yang biasanya diselimuti asap dan keringat produksi, tampak berseri. Di balik proses produksi yang padat, mereka menyimpan kisah perjuangan yang tak mudah.




Pak Sudarno, pengrajin tempe bagian masak yang berkutat dengan uap panas sejak era ‘80-an, menceritakan pahit-manis profesinya sembari melempar canda.
“Namanya juga kuli, kalau hujan tidak bisa dihindari karena tinggal di rumah kayu. Banyak dukanya,” ungkapnya, lucu.
Ia menambahkan, “Kalau sukanya itu saat hari Minggu sebab itu hari gajian, hehe”.
Lain lagi dengan Bu Muriyah, pengrajin sekaligus pedagang tempe asal Pemalang. Tempe laiknya sudah mendarah daging dalam hidupnya, diwariskan turun-temurun. Ia telah merantau dan tinggal di Pejagalan, menyatu dengan hiruk-pikuk tempat produksinya. Tinggal bersama keluarga–suami, anak, menantu, dan dua cucu–di dua petak kamar yang dipisahkan dapur terbuka di tengahnya, Bu Muriyah mengenang pengalamannya menghadapi penggusuran saat tinggal di atas kali dan kerugian saat bahan baku tempe rusak akibat cuaca buruk. Namun, kehadiran bantuan pagi ini membangkitkan semangatnya.
“Alhamdulillah, (bantuan) bermanfaat sekali. Dan untuk pecinta tempe, tetaplah makan tempe karena bergizi dan penuh perjuangan kami,” ujar Bu Muriyah dengan senyum semringah.





Dalam sambutannya, Mardianto Napitupulu selaku Trader PT ADM Indonesia Trading & Logistics, menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari kepedulian ADM terhadap para mitra. Ia juga memperkenalkan merek dagang ADM “Panah” yang dikenal sebagai pemasok bibit kedelai, bahan baku utama tempe.
“Selain menjalankan proses bisnis, ADM juga peduli terhadap para mitra, distributor, hingga pengrajinnya,” tegas Mardianto.
Ia berharap bantuan ini dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang, memperkuat ikatan antara perusahaan dan para pelaku usaha kecil.
Sementara itu, Erlita selaku Partnership Dompet Dhuafa, memberikan pengenalan singkat mengenai kiprah Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi yang menjembatani kebaikan. Ia memaparkan, kemitraan Dompet Dhuafa dan PT ADM bukanlah kali pertama. Kedua pihak telah menorehkan jejak kebaikan di berbagai kesempatan.
“Sebelumnya, tahun 2022, Dompet Dhuafa dan ADM berkolaborasi dalam Program Emergency Response untuk korban Gempa Cianjur, Jawa Barat, dengan menyalurkan bahan pokok pangan dan kebutuhan mendesak bagi para pengungsi. Komitmen tersebut berlanjut di tahun 2025, di mana PT ADM turut serta membantu dalam penyerapan ayam potong dari peternak lokal di sekitar Kabupaten Parung, Bogor, menunjukkan fokus pada penguatan ekonomi masyarakat,” papar Erlita.




Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat. Vivi Kasie, perwakilan dari Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, menyampaikan ucapan terima kasih atas waktu dan rezeki yang disalurkan.
“Semoga dapat bermanfaat bagi warga dan pengrajin semakin kerja sama dalam solidaritas,” harapnya.
Turut hadir juga Margono selaku Ketua RW 008 Pejagalan dan Budi Sugianto, Founder Bahtera Distributor.
Penyaluran Program Hunger Relief di Pejagalan ini menjadi babak baru yang menekankan perhatian pada sektor pangan, khususnya pengrajin tahu dan tempe. Lebih dari sekadar bantuan, kolaborasi ini adalah perwujudan nyata dari Corporate Social Responsibility yang terintegrasi, yang tidak hanya menyentuh aspek keuntungan bisnis, namun juga aspek kemanusiaan dan keberlanjutan. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil

