Kisah Wiwit Bertahan Dengan Satu Tangan, Parsel Ramadan Tokopedia Hadir Menguatkan

BEKASI — Ada kekuatan yang dapat menembus keterbatasan. Ada ketulusan yang mampu menghadirkan penerimaan. Ada perjuangan demi menuntaskan kewajiban.

Seperti ketangguhan Wiwit Triyono, pejuang keluarga yang tidak menyerah demi menghidupi keluarganya di tengah keterbatasan yang ia rasakan. Sudah hampir 10 tahun, Wiwit berjualan makaroni telur dengan satu tangan setelah stroke membuat sebagian tubuhnya tak lagi berfungsi.

Baca juga: Dari Dana Zakat, Bantuan Gerobak Bakso Bager Jadi Kesempatan Kembali Berdaya

Setiap langkah seorang ayah adalah wujud kasih yang tak selalu terucap, namun selalu terasa dalam perjuangan dan pengorbanannya. Setiap hari, ia mendorong gerobak untuk mencari nafkah. Di luar Ramadan, Wiwit biasa berjualan di depan sekolah dasar. Sementara selama Ramadan, ia mulai berjualan selepas ashar di depan Masjid Al Falah, Tambun Selatan.

“Saya sakit aja 15 tahun, kalau jualan hampir 10 tahun lah. Alhamdulillah emang itu aktivitas saya sehari-hari dan saya kepala keluarga kan anak dua, apa yang saya bisa lakukan ya saya jalanin supaya dapur tetap ngebul,” ungkapnya.

Baca juga: Dompet Dhuafa dan Tokopedia Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir di Lubuk Minturun

Dari berjualan Wiwit mendapatkan keuntungan sebesar 150 ribu rupiah, namun selama Ramadan dikarenakan waktu berjualannya lebih sebentar, ia hanya mendapatkan 90 ribu rupiah per hari. Di tengah keterbatasan Wiwit tetap memenuhi kewajibannya sebagai kepala keluarga untuk menyambung hidup anak dan istrinya.

Sebelumnya, ia sempat menjalani pengobatan fisioterapi secara gratis. Namun, keterbatasan biaya transportasi menuju rumah sakit menjadi kendala. Ia mengaku harus mengeluarkan ongkos tambahan, sementara penghasilannya belum mencukupi, sehingga pengobatan tersebut terpaksa terhenti di tengah jalan.

Di tengah kerasnya perjuangan yang dilakukan Wiwit, selalu ada uluran tangan kebaikan yang menjadi penguat dan harapan untuk kembali berjuang dan melanjutkan hidup. Seperti kolaborasi Tokopedia dan Dompet Dhuafa yang menjadi angin segar, hadir sebagai kepedulian yang menguatkan Wiwit.

Melalui program Ramadan 1447 H, Tokopedia menyalurkan Parsel Ramadan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi para pejuang tangguh keluarga, agar kebahagiaan sederhana dapat hadir dan Ramadan terasa lebih bermakna. Parsel Ramadan ini berasal dari para pengguna Tokopedia yang berdonasi melalui aplikasi.

Baca juga: Dompet Dhuafa dan Tokopedia Hadirkan Kebutuhan Air Bersih Masyarakat Abung Surakarta Lampung

“Alhamdulillah terbantu banget, semoga kedepannya makin berkah terima kasih banyak bungkusan Parsel Ramadan dari Dompet Dhuafa dan Tokopedia yang saya terima Alhamdulillah sekali lagi terima kasih banyak,” seru Wiwit.

Hari itu, Wiwit pulang kembali dengan hati yang utuh seperti mendapatkan energi baru. Dari jauh, ia terlihat semangat memasukkan makaroni dan telur ke loyang-loyang yang telah panas, dengan satu tangannya, ia memilih untuk tidak menyerah dan menjadikan itu sebagai upaya yang diandalkan untuk keberlangsungan hidup.

Selain Wiwit, ada puluhan orang lainnya yang mendapatkan energi yang sama, Tokopedia dan Dompet Dhuafa juga turut menyalurkan Parsel Ramadan kepada para pejuang tangguh, ojek online, dhuafa dan orang-orang yang kurang mampu.

Dompet Dhuafa senantiasa mengapresiasi Tokopedia yang selama ini selalu membersamai mereka yang membutuhkan, menjadi sebuah uluran tangan yang menguatkan para pejuang keluarga. (Dompet Dhuafa)

Teks dan Foto: Anndini Dwi Putri
Editor: Dhika