Kuatkan Solidaritas untuk Palestina, Dompet Dhuafa dan FPN akan Hadirkan Aksi Dongeng di 100 Titik Wilayah Indonesia

Penampilan dongeng menceritakan harapan seorang anak Palestina.

JAKARTA — Kepedulian terhadap kondisi Palestina, khususnya anak-anak yang menjadi korban, mendorong Dompet Dhuafa dan Forum Pendongeng Nasional (FPN) untuk melakukan kolaborasi bersama dalam sebuah gerakan kemanusiaan. Kedua lembaga ini secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam acara bertajuk “Pagelaran Cerita Indonesia-Palestina”, yang berlangsung pada Rabu (07/05/2025) di Sasana Budaya Rumah Kita Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan.

Mengusung semangat kampanye sosial bertajuk #FPN4Palestine, pagelaran ini menghadirkan kekuatan seni dalam bentuk dongeng, teater, puisi, dan lagu untuk menyuarakan kepedulian. Ketua Umum Forum Pendongeng Nasional, Ahmad Fauzan, menyatakan bahwa aksi ini lahir dari kegelisahan para pendongeng terhadap kondisi Palestina, khususnya anak-anak yang kehilangan masa kecil mereka akibat konflik.

Sorotan utama Forum Pendongeng Nasional adalah kepada isu kemanusiaan, isu budaya dan perlindungan anak. Fauzan meyakini FPN dan Dompet Dhuafa memiliki nilai yang sama atas nilai-nilai tersebut, khususnya kemanusiaan di Palestina. Maka itu, pihaknya ingin menguatkan nilai itu dengan berkolaborasi bersama.

“Pagelaran ini bukan sekadar panggung seni. Ini adalah media penyadaran, media kampanye, sekaligus media penggalangan dana. Kami ingin anak-anak Indonesia tumbuh dengan jiwa yang peduli terhadap sesama, khususnya saudara-saudaranya di Palestina yang tengah berjuang,” ungkap Fauzan.

Baca juga: Pasukan Diplomasi Kemanusiaan Indonesia Perkuat Dukungan untuk Palestina

Chiki Fawzi membacakan puisi tentang Palestina bersama dengan teman bonekanya.
Chiki Fawzi membacakan puisi tentang Palestina bersama dengan teman bonekanya
Penampilan pantomim menceritakan kisah pilu di tanah Palestina.
Penampilan pantomim menceritakan kisah pilu di tanah Palestina
Penampilan dongeng menceritakan harapan seorang anak Palestina.
Penampilan dongeng menceritakan harapan seorang anak Palestina

Acara dibuka dengan penampilan puisi spesial dari Chiki Fawzi, diikuti dengan dongeng pantomim oleh Kak Yono, puisi esai oleh Kak Rian Hamzah, dongeng musikal oleh Kak Rona Mentari, serta puisi dari siswa-siswi SDI Al Syukro Universal. Tak kalah memukau, dongeng teatrikal oleh Kak Agus DS dan lagu “Anak Palestina Tercinta” yang dibawakan Kak Ojan dan Ata menjadi puncak penampilan yang menggetarkan hati hadirin.

Dalam konferensi pers yang berlangsung di tengah acara, Dian Mulyadi selaku Deputi Direktur Corporate Secretary Dompet Dhuafa menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis dalam memperkuat gerakan kolaboratif lintas sektor untuk Palestina.

“Ini adalah langkah awal yang membuka jalan bagi sinergi lebih luas. Melalui Dompet Dhuafa, dana yang dihimpun akan disalurkan secara transparan kepada anak-anak Palestina yang sangat membutuhkan uluran tangan kita semua,” terang Etika.

Menariknya, acara ini juga melibatkan partisipasi aktif dari dunia pendidikan. Direktur Sekolah Islam Al Syukro Universal, Cici Kurniasih, menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kepedulian sejak dini kepada anak-anak. Menurutnya, kepedulian ini harus ditanamkan kepada anak-anak sejak kecil. Dengan begitu, mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki jiwa kemanusiaan yang kuat, lebih menghargai sesama, dan mensyukuri setiap kondisi yang mereka miliki. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter diterapkan di sekolah yang dipimpinnya.

Baca juga: Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Kemanusiaan ‘Indonesia untuk Palestina’ dan Dai Ambassador ke 11 Negara

Para peserta menerbangkan pesawat harapan untuk Palestina.
Para peserta menerbangkan pesawat harapan untuk Palestina
Pembacaan puisi oleh siswa-siswi SDI Al Syukro Universal.
Pembacaan puisi oleh siswa siswi SDI Al Syukro Universal

Ia juga menambahkan bahwa keikutsertaan siswa-siswi SDI Al Syukro Universal dalam acara ini menjadi praktik nyata pendidikan berbasis empati. Anak-anak tampil membacakan puisi yang mengangkat tema kepedulian terhadap Palestina, menumbuhkan rasa solidaritas di usia dini.

Sementara itu, Nia Ramlan, Koordinator Aksi Nasional FPN4Palestine, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung dalam gerakan ini.

“Semua pihak bisa ikut serta, baik melalui penggalangan dana, menyebarkan pesan-pesan kebaikan, maupun dengan menggunakan seni sebagai medium dakwah kemanusiaan,” katanya.

Bernyanyi bersama lagu-lagu tentang Palestina.
Bernyanyi bersama lagu lagu tentang Palestina
Penandatanganan kerjasama Aksi Nasional antara Dompet Dhuafa dan FPN.
Penandatanganan kerjasama Aksi Nasional antara Dompet Dhuafa dan FPN
Para pengisi acara dan peserta "Pagelaran Cerita Indonesia-Palestina".
Para pengisi acara dan peserta Pagelaran Cerita Indonesia Palestina

Kerjasama antara Dompet Dhuafa bersama FPN ini selanjutnya akan dilakukan dalam bentuk Aksi Nasional yang berlangsung secara serentak di 100 titik wilayah Indonesia. Tepatnya yaitu pada tanggal 15 Mei 2025. Tanggal ini dipilih karena merupakan tanggal bersejarah, yaitu mengenang tragedi Nakba. Sementara ini, sudah ada sebanyak 120 relawan pendongeng yang sudah bersedia akan melakukan aksi ini sebagai bentuk kampanye untuk menyuarakan kemerdekaan kemanusiaan. Aksi ini menargetkan selain anak-anak sekolah, juga para orangtua dan para guru.

Baca juga: Sinergi Kemanusiaan untuk Gaza, Dompet Dhuafa dan Mitra Hadirkan Bedah Kemanusiaan

Dengan pagelaran ini, Dompet Dhuafa dan Forum Pendongeng Nasional menegaskan komitmennya untuk terus menghidupkan semangat kepedulian melalui seni, pendidikan, dan aksi nyata yang melibatkan semua kalangan, dari anak-anak hingga dewasa. Sebuah langkah kecil yang diharapkan dapat membawa dampak besar bagi saudara-saudara kita di Palestina. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika