Langkah Sekolah Tetum Bunaya Tangani Dampak Banjir dan Longsor Sumatra

JAKARTA — Hampir genap 60 hari banjir dan longsor menerjang Sumatra. Situasi ini kembali mengingatkan kita dengan besarnya kebutuhan para penyintas. Dompet Dhuafa, sebagai lembaga kemanusiaan, terus menyusun dan menjalankan langkah-langkah strategis untuk menangani dampak bencana yang kini telah memasuki fase pemulihan (recovery).

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas jejaring kebaikan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra pendidikan. Dalam semangat tersebut, Sekolah Tetum Bunaya turut menyerahkan donasi kemanusiaan bertajuk “Semangat untuk Sumatra” melalui Dompet Dhuafa pada Selasa (15/1/2026). Donasi ini merupakan hasil gotong royong seluruh keluarga besar KB–TK–SD Tetum Bunaya sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap penyintas yang terdampak di Sumatra.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi serta sarana membangun kepedulian siswa terhadap dampak bencana sekaligus upaya pemulihan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Dihadiri oleh perwakilan wali murid dari seluruh jenjang pendidikan, jajaran guru, staf sekolah, serta perwakilan Dompet Dhuafa. Bagi anak-anak, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang bermakna, belajar memahami arti empati, kepedulian, dan berbagi sejak usia dini.

Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui Program Indonesia Siap Siaga, sebuah ikhtiar kemanusiaan untuk merespons rangkaian bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga mendampingi proses pemulihan penyintas agar dapat kembali melanjutkan kehidupan secara bertahap.

Tentunya, Dompet Dhuafa menyadari bahwa penanganan dan pemulihan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Oleh karena itu, Dompet Dhuafa berupaya mengambil peran strategis sebagai simpul penghubung yang menyatukan berbagai jaringan sekolah seperti Sekolah Tetum Bunaya agar tidak bekerja secara terpisah.

Sudah hampir dua bulan Dompet Dhuafa hadir menyalurkan berbagai bentuk bantuan sesuai kebutuhan para penyintas banjir bandang dan longsor Sumatra, mulai dari bantuan pangan, layanan kesehatan, hingga pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak. Seluruh bantuan disalurkan dengan mengedepankan prinsip kebermanfaatan yang berdampak.

Baca juga: Dompet Dhuafa Bersama Assu’adaa Islamic Integrated Bilingual School Gelar Seminar Parenting, Edukasi Keluarga Sekaligus Pulihkan Sumatra

Nuriyah, Direct Network Officer Dompet Dhuafa, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Sekolah Tetum Bunaya. Menurutnya, keterlibatan sekolah dalam aksi kemanusiaan menjadi langkah penting dalam menanamkan nilai empati dan solidaritas sejak dini.

“Terima kasih untuk seluruh keluarga besar Sekolah Tetum Bunaya, khususnya adik-adik semua yang sangat keren dan hebat, sudah ikut aktif dalam kepedulian menggalang dana untuk saudara-saudara kita di Sumatra yang sedang terdampak bencana,” ujar Nuriyah.

Dian Yulianti, Kepala KB-TK Sekolah Tetum Bunaya, menyampaikan bahwa kegiatan penggalangan donasi ini mendapat dukungan penuh dari seluruh ekosistem sekolah. Kepedulian tersebut tumbuh seiring dengan informasi yang mereka terima terkait kondisi bencana di Sumatra, khususnya di Aceh yang kian memprihatinkan.

“Alhamdulillah, wali murid, siswa, guru, bahkan staf di sekolah ini sangat aware dengan kondisi bencana di Sumatra. Kami melihat langsung dari pemberitaan di media sosial, dan kondisinya memang sangat memprihatinkan,” ungkap Dian.

Dian juga menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan kerjasama pertama antara Sekolah Tetum Bunaya dan Dompet Dhuafa. Dalam proses penyaluran donasi, pihak sekolah berupaya memastikan bantuan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan yang amanah dan profesional.

“Awalnya kami memang sedang mencari lembaga kemanusiaan untuk menyalurkan donasi yang terkumpul. Alhamdulillah, kami menemukan Dompet Dhuafa yang insyaallah amanah, profesional, dan sudah dikenal luas oleh masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga: Jaga Pendidikan Anak-Anak Penyintas Bencana, Dompet Dhuafa Renovasi Sejumlah Sekolah di Sumatra

Dalam kesempatan yang sama, Endah Widyawati, Kepala Akademik sekaligus Founder Sekolah Tetum Bunaya turut hadir dan menyampaikan harapannya agar silaturahmi serta kolaborasi kebaikan bersama Dompet Dhuafa dapat terus terjalin ke depannya.

“Terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah menjadi mitra kolaborasi kebaikan untuk membantu para penyintas bencana di Sumatra. Semoga ke depan kita dapat terus bekerja sama dan berkolaborasi dalam aksi-aksi kebaikan lainnya,” pungkas Endah.

Sekolah Tetum Bunaya adalah sekolah swasta inklusif yang mengedepankan konsep sekolah hijau (Adiwiyata), menerapkan kurikulum nasional yang dipadukan metode Montessori, dan berfokus pada literasi, karakter dan lingkungan melalui pendekatan sensori dan budaya Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Tetum Bunaya berharap nilai-nilai kemanusiaan dapat terus tumbuh dalam diri setiap siswa. Dari ruang belajar yang sederhana, diharapkan lahir generasi yang peka dan siap hadir untuk sesama, terutama di saat-saat paling dibutuhkan.

Dompet Dhuafa terus memperkuat peran sekolah sebagai motor kolaborasi dalam pemulihan pasca bencana, sehingga menjadi rujukan atau referensi bagi sekolah-sekolah lain dalam mendukung proses pemulihan Sumatra. Terus kuatkan Sumatra melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/prayforsumatera. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Nuriyah dan Enik
Penyunting: Dhika