Manajemen Investasi Wakaf Uang, Ini yang Wajib Diketahui

Di masa sulit seperti saat ini, wakaf menjadi salah satu penolong yang sangat bisa diandalkan. Wakaf merupakan salah satu bentuk amalan di dalam agama Islam yang tidak hanya menguntungkan individu atau golongan dalam skala yang luas. Pewakaf pun akan mendapatkan keutamaan berupa ibadah yang tidak putus walaupun setelah ia meninggal dunia. 

Sebagai lembaga amal yang sudah lama berkecimpung di bidang penyaluran amal dan sedekah, Ini yang perlu Donatur ketahui mengenai sistem pengelolaan wakaf uang miliki Dompet Dhuafa.

Aspek-aspek Manajemen Investasi Wakaf Uang

Di tahun 2005, Dompet Dhuafa meluncurkan institusi bernama Tabung Wakaf Indonesia (TWI). TWI memiliki tugas penting untuk menghimpun dana maupun harta benda wakaf yang nanti akan digunakan demi kemaslahatan umat. Dengan didirikannya TWI, diharapkan mampu mengoptimalkan distribusi wakaf. Dan, membuat wakaf menjadi salah satu penggerak ekonomi umat. Untuk itu, tentunya TWI memiliki manajemen investasi wakaf uang, yaitu manajemen penghimpunan dana, investasi wakaf uang, dan pendistribusian wakaf kepada pihak mauqul’alaih. Berikut penjabarannya:

1. Manajemen Penghimpunan Dana Wakaf

Sejak tahun 2001, Dompet Dhuafa sudah berhasil menggalang dana wakaf dengan nilai mencapai Rp86.968.000. Jumlah penghimpunan dana tersebut meningkat pesat menjadi Rp822.451.600 saat menginjak tahun 2022. Selain karena didukung oleh fatwa MUI yang diluncurkan di tahun 2002 lalu, keberhasilan penggalangan dana ini juga tidak lepas dari profesionalitas yang ditunjukkan TWI. Lembaga pengelola wakaf ini benar-benar memaksimalkan akses potensi dari wakaf uang untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.

2. Investasi Wakaf Uang

Aspek kedua adalah manajemen investasi wakaf uang. TWI mengelola wakaf uang yang sudah disalurkan para Donatur lewat jalan investasi. Dalam prakteknya, TWI mengimplementasikan sistem bagi hasil, sistem sewa, dan murabahah. Lebih lanjut, TWI memastikan pengelolaan serta pengembangan dari wakaf uang maupun harta benda tersebut sudah sesuai dengan fungsi, tujuan, serta peruntukannya. Tentunya, dengan masih memeluk erat kaidah atau prinsip syariah Islam. Dalam pelaksanaannya, TWI menerapkan 3 jenis pendekatan. Pendekatan tersebut adalah pendekatan produktif, non-produktif, dan pendekatan terpadu.

3. Pendekatan produktif: adalah jenis pendekatan pengelolaan harta wakaf untuk hal-hal yang bersifat produktif, dan di saat yang sama menghasilkan profit atau keuntungan. Keuntungan yang diperoleh tentunya akan digunakan untuk keperluan umat Sektor yang menggunakan sistem pendekatan ini antara lain: perkebunan, peternakan, penyediaan fasilitas niaga, dan jenis usaha produktif lainnya. Hasil dari usaha-usaha tersebut disalurkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat miskin.

  • Pendekatan non-produktif: Untuk jenis pendekatan ini, TWI melakukan pengelolaan harta wakaf untuk aktivitas usaha yang tidak menghasilkan keuntungan. Walaupun tidak mendapatkan keuntungan material, namun masyarakat bisa langsung memperoleh manfaat dari dana wakaf tersebut. Dana wakaf dengan pendekatan non-produktif ini diperuntukkan untuk pembangunan fasilitas rumah sakit atau sekolah gratis.
  • Pendekatan terpadu: Pendekatan terpadu menggabungkan antara penyaluran wakaf berupa sarana dan prasarana dan wakaf untuk aktivitas niaga. Salah satu contohnya adalah penyaluran wakaf yang diperoleh dari hasil perkebunan coklat dan kelapa. Hasil wakaf tersebut diperuntukkan untuk mendanai SMA Mansamat yang ada di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah.

4. Pendistribusian Wakaf

Untuk pendistribusian dana wakaf, TWI pun melakukannya dengan seksama. Agar penyaluran harta wakaf uang menjadi lebih optimal, pihak TWI mengutamakan 3 sektor untuk menyalurkan dana wakaf. Yaitu: sektor sosial, ekonomi, dan pendidikan. 

Semoga ulasan mengenai manajemen investasi wakaf uang di atas semakin memantapkan langkah untuk mulai berwakaf. Donatur bisa mempercayakan penyaluran wakaf kepada Dompet Dhuafa. Dengan sistem manajemen yang tepat, lembaga amal ini menjamin dana wakaf yang Donatur salurkan akan sampai ke tangan orang-orang yang membutuhkan.