Perbedaan Infak dan Sedekah, Yuk Simak!

Dalam agama Islam, kita tidak hanya dituntut untuk beribadah kepada Allah SWT melalui sholat, puasa, dan lain sebagainya. Kita juga diwajibkan untuk menjadi pribadi yang ringan tangan dalam hal membantu sesama yang kekurangan. Salah satu caranya adalah dengan menyisihkan harta untuk disedekahkan kepada golongan masyarakat yang kurang beruntung. Kita bisa menyalurkan bantuan tersebut dalam 3 bentuk, yaitu zakat, infak, dan sedekah. Namun, masih banyak yang salah kaprah dan belum benar-benar memahami perbedaan infak dan sedekah. Sebelum beramal, wajib baca dulu ulasan berikut.

Perbedaan Infak dan Sedekah dari Segi Definisi

Perbedaan infak dan sedekah bisa dilihat dari segi definisinya. Biarpun mirip, ternyata keduanya sangat berbeda. Jika dilihat dari segi terminologi, kata “infak” berasal dari kosakata bahasa Arab yaitu “anfaqa”. Kata tersebut memiliki makna aktivitas mengeluarkan suatu harta untuk memenuhi sebuah kepentingan dalam agama Islam. Sedangkan, sedekah berasal dari kata “shodaqoh”. Kata tersebut memiliki makna “suatu pemberian sukarela yang diberikan untuk tujuan memperoleh ridha dari Allah SWT.

Perbedaan Infak dan Sedekah dari Segi Wujud Harta

Selain dari segi definisi, perbedaan infak dan sedekah juga bisa dilihat dari wujud barang yang dikeluarkan. Dalam hal ini, infak memiliki wujud harta yang kita miliki. Harta tersebut kita salurkan kepada masyarakat atau suatu golongan demi memenuhi perintah agama. Misalnya, dengan menyantuni anak yatim dan piatu, atau menyumbang sejumlah uang untuk kepentingan membangun masjid di daerah yang membutuhkan.

Berbeda dari zakat, infak tidak memiliki nilai nisab tertentu. Artinya, kita bebas memberikan sumbangan dana dengan besaran maupun dalam waktu yang sangat fleksibel. Infak juga dikenal sebagai salah satu kunci dari pintu rejeki yang akan dibukakan oleh Allah SWT. Barangsiapa yang dengan ikhlas mengeluarkan infak untuk sesamanya, maka Allah SWT akan membukakan sumber rejeki yang tidak terduga. Hukum infak adalah sunnah. Apabila mampu, maka sangat dianjurkan untuk menginfakkan sedikit harta yang dimiliki. Namun, jika tidak pun, tidak akan ada dosa yang harus ditanggung.

Sedangkan, sedekah tidak harus berwujud uang maupun hal-hal bersifat material. Suatu jasa yang kita lakukan juga bisa menjadi sedekah apabila hal tersebut membawa kebaikan bagi orang lain. Bahkan, tersenyum pun juga bisa terhitung sebagai sedekah kecil. Hukum dari sedekah adalah sunnah. Sehingga, barangsiapa yang melakukannya akan mendapatkan pahala. Secara singkat, sedekah merupakan hal-hal kecil yang baik. Sesuai dengan sabda Rasulullah, yaitu “kullu ma’rufin shodaqoh”. Yang artinya, “Setiap kebaikan merupakan sedekah”.

Sedangkan, jika tidak dilakukan pun tidak mengakibatkan dosa. Hanya saja, Allah menjamin bahwa harta yang dimiliki tidak akan habis dengan bersedekah. Bahkan, sedekah merupakan salah satu dari beberapa amalan yang tidak akan terputus bahkan setelah orang tersebut meninggal dunia. 

Manfaat Infak dan Sedekah

Sama seperti zakat, siapapun yang melakukan infak dan sedekah akan diganjar dengan pahala. Tidak hanya itu, berikut adalah sejumlah manfaat yang bisa didapatkan dengan rajin berinfak dan bersedekah:

  • Memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat
  • Terhindar dari takabur atau sombong, yaitu sifat yang sangat dibenci Allah SWT
  • Mendapatkan ridho dari Allah SWT 
  • Terbebas dari obsesi akan harta yang melimpah. Dengan berinfak maupun bersedekah, kita akan menyadari bahwa harta adalah suatu hal duniawi yang bersifat sementara. 

Itulah beberapa perbedaan infak dan sedekah. Baik infak maupun sedekah, semuanya bisa Donatur lakukan dengan mudah lewat Dompet Dhuafa. Gunakan layanan online untuk menjadi donatur bagi ratusan golongan masyarakat yang kekurangan di Indonesia. Donatur juga bisa mengecek sendiri laporan donasi yang disampaikan secara transparan. Jadi, beramal pun akan menjadi lebih mudah dan tenang. Yuk, berinfak dan bersedekah bersama Dompet Dhuafa sekarang juga.

SEDEKAH SEKARANG