Perjuangan Rahayu Sang Tulang Punggung Keluarga dengan Kaki Palsu

BOGOR — Rahayu (50) memang kehilangan satu penopang tubuhnya, tapi tidak dengan semangat hidup yang terus mengalir dalam dirinya. Akibat penyakit yang diderita, ia harus merelakan satu kakinya untuk diamputasi.

“Saya memang punya penyakit gula. Awalnya amputasi pertama itu karena ada luka di jari gini (sambil menunjuk jari kakinya), terus cara operasinya begini jadi nggak kuat, ini ke sini jadi terkelupas. Jadi ini operasi yang kedua,” ujar Rahayu saat ditemui di kediamannya, Desa Sukmajaya, Kec. Tajur Halang, Kab. Bogor, Senin (23/02/2026).

Rahayu menceritakan bahwa ia telah dua kali melakukan operasi pada kaki kanannya. Pertama hanya jari kakinya saja yang dioperasi, seminggu kemudian, langkah amputasi harus dilakukan karena kondisi kakinya yang kian memburuk. Penyakit gula itu, lanjutnya, sudah diderita selama sekitar 9,5 tahun.

“Sudah dari pas punya anak umur 2,5 tahun, sekarang umur anak saya 12 tahun,” jelasnya.

Rahayu saat menjalani aktivitas dengan alat kaki palsunya.
Rahayu saat menjalani aktivitas dengan alat kaki palsunya
Rahayu saat menjalani aktivitas dengan alat kaki palsunya.
Rahayu saat menjalani aktivitas dengan alat kaki palsunya

Baca juga: Bisa Cari Nafkah dan Salat Berjemaah Berkat Kaki Palsu

Di tengah keterbatasan fisik dan suami yang jarang pulang, Rahayu tetap semangat menjalani kehidupan bersama sang buah hati. Demi bisa memenuhi kebutuhan dapur dan membayar sewa tempat tinggal, ia tetap bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

“Kegiatan sehari-hari di rumah ya beberes saja nyapu, ngepel, masak, nyuci. Iya, sebelum dapat kaki palsu itu juga masih pakai tongkat. Habis beberes rumah terus berangkat kerja di perumahan juga, lumayan (jauh) sih dari sini,” tuturnya.

Sebelum sakit, Rahayu mengaku baru bekerja menjadi ART selama tiga bulan. Saat kakinya sakit dan harus diamputasi, ia terpaksa dirumahkan sementara oleh majikannya. Hingga, setelah mendapat bantuan alat kaki palsu dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan PT Audy Mandiri Indonesia (Audy Dental), Rahayu bisa kembali mengais rezeki.

“Alhamdulillah orangnya (majikan) selalu support ke saya. Setelah ini, pas dapat bantuan kaki palsu, dia mau saya lagi. Terus lanjut (kerja) lagi daripada engga ada kegiatan. Pas belum ada kaki, sempat berhenti dulu. Kalo aktivitas di rumah beberesnya pake kursi roda waktu itu,” ungkapnya.

Sebelum menerima bantuan kaki palsu, Rahayu menjalani aktivitas di rumah dengan bantuan kursi roda.
Sebelum menerima bantuan kaki palsu Rahayu menjalani aktivitas di rumah dengan bantuan kursi roda
Sebelum menerima bantuan kaki palsu, Rahayu menjalani aktivitas di rumah dengan bantuan kursi roda.
Sebelum menerima bantuan kaki palsu Rahayu menjalani aktivitas di rumah dengan bantuan kursi roda

Dari bantuan kaki palsu itu, Rahayu sangat senang dan bersyukur. Ia mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan Audy Dental. Berkat bantuan ini juga, ia mengaku dapat lebih produktif dan mandiri.

“Saya masih belum memiliki rumah, sekarang masih ngontrak. Dengan adanya bantuan kaki palsu, saya bisa membayarnya karena saya sudah produktif dan mandiri. Semoga Audy Dental sama Dompet Dhuafa tambah berkah, dan bisa membantu lebih banyak masyarakat lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, pemilik kontrakan, Nurmah juga menceritakan awal penyakit gula yang menyerang Rahayu. Ia mengatakan, pertama jari kaki kanan Rahayu mulai terkelupas. Setelah diperiksa selama dua hari tambah parah. Dari situ, katanya, Rahayu hanya minum obat saja dan rutin melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

“Lalu, pas sudah tinggi, dibawa ke rumah sakit ke dokter dulu. Dari situ, saya udah engga tega gitu lihatnya. Namanya kayak kita orang kurang mampu tambah penyakitnya berat, jadi engga tega lah pokoknya,” imbuhnya dengan mata berkaca-kaca.

Nurmah juga mengungkapkan, saat sudah mempunyai kaki palsu, Rahayu bisa kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jadi pas Ibu Rahayu dapat kaki palsu itu bayar kontrakannya bisa rutin setiap bulan,” tuturnya.

Baca juga: Melalui Lari dan Bersepeda, Peserta Virtual Race Tour De Humanity 2021 Berikan Kaki Palsu untuk 14 Tuna Daksa

Nurmah berharap, setelah mendapat kaki palsu, Rahayu bisa kembali semangat dalam menjalani kehidupannya serta dapat lancar menjalankan semua pekerjaannya.

“Biar semangatlah hidupnya. Biar lancar kerjanya. Biar sehatlah dia. Terima kasih untuk Audy Dental dan Dompet Dhuafa atas bantuan kaki palsunya untuk Ibu Rahayu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, bantuan alat kaki palsu tersebut merupakan buah kebaikan dari Audy Dental atas pengumpulan dana zakat karyawannya yang disalurkan melalui Dompet Dhuafa dengan fokus pada Program Kesehatan.

Lewat LKC Dompet Dhuafa, dana zakat tersebut, disalurkan dalam bentuk program salah satu pilar LKC Dompet Dhuafa yakni pembelaan. Pilar ini fokus terhadap pelayanan mustahik yang tidak memiliki jaminan kesehatan, obat-obatan dan bahan habis pakai (BHP), serta kendala dalam mengakses bantuan alat kesehatan untuk pasien penyandang disabilitas.

Rahayu adalah salah satu penerima manfaat program bantuan alat kesehatan untuk pasien penyandang disabilitas. Berkat informasi dari tetangganya, ia bisa terhubung dengan kolaborasi kebaikan Audy Dental bersama Dompet Dhuafa.

Kolaborasi kebaikan ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan dan kualitas hidup penyandang disabilitas serta pasien dhuafa. Langkah ini juga sebagai wujud penyaluran dana zakat yang amanah, tepat sasaran, dan berdampak di masyarakat luas.

Dari kisah Rahayu, banyak pelajaran yang bisa dipetik. Semangat yang terus dibawa dalam keterbatasan tak menjadi penghalang untuk dirinya bisa bangkit. Sahabat Dompet Dhuafa juga bisa mengiringi semangat para penyandang disabilitas dan kaum dhuafa untuk bangkit kembali dari keterpurukan melalui BANTU TEMAN DISABILITAS. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Moh Reynaldi Risahondua
Penyunting: Dhika