Potret Haru Warga Desa Bulu Cina di Deli Serdang Rayakan Iduladha

DELI SERDANG, SUMATRA UTARA — “Sehari-hari memang tidak pernah makan daging. Nggak mampu belinya. Dulu itu, sebelum ada sentra peternakan Dompet Dhuafa di sini, ya, kami nggak bisa mendapatkan daging kurban. Bukan karena apa-apa, tapi memang yang kurban hanya satu orang setiap dusun,” jelas Wagini (48), warga Dusun XXII Segitiga, Desa Bulu Cina, Deli Serdang, Sumatra Utara.

Hari Iduladha menjadi momentum baginya untuk mengonsumsi daging bersama ketiga anaknya di rumah. Pada Jumat (06/05/2025), kami–Tim Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa–mendistribusikan daging kurban ke berbagai titik di wilayah Deli Serdang. Ikhtiar untuk menyampaikan amanah kurban kepada masyarakat pelosok menjadi kekuatan tersendiri bagi kami.

Sebelum penyembelihan kurban, kami terlebih dahulu menunaikan Salat Id di lapangan Masjid Al-Ikhlas yang terletak di Desa Payabakung, Deli Serdang bersama para warga setempat. Seusai salat, pada pukul 8.30 pagi kami beranjak menuju Sentra Peternakan Dompet Dhuafa Farm Waspada sebagai tempat penyembelihan hewan kurban. Warga mulai merapat, untuk segera memulai prosesi penyembelihan hewan kurban.

Tim THK Dompet Dhuafa menunaikan Salat Iduladha bersama para warga Desa Payabakung, Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (06/05/2025).
Tim THK Dompet Dhuafa menunaikan Salat Iduladha bersama para warga Desa Payabakung Deli Serdang Sumatera Utara pada Jumat 06052025
Potret bahagia para warga Desa Bulu Cina yang berkesempatan membantu prosesi penyembelihan Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa.
Potret bahagia para warga Desa Bulu Cina yang berkesempatan membantu prosesi penyembelihan Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa
Para warga Desa Bulu Cina bergotong royong melakukan penyembelihan hewan kurban, baik doka dan sapi di Sentra Peternakan DD Farm Waspada Sumatera Utara, Jumat (06/05/2025).
Para warga Desa Bulu Cina bergotong royong melakukan penyembelihan hewan kurban baik doka dan sapi di Sentra Peternakan DD Farm Waspada Sumatera Utara Jumat 06052025

Baca juga: Tebar Hewan Kurban Hidupkan Kembali Tradisi di Bitorik yang Sudah Lama Sunyi

Penanggung Jawab Program Dompet Dhuafa Waspada, Ajid, menyampaikan bahwa DD Farm Waspada akan mendistribusikan hewan kurban setara doka (domba/kambing) dengan target 168 ekor serta 2 ekor sapi ke berbagai titik lokasi di Deli Serdang. Semua hewan akan disembelih di Sentra Peternakan Dompet Dhuafa Waspada Sumatra Utara, kemudian baru didistribusikan.

Berbeda dengan kondisi desa kebanyakan, Deli Serdang memiliki desa-desa yang cukup luas menampung warga. Bayangkan saja, satu desa bisa menampung 50 sampai 20 lebih dusun. Per dusunnya, terdiri dari 100 lebih Kartu Keluarga (KK).

“Memang, kalau di sini itu padat penduduk. Semua keluarga tinggal berdempetan,” jelas Widya, Volunteer Dompet Dhuafa di Sumatra Utara yang bertugas sebagai Tim THK untuk Deli Serdang, Jumat (06/06/2025).

Setelah hewan kurban disembelih, para warga membantu membersihkan hewan dengan memisahkan kulit dengan dagingnya.
Setelah hewan kurban disembelih para warga membantu membersihkan hewan dengan memisahkan kulit dengan dagingnya
Hewan kurban yang telah disembelih merupakan doka dan sapi yang lolos fase Quality Control. Dengan memenuhi syarat: jantan, sehat, memenuhi bobot sesuai kriteria Dompet Dhuafa.
Hewan kurban yang telah disembelih merupakan doka dan sapi yang lolos fase Quality Control Dengan memenuhi syarat jantan sehat memenuhi bobot sesuai kriteria Dompet Dhuafa

Matahari kian meninggi, sekitar 30 lebih doka dan 2 ekor sapi telah disembelih. Perwakilan per dusun mulai berdatangan dengan variasi kendaraan untuk mengangkut hewan kurban. Ada yang memilih menggunakan motor, olang-aling, becak motor (bentor), hingga mobil.

Sebagian pun didistribusikan dengan cara door to door menuju Dusun XXII Segitiga. Salah satunya, kami mengantarkan daging kurban kepada Wagini (48), seorang warga Dusun XXII Segitiga yang merupakan orang tua tunggal.

Saat kami datang hendak mengantarkan daging kurban, ia baru saja membersihkan rumahnya. Senyumnya yang semringah menyambut kedatangan kami. Dia bercerita bahwa seharian ini ia usai berkegiatan di rumah bersama ketiga anaknya.

Baca juga: Di Tengah Lesunya Ekonomi, Tebar Hewan Kurban Hidupkan Sektor Peternakan Lewat Pemberdayaan Peternak Lokal

Along-along–salah satu wadah khas Deli Serdang yang biasa digunakan mengangkut sayur atau hasil panen, dapat juga digunakan untuk mengangkut hewan kurban.
Along alongsalah satu wadah khas Deli Serdang yang biasa digunakan mengangkut sayur atau hasil panen dapat juga digunakan untuk mengangkut hewan kurban
Distribusi daging kurban dari DD Farm Waspada memiliki dua mekanisme, yakni dijemput oleh perwakilan dusun dan didistribusikan secara door to door menuju rumah penerima manfaat.
Distribusi daging kurban dari DD Farm Waspada memiliki dua mekanisme yakni dijemput oleh perwakilan dusun dan didistribusikan secara door to door menuju rumah penerima manfaat
Bersama Tim THK Dompet Dhuafa, warga saling bantu dalam prosesi penyembelihan, pembersihan, pencacahan hingga distribusi.
Bersama Tim THK Dompet Dhuafa warga saling bantu dalam prosesi penyembelihan pembersihan pencacahan hingga distribusi

Sebagai pekerja serabutan, ada kalanya ia tak mendapat pekerjaan sama sekali. Entah karena sang tuan lahan tak memberinya tugas atau karena musim yang membuat hasil panen tak menentu. Jika kondisi itu datang, terpaksa ia berkegiatan di rumah. Seperti memasak dan membersihkan seisi rumah.

“Saya menghidupi ketiga anak saya dengan mocok (kerja serabutan). Kadang kalau diminta ke ladang, ya, saya ke ladang. Saya bantu panen kangkung, bayam dan padi. Pernah juga memotong tebu untuk dijual. Kalau dijual hanya 500 rupiah per 17 kilogram. Itu kalau bagus,” ucap Wagini.

Ia pun mengaku senang mendapat daging kurban. Sejak hadirnya Program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa di dusunnya empat tahun terakhir ini, ia dan keluarganya dapat mengonsumsi daging, walaupun hanya setahun sekali.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dusun XXII Segitiga, Haryono. Pasalnya, mayoritas profesi masyarakat di Desa Bulu Cina ini merupakan mocok atau pekerja serabutan. Mereka bukan pemilik lahan, melainkan pekerjanya. Itu kadang ada, kadang tidak, tutur Haryono.

Baca juga: Tebar Hewan Kurban 1446 H Sasar Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur

Wagini (48), salah satu penerima manfaat yang tinggal di kawasan DD Farm Waspada, tepatnya di Desa Bulu Cina. Bercerita bahwa selama ini hanya mengkonsumsi daging kurban setahun sekali saat Iduladha, yakni berasal dari kurban THK Dompet Dhuafa.
Wagini 48 salah satu penerima manfaat yang tinggal di kawasan DD Farm Waspada tepatnya di Desa Bulu Cina Bercerita bahwa selama ini hanya mengkonsumsi daging kurban setahun sekali saat Iduladha yakni berasal dari kurban THK Dompet Dhuafa
Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun turut menyambut dengan suka cita momentum Iduladha tahun ini di Desa Bulu Cina, Deli Serdang.
Tak hanya orang dewasa anak anak pun turut menyambut dengan suka cita momentum Iduladha tahun ini di Desa Bulu Cina Deli Serdang

DD Farm Waspada sendiri melakukan distribusi ke berbagai kabupaten di Sumatra Utara, antara lain Rantau Prapat, Labuan Batu, Simalungun, Batu Bara, Asahan, Langkat, Deli Serdang, Binjai, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Karo, serta Sibolga.

Yuk, bagi kamu yang ingin berkurban, masih belum terlambat. Kamu dapat berkurban melalui Dompet Dhuafa hingga Hari Tasyrik nanti. Mari wujudkan senyum Wagini lainya dengan Tebar Hewan Kurban hingga pelosok negeri. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Hany Fatihah Ahmad
Penyunting: Dhika