SUMATRA UTARA — Dalam rangka memperkuat literasi dan inklusi keuangan di lingkungan sekolah, Dompet Dhuafa melalui Sekolah Literasi Indonesia (SLI) bersama Astra Financial meresmikan program edukasi bertajuk Kreasi Literasi Keuangan (KLiK). Menyasar guru dan pelajar, inisiatif ini menjadi salah satu langkah konkret SLI dalam membangun kemampuan literasi masyarakat melalui jalur pendidikan.
Peluncuran Program KLiK digelar di Adora Convention, Medan, dalam format hybrid dan berhasil menjaring lebih dari 1.200 peserta dari sekolah-sekolah yang tergabung dalam Perkumpulan Amal Bakti (PAB) Sumatra Utara. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Sumatra Utara, Khoirul Muttaqien, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, serta jajaran direksi Astra dan tim dari SLI.
Dua narasumber dari SLI turut memberikan materi dalam kegiatan ini, yaitu Khairani SST, MM, CPS, dengan topik “Guru Cerdas Finansial”, serta Nurul Aeni yang membawakan materi “Inovasi Metode Pembelajaran Literasi Keuangan”.
Sebagai pihak yang merancang program ini, GREAT Edunesia mengembangkan metode pembelajaran keuangan yang kreatif, relevan, dan mudah diterapkan di sekolah. Melalui pendekatan tersebut, guru didorong untuk menjadi agen perubahan dalam membentuk budaya finansial yang bijak di lingkungan pendidikan.
Baca juga: Konsisten Jaga Kualitas Pendidikan, GREAT Edunesia Sabet Trofi Perunggu SNI Award 2024
Mengusung tema “Membangun Generasi Melek Finansial Sejak Dini”, program ini akan berjalan selama kurang lebih tiga bulan. Rangkaian kegiatan mencakup pelatihan guru, pendampingan penyusunan proyek literasi keuangan, pelaksanaan proyek bersama siswa, hingga pemberian apresiasi bagi karya terbaik. Dalam proses pendampingan, SLI melibatkan PELITA SLI Kota Medan sebagai fasilitator utama.
Peluncuran program ini tidak lepas dari perhatian terhadap rendahnya tingkat literasi keuangan di Indonesia. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, tingkat literasi keuangan nasional baru mencapai 49,68%. Meskipun menunjukkan peningkatan, angka ini masih mengindikasikan perlunya upaya lebih untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan pribadi.
Khususnya di Medan, yang merupakan salah satu kota besar di Indonesia, indeks literasi keuangan pada 2023 tercatat sebesar 56,10%, masih berada di bawah rata-rata nasional. Hal ini menjadikan Medan sebagai wilayah strategis dalam upaya peningkatan literasi keuangan, khususnya di kalangan pelajar dan tenaga pendidik.
Di sisi lain, meskipun tingkat inklusi keuangan pelajar tergolong tinggi, pemahaman mereka terhadap konsep keuangan dasar seperti menabung, berinvestasi, dan mengelola utang masih tergolong rendah. Kondisi serupa juga dihadapi oleh guru, padahal mereka memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman finansial siswa sejak dini.
Baca juga: GREAT Edunesia: Bangun Peradaban Lewat Pendidikan
Melalui program KLiK, diharapkan lahir lebih banyak guru yang tidak hanya cakap dalam hal keuangan pribadi, tetapi juga mampu menularkan kebiasaan finansial positif kepada siswa dan komunitas sekolah secara luas. SLI menargetkan program ini menjadi penggerak terbentuknya ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bijak secara finansial.
“Literasi keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari literasi kehidupan. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Bersama Astra Financial dan seluruh mitra yang terlibat, kami ingin membangun ekosistem sekolah yang mendorong kecakapan finansial sejak dini,” ungkap Andi Ahmadi, Ketua Sekolah Literasi Indonesia. (Dompet Dhuafa )
Teks dan foto: Riza Muthohar, GREAT Edunesia
Penyunting: Dhika

