Rajut Cerita dari Sumatra: Dompet Dhuafa Ajak Pejuang Kebaikan Sambut Ramadan 1447H dengan Harmoni Kepedulian

JAKARTA — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Winners Backyard, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Kamis (29/01/2026). Dompet Dhuafa menggelar silaturahmi bertajuk “Harmoni di Ramadan: Merajut Cerita dari Sumatra”, sebuah momentum untuk menyatukan hati ratusan Pejuang Kebaikan demi memulihkan senyum para penyintas bencana di Sumatra dan tentu menyambut Ramadan 1447 H dengan sukacita.

Dalam sambutannya, Etika Setiawanti selaku Direktur Resources Mobilization (REMO), menekankan bahwa Ramadan tahun ini Dompet Dhuafa mengusung misi khusus melalui tema program Ramadan Untuk Aceh.

“Dompet Dhuafa tidak bisa bergerak sendiri. Saat ini kita sedang membangun 1.000 Rumtara (Rumah Sementara) sejak 31 Desember 2025 lalu. Per Januari ini, target 120 unit pertama selesai agar penyintas tidak lagi tinggal di tenda saat Ramadan nanti,” jelas Etika.

Ia menambahkan bahwa target penghimpunan Ramadan sebesar Rp156 Miliar tahun ini akan difokuskan untuk memperluas intervensi di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemulihan ekonomi bagi mereka yang kehilangan pekerjaan.

Baca juga: Kebahagiaan Para Pejuang Rupiah di Tarhib Ramadan 1447 H: Alhamdulillah Dapat Bingkisan Sembako dan Uang Bensin!

Sesi talkshow menghadirkan perspektif mendalam dari tiga sosok yang terjun langsung ke Sumatra. Ialah Eka Suwandi selaku perwakilan tim respons dari Disaster Management Center Dompet Dhuafa; Chiki Fawzi selaku Pegiat Sosial & Super Volunteer Dompet Dhuafa; serta Sulis Tiqomah selaku Ketua Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa.

Chiki Fawzi berbagi cerita emosional saat bermalam di tenda pengungsian Aceh Tamiang. Ia juga mengatakan alasannya ikut terjun ke lapangan dalam kondisi itu.

“Aku hanya merasa bersalah jika diam saja. Kita tidak tahu kebaikan kecil mana yang memengaruhi dan membuat mereka atau orang lain bertahan,” ungkapnya.

“Banyak cerita mereka (penyintas) yang buat aku nggak tega. Aku ikut tidur di tenda di Tamiang. Dan momen aku dipeluk orang-orang, di Jakarta pun ada ketemu orang Aceh, aku malah dapat banyak moral support. Kita nggak ada apa-apanya dibanding rasa binar dari mata mereka dan yang mereka rasakan. Ada gap besar yang terlihat antara grass root understanding dan global mindset. Experience realita grass root ini lah yang real life,” tambahnya.

Baca juga: Dompet Dhuafa Bersama Pemerintah Pulihkan Polindes Guna Tunjang Kesehatan Penyintas Banjir Sumatra

Senada dengan itu, Eka Suwandi menekankan bahwa revitalisasi hunian bukan sekadar fisik, tapi memberikan harapan bagi keluarga yang sudah berbulan-bulan tinggal di tenda.

“Bagi yang pernah camping bermalam di tenda, satu-dua hari itu menyenangkan. Tapi bagi mereka (penyintas), satu minggu, satu bulan, bersama keluarga, ada anak, lansia, dan lain hal, itu berbeda. Maka tempat tinggal menjadi penting,” ujar Eka.

“Revitalisasi hunian bukan sekedar bangunan fisik, tapi harapan mereka untuk bangkit lebih cepat. Di dalam rumah, mereka bisa merencanakan dan menerapkan masa depan,” lanjutnya.

Sementara itu, Sulis Tiqomah memaparkan serangkaian program Ramadan yang memiliki tagline “Berzakat Itu Kalcer”. Sebab zakat merupakan kewajiban, yang tentunya sudah menjadi kebiasaan dan membudaya. Highlight program seperti BeROJOL (Bantu Usaha dan Rawat Kendaraan Ojek Online), Mudik Kalcer bagi 1.447 jiwa, hingga TZF (Tebar Zakat Fitrah) yang mendistribusikan 10 ton beras bagi penyintas banjir di Sumatra, dan banyak lainnya.

Setelah menyelami diskusi yang mendalam, suasana tersebut tertuang menjadi kreatif dan penuh keceriaan melalui sesi Workshop Melukis Kebaikan. Dalam sesi ini, para peserta diajak untuk menumpahkan semangat kepedulian mereka melalui warna dan gambar di atas wadah alat tulis.

Uniknya, karya-karya orisinal buatan tangan para peserta ini tidak dibawa pulang, melainkan akan dikirimkan langsung kepada anak-anak penyintas bencana di Sumatra. Melalui wadah alat tulis yang dilukis dengan penuh kasih ini, terselip pesan bahwa mereka tidak sendirian dan masih banyak orang yang peduli terhadap masa depan pendidikan mereka.

Baca juga: Jaga Pendidikan Anak-Anak Penyintas Bencana, Dompet Dhuafa Renovasi Sejumlah Sekolah di Sumatra

Menutup rangkaian silaturahmi, hadir penceramah kondang Ustaz Maulana yang memberikan tausiyah singkat, namun sarat makna. Dengan gaya khasnya yang seru nan komunikatif, Ustaz Maulana memberikan pengingat pentingnya memperbanyak amal saleh di ambang bulan suci.

Ia mengajak seluruh Pejuang Kebaikan yang hadir untuk terus membuka mata dan hati terhadap kondisi sesama.

“Kepedulian kita adalah cerminan iman. Jadikan Ramadan ini sebagai jembatan kebaikan yang menguatkan saudara-saudara kita di Sumatra. Di bulan Ramadan pula, momentum kebaikan kita berlipat ganda,” ajaknya, yang sekaligus menjadi penutup manis acara tersebut.

Melalui sinergi ini, Dompet Dhuafa berharap harmoni kebaikan dapat merestorasi kehidupan para penyintas, sehingga mereka dapat menyongsong Ramadan dengan martabat dan kegembiraan yang sama.

Sahabat baik, kamu juga dapat mengambil peran dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi para penyintas banjir bandang di Sumatra. Donasi kamu akan membantu menyediakan berbagai kebutuhan hingga pemulihan jangka panjang. Salurkan bantuan terbaikmu melalui PRAY FOR SUMATERA. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil