Rangkai Asa Lewat Lensa: Dompet Dhuafa Ajak Pegiat Visual Tebar Empati di Workshop Compassion Film & Foto Festival

JAKARTA — Dompet Dhuafa secara resmi memulai rangkaian kegiatan Compassion Film and Foto Festival dengan menggelar workshop kolaboratif yang inspiratif. Bertempat di Sasana Budaya, Gedung Philanthropy, Jakarta Selatan pada Sabtu (08/11/2025). Perhelatan ini menjadi ruang bagi para pegiat visual untuk memahami kekuatan film dan foto sebagai medium penggerak empati dan perubahan sosial. Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya kompetisi film dan foto kemanusiaan tersebut.

Workshop bertema “Kepedulian Kemanusiaan yang Berdampak Positif terhadap Lingkungan Sosial” ini menghadirkan jajaran narasumber terkemuka. Antara lain Dennis Adhiswara (Aktor & Sutradara), Dandhy Laksono (Pendiri Watchdoc), Edy Purnomo (Fotografer Dokumenter Internasional), dan Dedi Fadlil (Manager Markom Dompet Dhuafa). Melalui sesi berbagi dan diskusi, para pembicara mengajak peserta memahami bahwa foto dan film bukan sekadar karya seni, tetapi juga medium yang mampu menggerakkan empati publik serta mendorong perubahan sosial.

Ketua Penyelenggara Compassion Film and Foto Festival, Haryo Mojopahit, menjelaskan bahwa workshop ini adalah bagian dari capacity building untuk menyebarkan nilai welas asih (compassion) atau filantropi.

“Kami yakin di masyarakat banyak orang-orang yang tidak mau disebut pahlawan, tetapi mereka bisa menjadi inspirasi sebagai manusia yang welas asih. Kami berharap festival film dan foto ini bisa mengangkat profil dan mengambil inspirasi dari inisiatif-inisiatif yang mereka lakukan,” tutur Haryo.

Peserta dari berbagai latar belakang—mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pegiat komunitas—tidak hanya mendapatkan ilmu teknis, tetapi juga ditantang untuk menumbuhkan sensitivitas sosial dalam setiap karya visual mereka.

Baca juga:Dukung Gerakan Dakwah dan Perfilman Indonesia, Dompet Dhuafa Gelar Nonton Bareng Film Guru Ngaji

Dandhy Laksono, yang dikenal dengan karya-karya dokumenternya yang kritis, menekankan pentingnya keberpihakan dalam berkarya. Ia menyebut, keberanian merekam dan bercerita tentang isu kemanusiaan adalah bentuk nyata dari tanggung jawab sosial seorang kreator.

“Siapapun yang ingin membuat konten, jangan hanya puas dengan banyaknya ‘like’. Yang paling penting adalah kita semua belajar bagaimana meng-create sesuatu yang membawa perubahan,” tegas Dandhy, sekaligus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini.

Senada dengan itu, Dennis Adhiswara berbagi pandangannya mengenai film sebagai jembatan komunikasi yang efektif.

“Hari ini saya juga belajar dari pembicara lain tentang bagaimana membuat karya yang lebih jujur, bisa lebih menangkap realita, dan berdampak positif. Mudah-mudahan, dengan adanya workshop dan festival ini, lebih banyak karya yang mengandung kasih sayang dan semangat positif muncul ke permukaan,” ujar Dennis.

Sementara itu, Edy Purnomo menyoroti antusiasme tinggi dari para peserta yang ditunjukkan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kualitatif. Ia menekankan bahwa fotografi yang kuat harus mampu menggugah perasaan atau emosi.

“Fotografi untuk advokasi sangat penting, karena dengan melihat apa yang tersaji dan dirasakan melalui foto, akhirnya orang akan bisa melihat apa yang perlu diperjuangkan. Advokasi dan fotografi itu sangat erat dan ini sebagai alat yang penting. Foto, paling tidak harus ada unsur yang berkaitan dengan manusia, karena itu yang membedakan manusia dengan yang lain. Jadi fotografi yang kuat adalah foto yang mampu menggugah perasaan atau emosi kita terhadap sesuatu yang kita lihat melalui foto,” jelas Edy.

Dedi Fadlil, Manager Markom Dompet Dhuafa, menambahkan bahwa melalui festival ini, pihaknya berharap semakin banyak insan kreatif yang mau terlibat dalam narasi-narasi kebaikan.

“Semoga semangat hari ini semakin menular ke teman-teman yang lainnya, dan nantikan pastinya kita juga akan ada roadshow di Yogyakarta pada tanggal 28 November 2025,” tambah Dedi.

Baca juga: Film Dreams, Berbagi Inspirasi dan Menebar Kebaikan untuk Memajukan Pendidikan Indonesia

Dengan semangat #ClarityCameraCare, Dompet Dhuafa berupaya menjadikan foto dan film sebagai sarana membangun empati, menyuarakan kemanusiaan, serta menghadirkan dampak nyata.

Sahabat, kamu semua diundang untuk mengirimkan karya dalam Compassion Film and Photo Festival hingga batas waktu 15 Desember 2025.
● Pendaftaran & Submit Karya: Kontes Foto dan Video Kemanusiaan 2025 – Festival Foto & Video Kemanusiaan Dompet Dhuafa
● Persyaratan & Info Lanjut: Ikuti Instagram @ddtvofficial

Teks dan foto: Elfi Handayani
Penyunting: Dhika