BOGOR — Sekolah Menengah Atas (SMA) Dwiwarna menunjukkan komitmennya dalam mendukung proses pemulihan penyintas banjir di Sumatra melalui gerakan pengumpulan donasi yang akan berlangsung mulai Maret hingga Mei 2026. Donasi tersebut akan disalurkan melalui Dompet Dhuafa dan direalisasikan dalam berbagai program prioritas yang sedang berjalan di wilayah terdampak.
Manajer Fundraising Dompet Dhuafa, Yudha Andilla, menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif bagi para penyintas.
“Mudah-mudahan kolaborasi terkait penghimpunan dana untuk recovery Sumatra berjalan dengan baik. Kita berharap dapat berkolaborasi lebih lanjut di masa depan dan memberikan dampak positif bagi penyintas dan masyarakat luas,” ujarnya dalam sambutan pada acara “Gebyar Ramadan 1447 H: Meraih Keistimewaan Lailatul Qadar”, Rabu (04/03/2026), di Masjid Hikmatul Ilmi, Parung, Bogor.



Kegiatan Gebyar Ramadan tersebut menghadirkan dai sekaligus influencer, Ustaz Muhammad Yusuf Al-Lampungi, yang menyampaikan tausiah mengenai pentingnya memperbanyak ibadah dan melakukan kebaikan untuk mempersiapkan diri menyambut malam Lailatul Qadar.
Sebelum tausiah berlangsung, pihak sekolah terlebih dahulu menyerahkan bingkisan serta bantuan tunai kepada 125 anak yatim dan duafa yang berasal dari lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Selain itu, sekolah juga memberikan apresiasi kepada siswa dan guru yang berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an sebelum berakhirnya bulan Ramadan.
Rangkaian kegiatan berlangsung meriah. Setelah tausiah selesai, para peserta menikmati hidangan ringan untuk berbuka puasa yang dilanjutkan dengan makan bersama secara prasmanan.




Pelaksana Gebyar Ramadan SMA Dwiwarna, Dikdik Ismail, berharap kolaborasi ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di Sumatra.
“Harapannya melalui kolaborasi ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra,” ujarnya.
Ia juga mengajak para wali murid serta seluruh pemangku kepentingan untuk turut berpartisipasi memberikan donasi terbaiknya.
“Ayo Bapak dan Ibu berikan donasi terbaik kita,” kata Dikdik.
Meski baru pertama kali bekerja sama dengan Dompet Dhuafa, Dikdik berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus berlanjut, sehingga memudahkan penyaluran bantuan pada program-program kemanusiaan berikutnya.
“Kami dari keluarga besar Dwiwarna mudah-mudahan bisa membantu. Apa pun kegiatannya, insyaallah bisa kita kolaborasikan,” pungkasnya.
Sahabat, Sumatra belum benar-benar pulih. Banyak saudara kita masih berjuang bangkit dari dampak bencana. Ini saatnya kita ambil peran, mari kuatkan Program Recovery Sumatera dengan donasi terbaik kita, karena pemulihan butuh aksi nyata, bukan sekadar empati.
SMA Dwiwarna bersama Dompet Dhuafa mengajak Anda untuk menjadi bagian dari kebaikan ini. Bersama, kita percepat bangkitnya Sumatra. Mari salurkan donasi anda melalui: Sumatra Bangkit. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Aji Pangestu
Penyunting: Dhika

