Sunyi Tapanuli Kini Riuh Kembali Saat Dompet Dhuafa Hadirkan Pos WiFi

TAPANULI TENGAH, SUMATRA UTARA — “Kami selamat!” seru salah seorang penyintas banjir bandang Sumatra melalui gawai yang terhubung kepada keluarganya nan jauh keberadaannya, saat terkoneksi jaringan dan saling memberi kabar setelah berhari-hari tidak diketahui keberadaannya.

Banjir bandang dan rangkaian longsor yang menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kota Sibolga, Tapanuli Selatan (Tapsel), dan Tapanuli Utara (Taput) sejak 22 November 2025 masih menyisakan duka. Hampir seluruh kawasan terdampak; sejumlah titik terisolasi, jalan terputus, dan beberapa warga masih dilaporkan hilang.

Hujan intensitas sedang yang terus turun hingga 4 Desember 2025, membuat situasi pemulihan berjalan lambat. Akses bahan bakar menipis, listrik padam berhari-hari, dan jaringan komunikasi yang putus membuat warga kesulitan memberi kabar kepada keluarga.

Dalam kondisi darurat seperti ini, komunikasi menjadi kebutuhan paling mendasar—bukan hanya untuk koordinasi, tetapi untuk memastikan bahwa harapan masih terhubung. Di tengah sunyinya sinyal itu, Pos WiFi Kemanusiaan Dompet Dhuafa berdiri menjadi harapan yang menyatukan ribuan hati yang resah.

Berlokasi di pengungsian Masjid Raudatul Jannah, Kelurahan Aek Sitio Tio, Kecamatan Pandan, pos ini menjadi ruang paling ramai dikunjungi para penyintas pada Kamis (04/12/2025). Pos WiFi Kemanusian menghadirkan layanan pengisian daya telepon genggam dan layanan WiFi gratis dengan sambungan Starlink.

Baca juga: Temui Penyintas Banjir Bandang di Sumbar, Ria Ricis & Kak Ojan: Semangat Para Relawan, Kebahagiaan Anak-anak adalah Energi Tersendiri

“Karena listrik dan jaringan masih putus. Kami mencoba hadirkan Pos WiFi Kemanusiaan agar warga bisa menghubungi keluarganya,” ujar PIC Lapangan Pos Respons Bencana Sumatra Utara, Taqi Falsafati.

Di sana, puluhan warga—orang tua, ibu-ibu, hingga remaja—mengantre untuk sekadar mengirim pesan singkat: “Kami selamat. Rumah rusak, tapi kami baik-baik saja. Tolong kabarkan ke keluarga di kampung”.

Beberapa warga lega setelah akhirnya berhasil tersambung dengan keluarga. Tim DMC Dompet Dhuafa menjadi saksi bagaimana satu panggilan video saja bisa menghapus kecemasan berhari-hari.

Selain Pos WiFi, DMC Dompet Dhuafa juga menjalankan layanan Dapur Umum yang menyediakan makanan bagi sekitar 3.000 jiwa, serta Pos Hangat yang melayani setidaknya 80 pengungsi yang membutuhkan ruang pemulihan.

Pada Kamis pagi, tim DMC Dompet Dhuafa ikut bergabung dalam operasi pencarian bersama Basarnas di Desa Rampa, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah. Mereka juga membantu proses penerimaan serta distribusi logistik yang diterbangkan menggunakan helikopter SAR ke wilayah yang terisolasi.

Pemulihan dilanjutkan dengan asesmen di wilayah terdampak, asesmen pasar, serta pengecekan kesiapan logistik tambahan untuk distribusi berikutnya. Warga terdampak masih membutuhkan bantuan mendesak berupa makanan siap saji, air bersih, family kit, hygiene kit, school kit, dan kebutuhan pokok lainnya.

Baca juga: Pos Bantuan dan Dapur Umum Berdiri untuk Penyintas Banjir di Pidie Aceh

Di tengah keterbatasan logistik dan akses yang terputus, Dompet Dhuafa terus berjuang membuka jalan kemanusiaan—termasuk menghadirkan koneksi kecil yang mampu menyalakan kembali harapan besar. Pos DMC Dompet Dhuafa bagian Sumatra Utara berada di Jl. DR F.L Tobing, Pandan, Tapanuli Tengah.

Sahabat, mereka [BUTUH BANTUAN SEGERA] PRAY FOR SUMATERA. Dengan kemurahan hati, mari sejenak kirimkan doa terbaik untuk mereka yang tengah berduka dan ayo eratkan kembali solidaritas bantu kuatkan mereka yang terdampak. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Muhammad Afriza Adha/DMC
Penyunting: Dhika