6 Tips Menyantap Daging Kurban Saat Idul Adha Agar Tidak Terkena Kolestrol Tinggi

Saat Idul Adha, sudah pasti umat Islam akan merayakannya dengan berbagai hal. Selain shalat Idul Adha berjamaah di lapangan atau masjid, melakukan silahturahmi, dan yang paling penting adalah melaksanakan ibadah kurban serta menikmati daging kurban.

Dalam Islam, shohibul qurban atau orang yang berkurban juga berhak untuk menikmati daging kurban dari hewan yang disembelih. Namun, jika tidak mengambilnya juga tidak masalah, apalagi jika untuk dibagikan dan dinikmati oleh masyarakat yang kurang mampu.

Tapi, perlu diingat. Walaupun makan daging kurban di saat hari raya Idul Adha adalah salah satu nikmat dan rezeki yang harus disyukuri, namun jangan juga menyantapnya secara berlebihan. Alih-alih makan daging kurban terlalu banyak, sahabat malah akan terkena serangan kolestrol.

Untuk itu, perlu kita jaga kesehatan kita dan lakukan hal-hal berikut ini agar setelah menyantap daging kurban kita tidak terkena kolestrol tinggi. 

1.  Makan Secukupnya, Tidak Perlu Berlebihan

Jangan karena ada stok daging yang banyak di kulkas karena kiriman saat Idul Adha, akhirnya sahabat makan daging secara berlebihan. Makanlah secukupnya, sebagaimana sahabat makan dalam sehari-hari. Jika stok di kulkas banyak, sahabat bisa memasaknya lebih dan membagikannya kepada keluarga atau tetangga. Jadi anda tidak berpikir untuk menghabiskannya sendirian.

Ingat bahwa ajaran Rasulullah SAW, kita tidak diperbolehkan untuk makan secara berlebihan. Sisakan satu pertiga untuk makanan, satu pertiga untuk minuman, dan satu pertiga untuk udara. Makan berlebihan membawa kita pada kemalasan dan sifat yang disukai oleh setan.

2.   Imbangi Makan Daging dengan Sayur dan Buah Segar

Siapkan sayur juga buah-buahan segar yang belum diolah atau dicampur dengan bahan-bahan lainnya. Untuk sayur, sahabat bisa menyiapkan sebagai menu pendamping daging misalnya seperti timun, selada, tomat, terong hijau bulat, kale, dsb sesuai dengan kesukaan sahabat. Usahakan sayur masih fresh sehingga tidak perlu dimasak. Kandungan vitamin dan zat yang bermanfaat pada sayur fresh lebih baik dibanding yang sudah dimasak.

Untuk buah, sahabat bisa menyiapkan berbagai jenis buah yang banyak kandungan airnya. Selain menambah kesegaran juga bisa memperlancar pencernaan. Misalnya seperti melon, timun, pepaya, semangka, kiwi, jeruk, apel, dsb. Sayur dan buah kaya akan serat, sehingga bisa menyerap lemak juga memperlancar pencernaan sahabat.

3.   Pilih Daging dengan Lemak yang Sedikit

Dikutip dari Alodokter, bagian daging yang minim lemak adalah sebagai berikut. Pada daging sapi, bagian lemak paling sedikit berada di bagian dalam, sekitar leher, sirloin atau has luar, dan tenderloin atau has dalam. Sedangkan pada daging kambing, bagian yang paling sedikit mengandung lemak terdapat pada has dalam, potongan daging di sekitar area punggung, dan kaki.

Jika sahabat bisa memilih untuk mendapatkan daging yang minim lemak, sahabat bisa memilih bagian-bagian tersebut. Namun jika tidak bisa memilih, tentu syukuri dulu saja lalu coba hilangkan bagian-bagian lemaknya. Jika tidak bisa juga, sahabat bisa mengkonsumsinya namun tetap dengan catatan tidak terlalu banyak berlebihan.

Hal ini dikecualikan kepada sahabat yang sudah memiliki penyakit kolestrol sebelumnya. Harus waspada agar kolestrol tidak naik. Apalagi jika dagingnya adalah daging kambing, juga harus diwaspadai terutama bagi yang memiliki penyakit darah tinggi.

4.   Masak Daging dengan Bumbu yang Minim Lemak atau Kolestrol 

Pilihlah menu masakan daging yang bumbunya tidak terlalu banyak sekali mengandung lemak. Misalnya saja terlalu berminyak, terlalu banyak menggunakan margarin, santan, atau cream yang berkolestrol tinggi. Misalnya sahabat bisa memasak daging dengan menu soto bening, satai, garang asam tanpa santan, daging pan sear, dsb. 

Walaupun minim lemak, daging tetap akan nikmat kok asalkan kita bisa memadukan bumbu-bumbunya dengan baik dan juga kaya akan rempah. Nah, sudah terbanyang kan menu apa saja itu? 

5.   Perbanyak Minum Air Putih

Perbanyak minum air putih setelah sahabat mengkonsumsi daging atau makanan berlemak lainnya. Air putih membantu melancarkan pencernaan, menstabilkan darah, dan kadar oksigen. Pastikan minimal 8 gelas sehari dan jangan kurang.

Jika sahabat sudah terlalu banyak konsumsi daging, terutama yang penuh lemak, usahakan jangan konsumsi lagi air minum yang tinggi kalori. Misalnya seperti sirup, susu, atau minuman yang tinggi gula. Usahakan cukup dengan minum air putih atau jika mau sahabat bisa konsumsi jus asli tanpa gula atau sirup.

6.   Lakukan Olahraga untuk Membakar Lemak dan Tetap Fit 

Bakar kalori dan lemak-lemak tubuh dengan berolahraga. Kita bisa melakukan joging, bersepeda, atau berolahraga aerobik seperti senam, atau gerakan-gerakan lainnya di rumah. Jangan biarkan lemak dan kalori menumpuk sehingga menjadi penyakit jahat dalam tubuh. Bagaimanapun juga, seorang muslim wajib untuk menjaga kesehatan dirinya dan menghindari dari segala penyakit berbahaya. 

Itulah 6 tips menyantap daging kurban saat Idul Adha agar tidak terkena kolestrol tinggi. Semoga bermanfaat untuk bersiap saat Idul Adha nanti! Jangan lupa, selain menyiapkan diri untuk tetap sehat saat Idul Adha, sahabat juga siapkan diri untuk melaksanakan ibadah kurban, ya!

Kurban mudah, cepat, dan luas manfaat bisa sahabat lakukan bersama dengan Dompet Dhuafa. Klik banner di bawah untuk kurban sekarang.

 

CTA-Kurban-Dompet-Dhuafa-300x86 (1)