Wakaf Goes To Campus, Upaya Meningkatkan Literasi Wakaf Kepada Kawula Muda

JAKARTA — Upaya memperluas literasi tentang gerkan wakaf yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa melalui salah satu program unggulannya yaitu Wakaf Goes To Campus (WGTC) berhasil menarik perhatian para kawula muda di jenjang perguruan tinggi. Hal ini bisa dilihat dengan total peserta yang menghadiri kegiatan WGTC mencapai 2000 orang dari 11 lokasi berbeda.

Lokasi yang menjadi pilihan merupakan perguruan tinggi di mana kajian akademis tentang wakaf mulai banyak digalakkan oleh kalangan mahasiswa. Adapun perguruan tinggi yang disambangi oleh kegiatan WGTC antara lain; Universitas Muhammadiyah Surakarta, IAIN Pontianak, UIN Alaudin Makassar, IAIN Madura, UIN Ar Raniry Banda Aceh, UIN Raden Intan Lampung, UIN Raden Fattah Palembang, IAIN Palopo, Universitas Padjajaran, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, dan Universitas Negeri Yogyakarta.

Luasnya jangkauan perguruan tinggi yang menjadi lokasi penyelenggaraan WGTC menjadi bukti konkret semangat Dompet Dhuafa untuk meningkatkan literasi terhadap wakaf kepada seluruh masyarakat khususnya kalangan muda. Tingginya aktivitas golongan muda di dunia maya juga menjadi salah satu strategi jitu untuk semakin menyebarluaskan pemahaman tentang wakaf melalui unggahan yang mereka lakukan di sosial media.

“Sebagai salah satu cabang Social Economic Finance, wakaf sebetulnya merupakan instrumen yang sangat signifikan dalam memperkuat perekonomian umat. Sebab wakaf, baik dalam perspektif sejarah maupun perkembangannya dari masa ke masa, telah menjadi sumber kapital berbasis dana filantropi. Mengapa ini penting? Sebab dana wakaf memang ditujukan untuk memperkuat struktur keberadaan aset produktif di tengah masyarakat,” ucap Bobby P. Manullang selaku General Manager Fundraising Wakaf Dompet Dhuafa.

Selain itu Bobby juga menjelaskan betapa besarnya dampak positif yang dapat dihadirkan oleh aktivitas wakaf. “Dari wakaf inilah akan muncul sumber-sumber pencaharian yang dapat memberikan manfaat bagi maukufalaih. Meskipun harus diakui, masyarakat saat ini baru melihat wakaf sebatas aset untukĀ  mendukung kegiatan sosial dakwah, seperti masjid, makam, dan madrasah. Sehingga proses transformasi dan cara pandang wakaf yang lebih luas perlu dilakukan. Di sinilah peran penting program WGTC menjadi sangat urgen untuk dilakukan dengan membentuk relawan-relawan sebagai agent of change dalam hal perwakafan Indonesia,” pungkasnya.

Dompet Dhuafa tidak sendirian dalam melakukan gerakan ini, Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) menjadi mitra untuk berkolaborAksi aktif dalam terlaksananya WGTC di setiap wilayah di Indonesia. FoSSEI sendiri saat ini sedang mengusung kampanye tentang Green Economy dan pastinya tetap berkolaborAksi dengan Dompet Dhuafa untuk menghimpun wakaf tunai melalui program Wakaf Lahan Pertanian.

Bukan sekedar wacana, kampanye ini langsung mengajak para kawula muda yang menghadiri WGTC untuk melakukan aksi berwakaf hanya dengan 10 ribu rupiah. Wakaf dapat disalurkan melalui laman https://donasi.dompetdhuafa.org/wakaflahanpangan-fossei/ dan akan langsung dialokasikan melalui program Wakaf Lahan Pertanian untuk masyarakat luas yang membutuhkan.

Selain itu ada satu lagi hal yang menarik, kompetisi “Wakaf Challenge” yang diadakan Dompet Dhuafa akan segera diumumkan pemenangnya pada 14 Juni 2022 mendatang. “Wakaf Challenge” sendiri merupakan kompetisi yang terdiri dari membuat video IG Reels dan Tiktok, lomba komik dan tantangan kebaikan tentang wakaf dengan total hadiah mencapai 28 juta rupiah. Kompetisi ini juga merupakan bagian dari upaya untuk memperluas literasi wakaf kepada masyarakat melalui sosial media. Kita akan saksikan bersama berbagai karya anak bangsa untuk memperkenalkan wakaf melalui kreativitas dan inovasi. (Dompet Dhuafa / Arlen)