Welcoming Ramadan 1447 H, Gaungkan Semangat Kolaborasi dan Budaya Berzakat di Blok M

JAKARTA — Dompet Dhuafa menggelar kegiatan Welcoming Ramadan 1447 Hijriah di Plaza Pasar Raya Blok M, Jakarta Selatan, pada Sabtu (24/01/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Tarhib Ramadan yang diselenggarakan Dompet Dhuafa untuk menyambut datangnya bulan suci dengan penuh semangat, optimisme, dan kepedulian sosial.

Mengambil lokasi di salah satu pusat aktivitas masyarakat urban dan generasi muda Jakarta, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai ruang edukasi, inspirasi, serta penguatan nilai-nilai kebaikan di tengah kehidupan masyarakat modern.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif agar berbagi, membantu sesama, serta berkolaborasi dalam kebaikan dapat menjadi bagian dari budaya hidup sehari-hari. Melalui tema “Berkolaborasi Itu Kalcer”, Dompet Dhuafa ingin mengajak masyarakat untuk membiasakan budaya gotong royong menjadi sebuah kebiasaan yang perlu dirawat dan diwariskan, terutama di tengah dinamika masyarakat perkotaan yang semakin individualistis.

Dompet Dhuafa berharap pesan tersebut dapat tersampaikan ke masyarakat luas pengunjung kawasan Blok M, yang didominasi oleh kalangan muda, pekerja urban, dan komunitas kreatif. Lebih jauh, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat program-program Dompet Dhuafa hingga ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan keluarga di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Penampilan hiburan sulap dan dan badut bagi para pengunjung Plaza Pasar Raya Blok M.
Penampilan hiburan sulap dan dan badut bagi para pengunjung Plaza Pasar Raya Blok M
Sambutan oleh Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini.
Sambutan oleh Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini

Baca juga: Hitung Mundur Pahala Berlipat: Checklist 30 Hari Kebaikan di Bulan Ramadan ala Dompet Dhuafa

Momentum Welcoming Ramadan ini sekaligus menjadi pengingat, bahwa selain ibadah, bulan suci Ramadan menjadi momen penguatan solidaritas sosial. Ramadan diyakini sebagai waktu terbaik untuk merefleksikan kepedulian, memperbanyak amal, dan mempererat hubungan antarindividu dalam bingkai kemanusiaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, beserta jajaran pengurus lainnya. Dalam sambutannya, Ahmad Juwaini menekankan bahwa Indonesia hingga dikenal sebagai salah satu negara paling dermawan di dunia. Menurutnya, kebiasaan membantu sesama telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Indonesia, baik dalam bentuk gotong royong, sedekah, maupun solidaritas sosial dalam berbagai situasi.

Sebagai lembaga filantropi Islam, Dompet Dhuafa memiliki tanggung jawab moral untuk terus merawat, memperkuat, dan mengarahkan potensi kebaikan tersebut agar semakin terstruktur, berkelanjutan, dan tepat sasaran. Terlebih menjelang Ramadan, semangat berbagi masyarakat biasanya meningkat secara signifikan, sehingga perlu dikelola secara amanah dan profesional.

Oleh itu, Dompet Dhuafa pada Ramadan 1447 H mengusung slogan “Berzakat Itu Kalcer”. Slogan ini mengandung pesan bahwa menunaikan zakat bukan hanya untuk kewajiban formal, namun juga menjadi budaya kebaikan yang seharusnya dijalani dengan kesadaran, keikhlasan, dan konsistensi. Selain zakat, masyarakat juga diajak untuk memperkuat praktik infak, sedekah, dan wakaf sebagai bagian dari gaya hidup yang berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Papan harapan untuk ditulis oleh para pengunjung Plaza Pasar Raya Blok M.
Papan harapan untuk ditulis oleh para pengunjung Plaza Pasar Raya Blok M
Pohon harapan untuk ditulis oleh para pengunjung Plaza Pasar Raya Blok M.
Pohon harapan untuk ditulis oleh para pengunjung Plaza Pasar Raya Blok M

Baca juga: Amalan Sunnah Bulan Ramadan yang Sederhana tapi Pahalanya Mengalir Terus

Dalam rangkaian acara Tarhib Ramadan ini, Dompet Dhuafa turut memperkenalkan berbagai program pemberdayaan dan pelayanan sosial yang akan dijalankan sepanjang Ramadan, baik yang bersifat reguler maupun khusus. Program-program tersebut mencakup lima pilar utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dakwah, sosial/kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi.

Melalui pilar pendidikan, Dompet Dhuafa terus berupaya membuka akses belajar yang layak bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Di bidang kesehatan, layanan pengobatan dan pendampingan bagi masyarakat rentan tetap menjadi prioritas. Sementara itu, program dakwah difokuskan pada penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat dan inklusif, serta pembinaan spiritual masyarakat. Di sektor sosial/kemanusiaan, Dompet Dhuafa aktif dalam respon kebencanaan dan bantuan kemanusiaan, baik di dalam maupun luar negeri. Adapun di bidang ekonomi, lembaga ini mendorong penguatan usaha kecil dan kemandirian masyarakat melalui berbagai skema pemberdayaan.

Salah satu program yang mendapatkan perhatian khusus dalam kegiatan ini adalah BeROJOL (Bantu Usaha dan Rawat Kendaraan Ojol). Program ini menghadirkan layanan servis motor gratis bagi para mitra ojek daring yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari kendaraan roda dua mereka.

Program BeROJOL lahir dari perhatian terhadap kondisi para pengemudi ojek daring yang termasuk kelompok pekerja informal dengan tingkat risiko tinggi. Setiap hari, mereka menghadapi kemacetan, cuaca ekstrem, serta potensi kecelakaan di jalan raya demi memenuhi kebutuhan keluarga. Kendaraan yang layak dan terawat menjadi faktor krusial dalam menunjang keselamatan sekaligus keberlangsungan mata pencaharian mereka.

Sesi tausiyah oleh Ustaz Maulana di Plaza Pasar Raya Blok M.
Sesi tausiyah oleh Ustaz Maulana di Plaza Pasar Raya Blok M
Para pengemudi ojek daring mendapatkan bingkisan dari Dompet Dhuafa melalui program BerOJOL.
Para pengemudi ojek daring mendapatkan bingkisan dari Dompet Dhuafa melalui program BerOJOL

Baca juga: Dari SEKAR Hingga Pos Mudik: Inovasi Dompet Dhuafa dalam Program Ramadan 1446 H

Melalui layanan servis gratis ini, Dompet Dhuafa berharap dapat membantu meringankan beban pengeluaran para pengemudi, sekaligus meningkatkan aspek keselamatan kerja. Program ini juga dimaknai sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap kontribusi para mitra ojek daring yang selama ini menjadi bagian penting dalam mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat perkotaan.

Tidak hanya menerima layanan perawatan kendaraan, para peserta program BeROJOL juga memperoleh bingkisan parsel Ramadan yang berisi kebutuhan pokok untuk menyambut bulan puasa. Pemberian parsel ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga mereka di awal Ramadan serta menambah kebahagiaan dalam menyambut bulan penuh berkah.

Sebagai simbol dimulainya program tersebut, jajaran pengurus Dompet Dhuafa yang terdiri dari Ketua Pengurus Ahmad Juwaini, Wakil Ketua Pengurus Herdiansyah, Sekretaris Pengurus Etika Setiawanti, dan Bendahara Pengurus Tri Estriani menyerahkan parsel Ramadan secara langsung kepada para mitra ojek daring yang hadir di lokasi kegiatan.

Pada sore hari, rangkaian acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh penceramah populer Ustaz Maulana. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan berbagai pesan inspiratif serta tips praktis dalam menjalani ibadah puasa Ramadan, khususnya bagi kalangan Generasi Z yang hidup di tengah tantangan era digital, budaya instan, dan arus informasi yang sangat cepat.

Ustaz Maulana menekankan pentingnya menjaga niat, konsistensi ibadah, serta keseimbangan antara aktivitas duniawi dan spiritual. Ia juga mengajak generasi muda untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum hijrah batin, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, berdakwah di tengah lingkungan anak muda yang dinamis dan “kalcer” seperti Blok M merupakan pengalaman yang menyenangkan sekaligus strategis, karena pesan kebaikan dapat disampaikan secara lebih kontekstual dan mudah diterima.

Penampilan musik sebagai sarana mengajak kepada kolaborasi kebaikan.
Penampilan musik sebagai sarana mengajak kepada kolaborasi kebaikan
Penampilan musik sebagai sarana mengajak kepada kolaborasi kebaikan.
Penampilan musik sebagai sarana mengajak kepada kolaborasi kebaikan

Menjelang malam, suasana Blok M semakin semarak. Malam Minggu yang biasanya dipenuhi aktivitas hiburan dimanfaatkan Dompet Dhuafa sebagai sarana dakwah kultural melalui seni dan musik. Sejumlah musisi tampil menghibur sekaligus menyampaikan pesan-pesan positif kepada para pengunjung.

Para penampil di antaranya adalah Hendri Tallane dan grup musik Souljah, yang dikenal dengan karya-karya bertema sosial dan kemanusiaan. Melalui penampilan mereka, Dompet Dhuafa ingin menyampaikan pesan bahwa kebaikan dapat disampaikan melalui berbagai medium, termasuk musik dan budaya populer, tanpa kehilangan esensi nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya kolaborasi yang lebih luas antara lembaga filantropi, komunitas, pelaku usaha, generasi muda, serta masyarakat umum, sehingga semangat “Berkolaborasi Itu Kalcer” dan “Berzakat Itu Kalcer” benar-benar terwujud sebagai gaya hidup sosial yang berkelanjutan sepanjang tahun. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika