Di tengah dinamika dunia yang terus berubah, semangat berbagi masyarakat Indonesia tetap menjadi sorotan. Laporan World Giving Report 2026 memberikan catatan menggembirakan yang menegaskan posisi Indonesia di panggung filantropi global. Meski tren donasi dunia sempat mengalami penurunan, Indonesia mampu bertahan dengan capaian di atas rata-rata global.
Indikator utama dari kekuatan ini terletak pada norma sosial. Indonesia menempati urutan ke-16 dunia sebagai negara dengan pengaruh norma sosial terkuat yang memotivasi masyarakat untuk memberi. Sebagai gambaran, di wilayah Asia, sebanyak 68% penduduknya tercatat aktif menyumbangkan uang sepanjang tahun 2025, dengan rata-rata sumbangan mencapai 1,2% dari pendapatan pribadi.
Data ini membuktikan bahwa membantu sesama di Indonesia bukan sekadar tindakan sesaat, melainkan bagian dari identitas sosial. Percakapan mengenai berbagi menjadi hal yang lumrah, memperkuat budaya kedermawanan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat memberi yang besar ini juga didukung tata kelola yang mumpuni. Survei menunjukkan bahwa 72% donatur kini menaruh perhatian besar pada transparansi lembaga pengelola zakat dan amal. Integritas, audit independen, dan pelaporan yang akuntabel menjadi kunci utama agar setiap amanah tersalurkan dengan tepat sasaran serta membawa perubahan nyata bagi penerima manfaat.


Baca juga: 7 Tokoh Islam yang Dermawan, Mau Seperti Mereka?
Bayangkan, dengan norma sosial yang begitu kuat, betapa banyak kehidupan yang bisa kita ubah jika semangat ini kita salurkan ke saluran yang tepat. Ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) bukan hanya sekedar kewajiban agama, melainkan instrumen perubahan sosial yang mampu menjangkau mereka para dhuafa yang paling membutuhkan, terutama anak-anak yatim yang bermimpi untuk memiliki masa depan yang layak.
Mereka adalah masa depan bangsa yang saat ini sedang menunggu uluran tangan “orang tua” baru. Melalui dukungan Anda, setiap rupiah yang disisihkan bukan sekadar angka, melainkan bekal pendidikan, nutrisi, dan harapan bagi mereka yang kehilangan sosok pelindung.
Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bukan hanya negara yang dermawan, tetapi juga negara yang cerdas dalam mengelola kebaikannya. Mari kita terus tingkatkan semangat untuk berdonasi dan memastikan tidak ada anak yatim yang merasa berjuang sendirian.
Saatnya mengubah rasa empati menjadi aksi nyata. Salurkan kepedulian Anda untuk anak-anak yatim yang membutuhkan melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/bestianyatim. (Dompet Dhuafa)
Penulis: Roseta
Penyunting: Dhika

