Bulan Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender hijriah. Ia adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt, sebuah momentum spiritual untuk menata niat dan meningkatkan ketakwaan.
Kemuliaan bulan ini ditegaskan langsung oleh Rasulullah Saw dalam sabdanya:
إِنَّ الزمانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّمَاوَاتِ والأَرْضَ: السنةُ اثنا عَشَرَ شَهْرًا، منها أربعةٌ حُرُمٌ: ثلاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو القَعْدَةِ، وذُو الحَجَّةِ، والمحرمُ، ورَجَبُ مُضَرَ الذي بين جُمَادَى وشَعْبَانَ
“Sesungguhnya, zaman terus berputar sebagaimana saat Allah menciptakan langit serta bumi. 1 tahun ada 12 belas bulan, di antaranya 4 empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadil Tsani (Jumadil Akhir) dan Sya’ban.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Sebagai salah satu bulan haram, Muharram menjadi waktu yang sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan saleh dan menjaga diri dari perbuatan yang sia-sia atau maksiat.
Sebagaimana dipaparkan dalam buku Keistimewaan dan Amalan Sunnah Bulan Muharram dan Bulan Islam Lainnya karya Nisa Amelia Hamidah, bulan ini menjadi saksi bisu dari sepuluh peristiwa agung yang dialami oleh para Nabi.
10 Peristiwa Agung di Bulan Muharram
1. Penerimaan Taubat Nabi Adam as
Bulan Muharram menjadi waktu penciptaan Nabi Adam as, lahirnya Siti Hawa, serta dikabulkannya taubat Nabi Adam setelah peristiwa memakan buah Khuldi. Terkait hal ini, Ibnu Rajab al-Hambali dalam kitab Lathaiful Ma’arif (hlm. 54) meriwayatkan perkataan Ubaid bin Umair:
صحَّ مِنْ حَدِيث أبي إسحاق عن الأسْوَد بن يَزيد أَنَّهُ قال: “سَألْتُ عُبَيد بن عُمَير عَنْ صِيَام يَوْمَ عَاشُورَاء؟ فقال: الْمُحَرَّم شَهْرُ الله الْأصَمّ فِيْهِ تيب عَلَى آدم عليه السلام فَإنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ لَا يَمُرَّ بِك إلّا صُمْته فَافْعَلْ
“Ibnu Rajab telah mensahihkan sebuah hadis dari Abu Ishaq dari al-Aswad bin Yazid bahwasanya ia berkata: Aku bertanya kepada ubaid bin Umair perihal puasa di hari ‘Asyura, ia menjawab: Muharram adalah bulan Allah yang penting (al-ashamm). Di dalamnya Nabi Adam diterima taubatnya. Bila kamu mampu untuk tidak melewatinya tanpa puasa, maka puasalah.”
(Ibnu Rajab al-Hambali, Lathaiful Ma’arif, tanpa tahun: 54)
2. Penyelamatan Nabi Nuh as dari Bencana
Setelah menghadapi ujian dahsyat berupa banjir bandang yang menenggelamkan kaum yang ingkar, Nabi Nuh as dan pengikutnya mendapatkan mukjizat berupa keselamatan. Kapal yang mereka tumpangi berhasil berlabuh dengan selamat di bulan Muharram.
Merujuk pada riwayat Qatadah yang dinukil Ibnu Katsir dalam Qashash Al-Anbiyaa, peristiwa penyelamatan Nabi Nuh as dari banjir bandang terjadi pada bulan Muharram. Dikisahkan bahwa Nabi Nuh as beserta para pengikutnya mulai berlayar pada 10 Rajab selama 150 hari, lalu berlabuh di Gunung Judiy selama satu bulan hingga akhirnya turun dari kapal tepat pada 10 Muharram.
Ibnu Jarir juga menambahkan dalam sebuah riwayat marfu bahwa pada hari turun dari kapal tersebut, Nabi Nuh as dan pengikutnya melaksanakan puasa. Selain momen bersejarah tersebut, 10 Muharram atau hari ‘Asyura juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting lainnya, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah ra.
3. Pertolongan Allah bagi Nabi Ibrahim as
Nabi Ibrahim as menunjukkan keteguhan iman yang luar biasa saat dihadapkan pada kobaran api Raja Namrud. Atas doa dan pertolongan Allah Swt, api yang membakar itu menjadi dingin, dan beliau selamat tanpa luka sedikit pun tepat di bulan Muharram.
4. Kebebasan Nabi Yusuf A.S. dari Penjara
Setelah bertahun-tahun mendekam di penjara akibat fitnah yang keji, Allah Swt membukakan pintu kebebasan bagi Nabi Yusuf as. Momen pembebasan dari jeratan hukum yang tidak adil tersebut terjadi tepat pada bulan yang mulia ini.
5. Kembalinya Penglihatan Nabi Yaqub as
Kesedihan mendalam atas hilangnya sang putra, Nabi Yusuf as sempat membuat Nabi Yaqub as jatuh sakit hingga kehilangan penglihatan. Namun, di bulan Muharram, Allah Swt mengembalikan penglihatan beliau, sebagaimana diabadikan dalam Surah Yusuf ayat 76.
6. Mukjizat Kesembuhan Nabi Ayyub as
Setelah diuji dengan penyakit kulit parah selama bertahun-tahun, Nabi Ayyub as tetap teguh memanjatkan doa. Allah Swt akhirnya mengabulkan permohonan beliau dan memberikan kesembuhan total atas izin-Nya di bulan Muharram.
7. Kemenangan Nabi Musa as dan Penurunan Kitab Taurat
Tepat pada tanggal 10 Muharram, Allah Swt membelah Laut Merah bagi Nabi Musa as dan pengikutnya untuk meloloskan mereka dari kejaran Fir’aun. Pada bulan yang sama, Allah Swt juga menurunkan kitab Taurat sebagai petunjuk bagi Bani Israil.
8. Penyelamatan Nabi Yunus as
Setelah berada dalam situasi yang sangat mencekam di dalam perut ikan paus selama 40 hari, Nabi Yunus as akhirnya dikeluarkan dalam keadaan selamat. Mukjizat ini menjadi simbol kekuatan doa dan kesabaran di bulan Muharram.
9. Kemuliaan Nabi Idris as
Bulan Muharram juga mencatat momen di mana Allah Swt mengangkat kedudukan dan derajat Nabi Idris as ke tempat yang mulia.
10. Hijrah Nabi Muhammad Saw
Salah satu tonggak sejarah terpenting bagi umat Islam terjadi di bulan Muharram, yakni peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Makkah menuju Madinah, yang menjadi awal bagi perkembangan dakwah Islam.
Baca juga: Tradisi Muharram: Antara Budaya dan Syariat Islam
Peristiwa-peristiwa agung di atas bukan sekadar catatan sejarah masa lalu. Ia adalah pengingat bagi kita bahwa di balik setiap ujian, selalu ada pertolongan Allah yang menanti bagi mereka yang sabar dan terus berdoa. Semoga momentum Muharram tahun ini menjadi titik balik bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan ini adalah menyantuni anak yatim dan berbagi kepada sesama. Rasulullah Saw senantiasa memberikan teladan terbaik dalam menyayangi mereka yang membutuhkan, karena di balik senyum seorang yatim, terdapat keberkahan yang Allah janjikan.
Mari jadikan momentum Muharram tahun ini sebagai titik balik untuk makin mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan berbagi kebaikan. Anda dapat menyalurkan santunan untuk anak yatim melalui tautan https://digital.dompetdhuafa.org/donasi/bestianyatim. (Dompet Dhuafa)
Penulis: Roseta
Penyunting: Dhika

