Tahun Baru, Harapan Baru: Dompet Dhuafa Bangun 1.000 RUMTARA Untuk Penyintas Sumatra

ACEH TAMIANG — Di penghujung tahun 2025, Dompet Dhuafa telah memulai langkah pemulihan (recovery) melalui Program RUMTARA (Rumah Sementara) untuk penyintas bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra. Target ambisius ditetapkan 1.000 unit RUMTARA akan dibangun tersebar di tiga provinsi terdampak paling parah, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Tepat hari ini, Rabu (31/12/2025), bertepatan dengan pergantian malam tahun baru menuju 2026, Dompet Dhuafa meresmikan lima unit RUMTARA pertama di Tamiang Kota, Kabupaten Aceh Tamiang. Setelah ini, pembangunan bertahap akan segera menyusul ke wilayah Pidie Jaya dan titik-titik lainnya di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

RUMTARA tersebut akan berdiri di lahan bekas rumah masing-masing penerima manfaat dengan ukuran bangunan 4,8 x 4,8 meter. Pembangunan akan dilakukan terutama bagi para penyintas bencana yang sudah lebih dari sebulan tinggal di pengungsian.

Baca juga: Huntara Dompet Dhuafa Bantu Penyintas Gempa Cianjur Jalani Ramadan dengan Nyaman

Penentuan titik pembangunan dilakukan secara kolaboratif bersama Pemerintah Provinsi untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Sebagai langkah awal, pembangunan telah dimulai pada pekan terakhir Desember 2025.

“Alhamdulillah Dompet Dhuafa hari ini telah merampungkan beberapa unit hunian sementara yang kami beri nama RUMTARA (Rumah Sementara) yang kami targetkan bisa tercapai sebanyak 1.000 unit dalam satu tahun ke depan. Oleh karena itu, kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, mitra-mitra kebaikan dan donatur untuk dapat mendukung terwujudnya target pembangunan 1.000 unit RUMTARA ini. Dan hari ini, Rabu (31/12/2025), kita sekaligus resmikan berjalannya program 1.000 RUMTARA untuk Sumatra,” sebut Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, dalam keterangannya.

Ya, banjir besar yang melanda wilayah Sumatra ini masih sangat menyisakan duka yang mendalam bagi ribuan keluarga. Dinding rumah yang dulu kukuh melindungi kini hanya menyisakan puing, memaksa banyak warga melewati malam-malam dingin di pengungsian dengan penuh kecemasan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa ada 171.379 unit rumah rusak bahkan hancur dalam kejadian ini.

Bagi para penyintas, yang mereka butuhkan saat ini bukan sekadar bantuan logistik darurat, melainkan sebuah tempat pulang. RUMTARA hadir sebagai ruang aman untuk beristirahat, memeluk keluarga, dan menata kembali hidup yang sempat hilang ditelan banjir.

“Melalui RUMTARA, Dompet Dhuafa ingin menghadirkan lebih dari sekadar bangunan fisik. Kami ingin menghadirkan harapan, bahwa setelah bencana, masih ada masa depan yang bisa diperjuangkan. Dan untuk calon penerima manfaat, kita prioritaskan kepada lansia yang rumahnya hancur tak bisa dipakai kembali, janda maupun yatim, termasuk ustadz/guru honorer,” jelas Ahmad.

Baca juga: Dompet Dhuafa Hadirkan Pojok Laundry, Cuci Baju Gratis Pascabanjir Sumatra

Di saat sebagian besar orang merayakan pergantian tahun dengan sukacita dan membuat resolusi baru, saudara-saudara kita di Sumatra harus memulai semua hidupnya dari nol. Satu unit RUMTARA bagi satu keluarga adalah langkah kecil nan sangat berarti untuk membantu mereka bangkit kembali.

Mari turut menjadi bagian dari langkah kebaikan ini. Dukungan dan uluran tangan kita sangat dibutuhkan dalam proses panjang pemulihan ini. Ayo bantu mereka pulang ke rumah yang layak. Sahabat, salurkan kepedulianmu melalui BANGUN RUMTARA UNTUK PENYINTAS BANJIR SUMATRA. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil