7 Delegasi Global Peace Convoy Indonesia Tiba di Tanah Air Usai Misi Kemanusiaan Land Convoy Global Sumud Flotilla

Group of about 20 people posing for a group photo in an airport terminal, many smiling and giving thumbs up, plus a child at centerfans/ A diverse crowd in casual clothing.

JAKARTA, 29 MEI 2026 — Tujuh delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang turut serta dalam misi kemanusiaan Land Convoy Global Sumud Flotilla (GSF) telah tiba kembali di Indonesia pada Ahad (29/05/26). Salah satu delegasi yang kembali adalah Imam Alfaruq, perwakilan dari Dompet Dhuafa.

Delegasi Land Convoy GSF dipulangkan setelah perjalanan mereka dihadang oleh militer Libya Timur saat memasuki Kota Sirte. Imam menyatakan bahwa para delegasi sempat ditahan hingga tujuh hari sebelum akhirnya dibawa ke Kota Tripoli untuk dipulangkan ke negara masing-masing.

“Alhamdulillah ada tujuh orang delegasi Indonesia, enam di antaranya sudah kembali ke Tanah Air. Satu orang lagi masih di Turki untuk mengadvokasi rekan-rekan yang belum dibebaskan oleh militer Libya Timur,” ujar Imam.

Kedatangan Imam disambut penuh sukacita oleh sang istri dan anak-anaknya dengan pelukan hangat, serta oleh para rekan yang turut menanti dengan haru.

Baca juga: Alhamdulillah! 9 Delegasi Global Peace Convoy Indonesia Tiba di Tanah Air

Family of six with luggage stands together in a bright airport terminal.

Ketua Pengurus Dompet Dhuafa sekaligus Pengarah GPCI, Ahmad Juwaini, turut menyambut kedatangan Imam dan menyampaikan apresiasi atas dedikasi tim Land Convoy dalam mengupayakan penyaluran bantuan bagi masyarakat Palestina.

“Alhamdulillah, pada sore hari ini Imam Alfaruq beserta lima delegasi Land Convoy GSF telah tiba di Jakarta. Ini adalah perjalanan yang luar biasa dalam menjalankan misi menyalurkan bantuan dengan menembus blokade Gaza. Mudah-mudahan rekan-rekan delegasi mendapatkan balasan pahala yang sangat besar dari Allah Swt,” ujarnya.

Ahmad Juwaini menambahkan bahwa kepulangan para delegasi ini menjadi pendorong untuk terus mengupayakan penyaluran bantuan secara lebih efektif, sekaligus memperkuat perjuangan diplomasi demi kemerdekaan Palestina.

“Insyaallah perjuangan ini tidak akan berakhir meskipun masih ada berbagai hambatan. Upaya ini menjadi masukan penting bagi kami untuk terus mempelajari cara-cara menyampaikan bantuan yang lebih efektif kepada masyarakat Palestina, sekaligus dalam rangka terus melakukan perjuangan diplomasi, perjuangan kemanusiaan, perjuangan perdamaian, dan diplomasi dukungan bagi kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Group of people posing for a photo in an airport terminal with large windows behind them. They include adults and a small child, some wearing hijabs and masks.

Baca juga: Akses Komunikasi Terbatas, Delegasi Jalur Darat GSF Masih Tertahan di Wilayah Libya

Bagi Imam sendiri, misi kemanusiaan Land Convoy GSF ini merupakan salah satu upaya nyata untuk membuka mata dunia bahwa Gaza dan Palestina belumlah merdeka.

“Dengan ini, insyaallah kita memiliki misi untuk menyadarkan dunia bahwa Palestina belum merdeka. Blokade Gaza belum berakhir, bahkan semakin meluas hingga ke Mesir dan Libya Timur. Ini harus kita suarakan agar semua mata dunia melihat bahwa Gaza belum merdeka. Kita harus terus berjuang untuk Gaza dan Palestina,” tegasnya.

Sebagai informasi, Land Convoy merupakan salah satu dari tiga upaya Global Sumud Flotilla dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan, selain Sea Convoy dan diplomasi melalui kongres parlemen di Brussel. Dalam misi ini, konvoi menggunakan 5 armada bus, 5 ambulans, dan 10 karavan pembawa bantuan, dengan sekitar 250 peserta dari 30 negara. Perjalanan terhenti saat hendak memasuki wilayah Mesir karena dihadang oleh Militer Libya Timur, sehingga seluruh delegasi akhirnya dipulangkan ke negara masing-masing. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dian Mulyadi
Penyunting: Ronna