Niat sholat tarawih menjadi bagian penting dalam ibadah di bulan Ramadan. Menunaikan sholat tarawih adalah sunnah yang sangat. Kesempatan kita melaksanakan sholat tarawih hanya pada bulan Ramadan. Pahalanya pun sangat besar. Selain itu, tarawih menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah. Sahabat dapat menjalankan sholat tarawih secara sendiri maupun berjamaah. Banyak umat muslim memilih berjamaah di masjid. Namun, jika berhalangan, Sahabat juga dapat menunaikan sholat tarawih sendiri di rumah. Lalu, bagaimana bacaan niat sholat tarawih? Apa bedanya jika sholat sendiri dan berjamaah? Simak penjelasan berikut ini.
Pengertian Sholat Tarawih
Sholat tarawih adalah sholat malam yang dilaksanakan khusus selama bulan Ramadan. Kata “tarawih” berasal dari bahasa Arab, merupakan bentuk jamak dari “tarwihah”, yang artinya “istirahat satu kali”. Mengapa penyebutannya ‘tarawih’? Karena ada jeda istirahat di antara rakaat sholatnya. Sholat tarawih dikerjakan sebanyak dua rakaat salam. Kemudian, melanjutkan sholat lagi dua rakaat salam. Jumlah rakaatnya bervariasi. Ada yang melaksanakan delapan rakaat, ada juga yang 20 rakaat. Setelah itu, sholat witir menjadi penutup sholat tarawih.
Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan sholat malam di bulan Ramadan dengan iman dan penuh harap, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan keutamaan besar dalam sholat tarawih. Setiap rakaatnya penuh berkah dan ampunan.
Baca Juga: Sholat Hajat: Keutamaan, Tata Cara, dan Doanya Seusai Sholat
Niat Sholat Tarawih Sendiri
Jika melaksanakan sholat tarawih sendiri, niatnya cukup sederhana. Berikut bacaan niat sholat tarawih sendiri:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini lillahi ta‘ala.”
Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Sahabat dapat membaca niat dalam hati sebelum takbiratul ihram. Kemudian laksanakan sholat dengan khusyuk dan penuh keikhlasan.
Niat Sholat Tarawih Berjamaah
Islam sangat menganjurkan sholat tarawih berjamaah. Nabi Muhammad saw. juga pernah melaksanakannya bersama para sahabat. Berikut bacaan niat sholat tarawih jika berjamaah:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini ma’muman lillahi ta‘ala.”
Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Jika Sahabat hendak menjadi imam dalam sholat tarawih, niatnya sedikit berbeda, sebagai berikut:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini imaaman lillahi ta‘ala.”
Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Baca Juga: 4 Amalan Setelah Sholat Subuh yang Sayang Bila Terlewatkan
Landasan Syariat Sholat Tarawih
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman, “Dan bangunlah pada sebagian malam serta kerjakanlah sholat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)
Berdasarkan tafsir dari Kementerian Agama RI, pada sebagian malam, khususnya sepertiga malam terakhir, bangunlah untuk melaksanakan sholat tahajud sebagai bentuk ibadah tambahan bagimu, wahai Nabi Muhammad. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji, yaitu kedudukan agung saat engkau memberikan syafaat pada hari kiamat.
Ucapkanlah juga, wahai Nabi Muhammad, “Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dengan cara yang benar, baik dalam urusan dunia maupun akhirat, dan keluarkanlah aku ke tempat keluar yang benar dengan cara yang benar pula, dalam urusan dunia maupun akhirat. Berikanlah kepadaku dari sisiMu kekuasaan yang mampu menolongku dalam menghadapi para musuhku.”
Ayat ini berhubungan dengan peristiwa hijrah Nabi dari Mekah menuju Madinah. Di dalamnya terdapat perintah bagi Nabi agar memohon kepada Allah supaya dapat memasuki Madinah dengan cara yang benar serta meninggalkan Mekah juga dengan cara yang benar. Ada pula tafsir lain yang menjelaskan bahwa maksud ayat ini adalah agar kita masuk ke dalam kubur dengan baik dan keluar darinya dengan baik pula pada hari kebangkitan.
Secara tafsir, dalil ayat QS. Al-Isra: 79 memang menggambarkan tentang sholat malam secara umum, dapat dimaknai juga sebagai sholat tahajud. Namun, sholat tarawih juga termasuk dalam kategori sholat malam. Karena itu, keutamaannya sangat besar.
Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa mendirikan sholat di malam Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh sebab itu, amatlah rugi apabila kita tidak melaksanakan sholat tarawih. Sebab bulan Ramadan belum tentu dapat kita nikmati lagi tahun depan.
Baca Juga: Bagaimana Cara Sedekah Subuh?
Tata Cara Melaksanakan Niat Sholat Tarawih
Sholat tarawih memiliki tata cara yang mudah. Berikut urutannya:
- Niat sebelum takbiratul ihram.
- Takbiratul ihram.
- Membaca Al-Fatihah dan surat pendek.
- Ruku’ dan sujud.
- Salam setelah dua rakaat.
- Ulangi lagi hingga 8 atau 20 rakaat.
- Tutup dengan sholat witir sebanyak tiga rakaat.
Biasanya beberapa masjid melaksanakan sholat tarawih sebanyak 20 rakaat. Namun, ketika dilaksanakan di rumah, sebagian orang memilih 8 rakaat saja. Keduanya diperbolehkan. Rasulullah saw. pernah melakukan keduanya.
Keutamaan Sholat Tarawih dan Membaca Niat Sholat Tarawih
Sholat tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya menghapus dosa-dosa yang lalu, menjadi jalan meraih ampunan Allah, mendekatkan diri kepada Allah, serta menyempurnakan ibadah puasa. Tarawih bukan sekadar ibadah fisik, tetapi juga menjadi waktu untuk merenung dan memperbaiki diri.
Baca Juga: Sholat Taubat, Langkah Menuju Hati yang Bersih dan Ampunan Allah SWT

Doa Setelah Sholat Tarawih
Setelah selesai sholat tarawih, Sahabat dapat membaca doa berikut ini:
Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn.
Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sariirl karâmati qâ’idîn. Wa bi hûrun ‘in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan.
Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Artinya
“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah,
yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih.
Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” (Lihat Sayyid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta)
Baca Juga: Bayar Zakat Fitrah di Awal Ramadan, Makruh? Ini 5 Waktu Penunaiannya
Berlomba-lomba Dalam Kebaikan
Sholat tarawih adalah ibadah istimewa selama bulan Ramadan. Niat sholat tarawih menjadi syarat sah sebelum memulai. Baik sholat sendiri maupun berjamaah, keduanya memiliki keutamaan. Pastikan Sahabat membaca niat dengan benar, dan lakukan ibadah istimewa ini dengan sepenuh hati. Bulan Ramadan, bulan penuh berkah. Bulan istimewa untuk berlomba-lomba menjalankan ibadah dan menabung amal.. Sahabat juga dapat tunaikan amalan sedekah dan zakat bersama Dompet Dhuafa. Semoga Ramadan kali ini membawa berkah untuk kita semua.

