HONGKONG — Di Hongkong, kartu Octopus menjadi dompet digital yang paling terkenal dan paling banyak digunakan oleh masyarakat Hongkong. Kartu ini menyediakan layanan payment gateway atau transaksi elektronik. Sebenarnya, selain Octopus ada sejumlah payment gateway lain, seperti WeChat, Ali Pay, dan sebagainya. Namun, Octopus lebih digemari karena bisa digunakan dengan kartu fisik maupun digital. Tak seperti di Indonesia yang banyak sekali macam payment gateway dengan pemakaian yang terbatas.
Kartu Octopus menjadi kartu sakti di Hongkong. Mengapa? Karena kartu ini bisa digunakan untuk membayar apa pun, mulai dari transportasi, belanja, laundry, dan sebagainya. Salah satu kecanggihan kartu Octopus ini adalah one second read atau memiliki sensitivitas yang tinggi. Sehingga, antrean saat akan memasuk bus atau MRT tidak mengular karena saling menunggu.


Baca juga: Dai Ambassador Dakwah ke Hongkong Selama Ramadan, #KaburAjaDulu?
Kabar baiknya, Dompet Dhuafa Cabang Hongkong juga bekerja sama dengan pihak Octopus dalam hal pembayaran zakat mal, infak, dan sedekah. Berkat kerja sama ini, para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hongkong bisa menggunakan Octopus untuk berzakat. Hampir setiap PMI di sana memiliki kartu Octopus sebagai dompet digital mereka. Dengan begitu, mereka bisa membayar zakat, infak, dan sedekah melalui Dompet Dhuafa dengan kartu Octopus. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Dai Ambassador Dompet Dhuafa penugasan Hongkong, Ustaz Firousyurahman
Penyunting: Ronna

