TANGERANG SELATAN — Dalam semangat memperingati Hari Kartini 2025 yang bertepatan dengan momen Syawal, Dompet Dhuafa menyelenggarakan acara Halalbihalal bertajuk “Puspa Nusantara Kartini Masa Kini Berdaya dan Berbudaya” pada Senin (21/4/2025) di Perguruan Al Syukro Universal Dompet Dhuafa, Ciputat, Tangerang Selatan.
Dengan mengusung semangat RA Kartini sebagai tokoh pelopor emansipasi perempuan di Indonesia, Dompet Dhuafa ingin menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai perubahan, harapan, dan keteguhan hati dalam membangun masa depan. Kartini tidak hanya dikenal karena perjuangannya terhadap kesetaraan perempuan, tetapi juga sebagai simbol kekuatan dan keberanian dalam menebar kebaikan.
“Tema ini adalah tema yang selaras dengan RA Kartini, sosok perempuan tangguh yang berjuang untuk perempuan Indonesia. Puspa Nusantara identik, perjuangan Kartini bukan tentang kesetaraan, tapi menyatukan hati demi berjuang bersama,” imbuh Tri Estriani, Ketua Pelaksana Halalbihalal Dompet Dhuafa.


Acara yang dikemas dalam nuansa budaya ini menampilkan beragam kesenian dan tradisi dari berbagai daerah di Indonesia. Pada pembukaan, peserta disuguhkan dengan penampilan Angklung Women in Leadership oleh Srikandi Dompet Dhuafa. Para peserta dan undangan disuguhkan penampilan yang merepresentasikan warna-warni budaya nusantara, sejalan dengan semangat inklusivitas yang diusung oleh Dompet Dhuafa.
Mengambil inspiratif dari R.A Kartini, Dompet Dhuafa melalui pilar pendidikan menginisiasi sebuah pola pendidikan yang mampu melahirkan siswa dan siswi yang berbudi pekerti. Karakter mulia dan berbudi pekerti sebagai warisan budaya Indonesia.
Memasuki dekade ketiga, Pilar Pendidikan Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi di seluruh wilayah Indonesia salah satunya program sekolah Guru Indonesia yang telah membina 7.095 guru, 113.165 siswa dan 4.530 sekolah.
Baca juga: Hari Zakat Nasional dan Hari Kartini, Ajang Unjuk Gigi Para Perempuan Pahlawan Zakat


Sejalan dengan Tri, Cici Kurniasih sebagai GM Pendidikan Sekolah Al Syukro Universal, Dompet Dhuafa meyakini bahwa salah satu upaya menghentikan rantai kemiskinan melalui pendidikan, maka didirikanlah gagasan dan implementasi Nobel Character School (Sekolah Budi Pekerti) di lingkungan Dompet Dhuafa.
Budi Pekerti tidak hanya penting bagi individu, tetapi juga penting bagi kemajuan masyarakat. Dengan memiliki Budi Pekerti yang baik, siswa akan menjadi individu yang bertanggung jawab dan bisa menjadi pemimpin yang efektif di masa depan.
Dengan budi pekerti, siswa akan tumbuh menjadi individu yang memiliki moral yang baik dan tanggung jawab sosial yang tinggi, serta mampu memimpin masyarakat ke arah yang lebih baik di masa depan, beberapa sekolah yang telah menjalankan pola pendidikan ini adalah SMART Ekselensia, Perguruan Al Syukro Universal, dan Sekolah Smart Cibinong.
Pola pembelajaran noble character yaitu sekolah Budi Pekerti yang mengimplementasikan nilai-nilai positif seperti Beriman dan Tekun Beribadah, Jujur dan Amanah, Disiplin, Peduli, Bersungguh-sungguh dan Bersyukur.
“Noble Character School adalah sedekah Dompet Dhuafa untuk bangsa Indonesia,” tutup Cicih dalam paparannya.

Lebih lanjut, Parni Hadi, Inisiator dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa, mengatakan dalam semangat yang sama, mengenang dan menghormati perjuangan RA Kartini yang telah membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk bermimpi dan berdaya. Maka, Halalbihalal kali ini menjadi lebih dari sekadar tradisi tapi pengingat bahwa ibu adalah Kartini dalam kehidupan kita sehari-hari.
“Saya ingin hari Kartini ini dimaknai dengan penghormatan kepada ibu, kepada ibu kita Kartini. Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi islam yang melestarikan budaya bangsa, peran ibu dan orang tua sangat penting,” kata Parni Hadi.
“Saya ingin mengajak kita semua memaknai Halalbihalal ini dengan penghormatan tertinggi kepada sosok yang paling mulia dalam hidup kita yaitu Ibu,” sambung Parni Hadi.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama Republik Indonesia, Thobib Al Asyhar memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Dompet Dhuafa yang berktobrudi kepada pendidikan, melalui Nobel Character School, yang mana sejalan dengan program pendidikan di Kementerian Agama yakni Nasionalisme, Etiologi, dan Kerukunan.
“Dompet Dhuafa dengan segala visi dan misi besarnya akan mendidik anak-anak yang memiliki kebangsaan yang kuat. Yang telah mencanangkan Nobel Character School kami berharap diterapkan di lembaga pendidikan yang lain dan melahirkan, insan insan yang berilmu dan berakhlakul karimah,” ungkap Thobib.
Baca juga: Giat Budaya Lansia Berkarya, Halalbihalal ala Sanggar Suluk Nusantara


Dalam melahirkan generasi yang berkarakter tidaklah instan, Prof. Dr. Nunuk Suryani, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI memaparkan tantangan-tantangan yang dihadapi di era perkembangan teknologi yang begitu pesat. Berangkat dari kegelisahan dan tantangan yakni perkembangan ekologi yang demikian pesat, muncul generasi instan di Indonesia dan penurunan karakter peserta didik, kehutanan dan kekerasan serta menurunnya terhadap budaya lokal.
Dompet Dhuafa menjadi salah satu organisasi yang berperan dalam peningkatan literasi di seluruh Indonesia. Terutama dalam peningkatan literasi khususnya untuk anak-anak jenjang sekolah dasar yang mendapat perubahan yang signifikan
“Nobel Character School sebagai salah satu jawaban dari kebutuhan kita, dengan pendidikan berkarakter, mari kita bergandengan tangan mengajak bukan hanya di sekolah tapi di rumah orang tua dan di masyarakat.



Nobel Character School Dompet Dhuafa sebagai pilar penting dalam ekosistem pendidikan karakter, kolaborasi pemerintah masyarakat dan filantropi yang lain, semoga dengan gerakan 10 Kepemimpinan Guru dan dibentuk 7 Kelebihan Anak Indonesia dapat diimplementasikan dengan baik di seluruh sekolah binaan Dompet Dhuafa, dan sangat berkesinambungan dengan ekosistem pendidikan di dompet Dhuafa.
Kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Program Nobel Character School dan Penanaman Pohon Persahabatan. Melalui inisiatif ini, Dompet Dhuafa Dhuafa diharapkan terus menjadi bagian penting dari gerakan pendidikan, menjadi salah satu filantropi terbesar yang membentuk generasi emas untuk Indonesia.
Dengan kegiatan ini, Dompet Dhuafa berharap dapat memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian sosial dalam balutan silaturahmi dan kebudayaan. (Dompet Dhuafa)
Teks: Anndini Dwi Putri
Foto: Dhika Prabowo, Riza Muthohar
Penyunting: Dhika Prabowo

